Manchester City dinyatakan bersalah atas mayoritas tuduhan pelanggaran aturan finansial Premier League dalam kasus yang telah bergulir selama lebih dari tiga tahun. Putusan tersebut menjadi perkembangan terbesar dalam penyelidikan terhadap klub berjuluk The Citizens sejak dakwaan pertama diumumkan pada 2023.
Laporan terbaru menyebut panel independen yang menangani perkara telah mencapai keputusan dan menyatakan Manchester City bersalah atas hampir seluruh tuduhan yang diajukan. Namun hingga kini, sanksi yang akan dijatuhkan kepada klub belum diputuskan.
Awal Mula Kasus 115 Tuduhan Finansial
Kasus ini bermula pada Februari 2023 ketika Premier League mendakwa Manchester City atas lebih dari 100 dugaan pelanggaran aturan finansial setelah melakukan investigasi selama empat tahun.
Penyelidikan mencakup periode 2009 hingga 2018, saat Manchester City dilatih Roberto Mancini, Manuel Pellegrini, hingga dua musim awal era Pep Guardiola.
Sidang tertutup digelar mulai September hingga Desember 2024 dan berlangsung sekitar 12 pekan sebelum panel independen mengambil keputusan.
Selama periode yang menjadi objek penyelidikan tersebut, Manchester City meraih delapan trofi, termasuk tiga gelar Premier League, tiga Piala Liga Inggris, satu Piala FA, dan satu Community Shield.
Rincian Tuduhan yang Dihadapi Manchester City
Baca Juga: Penjangkauan Gepeng dan ODGJ di Kota Jogja Meningkat, Shelter Dinsosnakertrans Sempat Overload
Premier League mendakwa Manchester City atas sejumlah pelanggaran aturan finansial, di antaranya:
-
54 tuduhan tidak memberikan informasi keuangan yang akurat pada periode 2009-2018.
-
14 tuduhan tidak mengungkap pembayaran kepada pemain dan manajer secara benar.
-
5 tuduhan melanggar aturan Financial Fair Play (FFP) UEFA.
-
7 tuduhan melanggar aturan Profitability and Sustainability Rules (PSR).
-
35 tuduhan tidak bekerja sama dalam investigasi Premier League antara 2018 hingga 2023.
Manchester City sejak awal membantah seluruh tuduhan dan menyatakan memiliki bukti yang menurut klub mendukung posisi mereka.
Manchester City Siapkan Banding
Menanggapi laporan yang beredar, Manchester City tidak membenarkan maupun membantah hasil putusan panel independen. Klub hanya menegaskan bahwa proses hukum Premier League masih berlangsung dan masih ada tahapan yang harus diselesaikan.
Dalam pernyataan resminya, City menyebut seluruh proses masih berada di bawah aturan kerahasiaan dan klub telah menghormati proses hukum selama delapan tahun terakhir.
Klub juga menegaskan selalu mengikuti proses sesuai prinsip due process dengan keyakinan bahwa Premier League bertindak sebagai regulator yang independen, imparsial, dan adil.
Sejumlah laporan menyebut Manchester City akan mengajukan banding apabila resmi dinyatakan bersalah dalam putusan akhir.
Klub Premier League Mulai Minta Nasihat Hukum
Perkembangan kasus ini juga memicu respons dari sejumlah klub Premier League lainnya. Beberapa klub dikabarkan telah memperoleh informasi mengenai keputusan panel independen dan mulai meminta nasihat hukum terkait kemungkinan mengajukan tuntutan kompensasi.
Baca Juga: Pindah ke Sleman, Diler Baru Royal Enfield Jogjakarta Targetkan Jadi Rumah Kedua Para Rider
Potensi gugatan tersebut muncul apabila putusan akhir nantinya berdampak pada hasil kompetisi atau aspek finansial yang melibatkan klub-klub lain.
Sanksi Belum Diputuskan
Hingga saat ini panel independen belum mengumumkan bentuk hukuman yang akan dijatuhkan kepada Manchester City. Sejumlah kemungkinan sanksi yang sebelumnya banyak dibahas publik mulai dari denda, pengurangan poin, hingga hukuman lain masih menunggu keputusan resmi.
Apabila Manchester City mengajukan banding, proses hukum diperkirakan masih akan berlanjut sebelum putusan memiliki kekuatan final.
Editor : Bahana.