RADAR JOGJA - Erling Haaland dilaporkan tidak memiliki klausul pelepasan terkait degradasi dalam kontrak bernilai fantastisnya bersama Manchester City.
Detail mengejutkan ini mencuat setelah The Citizens dilaporkan dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan terkait dugaan pelanggaran aturan keuangan Liga Inggris.
Sanksi belum diputuskan dan pihak juara bertahan diperkirakan akan mengajukan banding, mengingat proses hukum masih berlangsung.
Baca Juga: Tuchel Klaim Inggris Dominasi Spanyol Meski Kalah 2-3 di Wembley
Hukuman yang mungkin dijatuhkan bisa berupa denda besar atau pengurangan poin, sementara degradasi dan pencabutan gelar juara juga sempat dibahas sebagai kemungkinan konsekuensi.
Setiap penurunan kasta dari Liga Inggris akan menimbulkan pertanyaan besar mengenai masa depan skuad bertabur bintang milik The Citizens.
Namun, media Spanyol Sport mengklaim bahwa Haaland tidak memiliki klausul yang memungkinkannya hengkang secara otomatis dari Etihad jika Manchester City terdegradasi.
Baca Juga: Manchester City Terancam Kehilangan Dana Fantastis dari Kesepakatan Sponsor
Mesin gol asal Norwegia itu menandatangani kontrak luar biasa berdurasi sembilan setengah tahun pada Januari 2025, yang mengikatnya di Etihad hingga tahun 2034.
Kesepakatan fantastis tersebut dilaporkan bernilai £260 juta atau sekitar Rp 6,1 triliun, dengan Haaland diperkirakan menerima gaji pokok sekitar £500.000 (Rp 11,8 milyar) per minggu.
Hal ini dapat menempatkan Manchester City dalam posisi tawar yang kuat terkait penyerang bintang mereka, bahkan jika terjadi degradasi, meskipun prospek bermain di luar Liga Inggris bisa memicu perjuangan keras untuk mempertahankan pemain-pemain kunci mereka.
Baca Juga: Pemkab Kulon Progo Turun Tangan Tindak Lanjuti Polemik Tambang Pasir Tuksono
Dakwaan terhadap The Citizens berkaitan dengan dugaan pelanggaran antara tahun 2009 dan 2018, periode di mana klub tersebut memenangkan tiga gelar juara Liga Inggris.
Mereka didakwa pada Februari 2023 menyusul penyelidikan selama empat tahun yang dimulai setelah media Jerman, Der Spiegel, mempublikasikan dokumen keuangan yang bocor pada tahun 2018.
Tuduhan tersebut mencakup 54 pelanggaran terkait penyediaan informasi keuangan yang akurat dan 35 pelanggaran terkait dugaan kegagalan Macnhester City untuk bekerja sama dalam penyelidikan Liga Inggris.
Baca Juga: Kylian Mbappe Cedera Lutut Usai Cetak Gol untuk Prancis, Terancam Absen Beberapa Laga Real Madrid
Sebanyak 14 pelanggaran lainnya berkaitan dengan rincian remunerasi manajer dan pemain, sementara City juga didakwa atas dugaan pelanggaran Aturan Profitabilitas dan Keberlanjutan (Profitability and Sustainability Rules) serta regulasi UEFA.
Sejumlah klub Liga Inggris kini dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk mencari nasihat hukum terkait kemungkinan tuntutan kompensasi menyusul kabar mengenai vonis tersebut.
Manchester City secara konsisten membantah melakukan pelanggaran dan sebelumnya menegaskan bahwa mereka memiliki kumpulan bukti komprehensif yang tak terbantahkan untuk mendukung posisi mereka.
Baca Juga: Lurah Banjarejo dan Manajemen On The Rock Berdamai, Akses Wisata Watu Bolong Kembali Dibuka
Editor : Satria Putra Sejati