Tuchel Klaim Inggris Dominasi Spanyol Meski Kalah 2-3 di Wembley

Bahana. • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 11:22 WIB
Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel
Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel

Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel membuat pernyataan mengejutkan usai kekalahan 2-3 dari Spanyol pada laga pembuka UEFA Nations League di Stadion Wembley, Sabtu (26/9). Meski The Three Lions tumbang di kandang sendiri, Tuchel menilai timnya justru mendominasi jalannya pertandingan.

Inggris menjalani laga pertama setelah Piala Dunia dengan hasil yang mengecewakan. Gol Harry Kane dan Anthony Gordon gagal menyelamatkan tuan rumah dari kekalahan, sementara Spanyol membawa pulang kemenangan lewat permainan yang lebih efektif.

Petaka bagi Inggris datang sangat cepat. Lamine Yamal memanfaatkan kesalahan bek Marc Guehi pada menit kedua untuk membawa Spanyol unggul.

Namun menurut Tuchel, gol cepat tersebut tidak menggambarkan keseluruhan pertandingan. Ia menilai Inggris tampil lebih baik setelah melewati awal laga yang buruk.

Baca Juga: Sumur Bor Sedalam 120 Meter Tak Mampu Atasi Kemarau, Warga Watu Belah Kulon Progo Bergantung Bantuan

"Awal yang sangat buruk, awal terburuk yang mungkin terjadi. Itu membuat pertandingan menjadi sangat sulit melawan tim seperti ini," kata Tuchel kepada ITV.

Ia menambahkan bahwa sejak menit ke-10, Inggris mampu menguasai permainan dan menciptakan lebih banyak tekanan.

"Reaksi kami sangat bagus. Setelah menit ke-10, saya pikir kami adalah tim yang lebih baik. Secara keseluruhan kami lebih baik dan mendominasi pertandingan."

Meski demikian, Tuchel mengakui terlalu banyak kesalahan individu yang membuat timnya harus membayar mahal.

"Kami masih membuat dua atau tiga kesalahan besar dan memberi mereka peluang besar. Ada terlalu banyak kesalahan individu yang menentukan hasil pertandingan."

Penalti Kane Jadi Momen Penentu yang Terbuang

Salah satu momen penting terjadi di babak kedua ketika Harry Kane gagal mengeksekusi penalti. Menurut Tuchel, gol dari titik putih itu bisa mengubah arah pertandingan.

Pelatih asal Jerman tersebut meyakini Spanyol akan mulai kehilangan kepercayaan diri jika Inggris berhasil berbalik unggul.

Namun setelah penalti gagal, Inggris kembali melakukan kesalahan yang berujung gol penyeimbang Spanyol.

Meski Tuchel merasa timnya mendominasi, statistik pertandingan memberikan gambaran yang lebih berimbang.

Inggris tercatat melakukan 37 sentuhan di kotak penalti Spanyol, jauh lebih banyak dibanding 15 sentuhan milik Spanyol di area penalti Inggris. Namun efektivitas menjadi pembeda.

Spanyol justru menciptakan beberapa peluang emas sepanjang pertandingan dan dikabarkan menyia-nyiakan sedikitnya tiga peluang besar. Ferran Torres juga nyaris menggandakan keunggulan tim tamu sebelum Inggris sempat bangkit.

Di sisi lain, pertahanan Inggris beberapa kali terlihat rapuh dan kerap memberikan ruang bagi Spanyol untuk mengancam gawang James Trafford melalui serangan cepat.

Kekalahan Jadi Evaluasi Menuju Euro 2028

Baca Juga: Terlepas Penampilan Kurang Maksimal di Liverpool, Jurgen Klopp Berharap Wirtz Menjadi Diri Sendiri

UEFA Nations League bukan target utama Thomas Tuchel. Fokus utamanya adalah membangun skuad terbaik Inggris menuju Euro 2028, yang akan digelar di Inggris, Irlandia, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara.

Meski begitu, hasil melawan Spanyol kembali menyoroti kesulitan Inggris saat menghadapi tim-tim elite dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, The Three Lions juga mengalami hasil kurang memuaskan saat menghadapi Italia, Prancis, Argentina, hingga Spanyol.

Tuchel masih belum menurunkan skuad terbaiknya pada pertandingan ini. Kehadiran pemain seperti Declan Rice diharapkan dapat memperkuat lini tengah dan pertahanan Inggris pada laga-laga berikutnya.

 

Editor : Bahana.
timnas spanyol thomas tuchel uefa nations league wembley timnas inggris