RADAR JOGJA - Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente mengatakan timnya mengendalikan pertandingan melawan Inggris dan yakin juara dunia asuhannya masih memiliki ruang untuk berkembang setelah menang 3-2 di Wembley dalam laga UEFA Nations League pada Minggu (27/9) dini hari WIB.
La Roja memanfaatkan kelemahan pertahanan The Three Lions saat Lamine Yamal mencetak gol pembuka hanya dalam waktu dua menit.
Anthony Gordon dan Harry Kane mencetak dua gol cepat sebelum turun minum, membawa Inggris berbalik unggul 2-1 saat jeda babak pertama.
Baca Juga: Jadwal Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Yogyakarta Hari Ini, Lima Pertandingan Seru di GOR UNY
The Three Lions memiliki peluang untuk unggul 3-1 pada menit ke-54, namun tendangan penalti Kane membentur mistar gawang setelah Jude Bellingham dilanggar.
Setelah itu, Spanyol mengambil alih kendali dan menyamakan kedudukan melalui Alex Baena pada menit ke-60, sebelum Mikel Oyarzabal mencetak gol kemenangan pada menit ke-74.
Hasil ini menjadikan rekor tak terkalahkan bagi juara bertahan Eropa dan dunia tersebut mencapai 39 pertandingan.
Baca Juga: Buang Kebiasaan Penting Gaya, Ini 4 Langkah Cerdas Kelola Gaji UMR Agar Tabungan Gemuk
Usai laga, De La Fuente menyatakan bahwa Inggris hanya sempat menguasai permainan dalam waktu singkat dan ia yakin tim asuhannya masih bisa berkembang lebih jauh lagi.
"Menurut saya, pertandingan sebagian besar berada dalam kendali kami, kecuali selama enam atau tujuh menit saat konsentrasi kami sempat hilang dan mereka menghukum kami. Kami harus lebih waspada dalam menutup ruang saat menghadapi lawan seperti Inggris, namun saya rasa kami tetap mampu mengendalikan permainan," kata pelatih 65 tahun tersebut.
"Generasi ini luar biasa, mereka masih memiliki rasa lapar akan kemenangan dan terus ingin bermain. Statistik adalah indikator objektif dari apa yang kita lihat, namun kami tetap ingin terus berkembang dan maju," imbuhnya.
Baca Juga: Tiga Badai Tropis Terbentuk di Samudra Pasifik, Seberapa Bahaya?
Secara keseluruhan, De La Fuente merasa puas dengan dampak yang diberikan para pemain pengganti serta kegigihan tim dalam mencari celah pertahanan Inggris, meskipun sempat menyia-nyiakan beberapa peluang bagus.
"Segala pujian patut diberikan kepada para pemain," ujar De la Fuente.
"Mereka adalah satu kesatuan, kami telah membentuk tim yang melampaui sekadar level profesional. Kami melakukan pengorbanan, namun para pemain mampu beradaptasi dengan pola permainan yang kami terapkan. Saya sangat menghargai ambisi mereka karena mereka ingin terus berkembang, dan masih ada ruang untuk perbaikan," lanjutnya.
Baca Juga: SMPN 2 Mertoyudan Bangun Karakter lewat Visi Relasi, Dorong Tidak Cuma Slogan, Harap Jadi Pembiasaan
"Kami memiliki peluang emas namun gagal memanfaatkannya; meski begitu, saya ingin menyoroti kemampuan kami untuk bangkit [setelah tertinggal]. Seandainya pun kami tertinggal 1-3, kami pasti akan bangkit seperti saat kami mengejar ketertinggalan 1-2. Yang terpenting adalah kami berhasil bangkit kembali," jelasnya.
Ferran Torres tampil sebagai penyerang untuk Spanyol dan sempat memiliki beberapa peluang di babak pertama untuk menghukum Inggris, namun satu upayanya melenceng dan satu lagi berhasil dimentahkan dengan gemilang oleh James Trafford.
"Yamal adalah pemain yang luar biasa, dan ia mampu beradaptasi dengan situasi apa pun dalam setiap pertandingan. Ia menyesuaikan diri dan bermain mengikuti situasi serta kebutuhan di lapangan," tegas Fuente terakit performa Yamal.
Baca Juga: SMPN 2 Mertoyudan Bangun Karakter lewat Visi Relasi, Dorong Tidak Cuma Slogan, Harap Jadi Pembiasaan
Eric Garcia terpaksa mundur dari skuad menjelang pertandingan, namun De la Fuente menyatakan bahwa cederanya tampaknya tidak serius dan bek Barcelona tersebut akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut setibanya di Madrid.
Editor : Satria Putra Sejati