RADAR JOGJA - Jose Mourinho berbicara mengenai filosofi kepelatihannya, menekankan pentingnya kepercayaan antara pemain dan pelatih serta aturan yang tidak bisa ditawar dan harus dipatuhi skuadnya, saat ia berupaya membangun tim juara yang baru di Real Madrid.
Pelatih kawakan Mourinho kembali ke Bernabeu musim panas ini menyusul kegagalan Los Blancos meraih trofi utama selama dua tahun dan pemecatan dua pelatih, Xabi Alonso dan Alvaro Arbeloa, pada musim lalu.
Namun, ia mengawali kiprahnya kembali di Spanyol dengan situasi sulit. Real Madrid tertinggal enam poin dari pemimpin klasemen La Liga, Barcelona, dan baru saja kalah dalam laga derbi melawan Atletico akhir pekan lalu.
Baca Juga: Tekuk Binus, UNS Surakarta Sandingkan Gelar di Campus League Badminton 2026-The Nationals di Bandung
"Jangan khianati saya," ujar Mourinho saat ditanya mengenai kepercayaan dan manajemen.
"Saat saya bilang jangan khianati saya, tentu saja saya bicara dalam konteks sepak bola. Jangan khianati saya, maka saya akan selalu ada untuk kalian," imbuhnya.
Mourinho dikenal sebagai sosok yang sangat disiplin, namun ia mengaku kini lebih tenang di tahap kariernya saat ini.
Baca Juga: Harry Kane Berharap Segera Perpanjangan Kontrak di Bayern Munich
"Ada aturan-aturan yang tidak bisa ditawar," kata Mourinho.
"Jika jadwal berkumpul pukul 9 pagi, ya pukul 9 pagi untuk semuanya. Jika Anda datang pukul 9.15, meskipun Anda seorang bintang besar, itu tidak bisa diterima. Saya tidak menoleransinya... Namun, di sisi lain, saya juga memberikan kebebasan bagi mereka untuk mengekspresikan diri," lanjutnya.
Musim 2025/26 Real Madrid sempat terganggu oleh sejumlah masalah di luar lapangan.
Baca Juga: Tak Sekadar Museum, Musperin Ajak Pengunjung Mengenal Sejarah Perkebunan Indonesia
Para kritikus menyoroti kurangnya kedisiplinan di tempat latihan, termasuk insiden perselisihan antara Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde yang menyebabkan pemain asal Uruguay tersebut harus dirawat di rumah sakit.
"Anda adalah pemain sepak bola selama 24 jam sehari," tegas Mourinho.
"Segala hal mencerminkan pekerjaan ini. Apa yang Anda makan, apa yang Anda minum, bagaimana Anda tidur, bahkan hal-hal dalam kehidupan pribadi Anda. Anda tidak boleh bermain ski. Anda tidak boleh bersepeda," tambahnya.
Baca Juga: Cetak Gol Kemenangan Prancis lawan Turki, Mbappe Langsung Tinggalkan Skuad Les Blues karena Cedera
"Jika Anda jatuh dari sepeda, Anda mungkin tidak bisa bermain dalam tiga pertandingan, atau lebih buruk lagi, mungkin kaki Anda patah... Ada banyak hal yang harus Anda korbankan untuk menjadi pemain sepak bola. Jika Anda menganggapnya sekadar hobi, tamatlah riwayat Anda. Selalu ada kaitan antara apa yang Anda capai dan apa yang Anda korbankan," jelasnya.
Mourinho juga membahas proses di balik kembalinya ia secara mengejutkan ke kubu Real Madrid, tempat ia pernah menjalani periode pertama yang sukses namun penuh gejolak.
"Setelah dua musim di mana klub terbesar di dunia itu tidak meraih hasil terbaik dan sempat terjadi kerenggangan hubungan dengan para penggemar, pihak klub menghubungi saya," ujarnya.
Baca Juga: Bukan Tepuk Tangan, Tapi Cemoohan saat Mancini Tandai Debut Kembali bersama Italia
"Mereka berkata, 'Kami mengenal Anda. Anda mengenal kami. Anda paham klub ini, Anda paham budayanya," tegasnya.
"Kami membutuhkan Anda. Kami butuh Anda untuk membangun kembali tim. Kami butuh Anda untuk memulai lagi dekade luar biasa yang pernah dilalui klub ini. Kami membutuhkan sosok dengan profil seperti Anda,'" pungkasnya.
Editor : Satria Putra Sejati