Pertahankan Banyak Pemain Lokal Musim Lalu, Van Gastel Ungkap Pandangannya di PSIM

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 20:34 WIB
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

 

JOGJA - PSIM Jogja tetap mempertahankan fondasi pemain lokal yang menjadi bagian dari skuad musim lalu untuk mengarungi BRI Super League musim 2026/2027 ini. Dari komposisi itu, Laskar Mataram hanya mendatangkan dua pemain lokal baru, yakni Ahmad Agung dan Alwi Fadilah.

Selain itu, PSIM juga memberikan kesempatan kepada pemain muda dari akademi. Kiper Athaullah Daib dipromosikan dari Elite Pro Academy (EPA) PSIM ke tim utama untuk melengkapi komposisi penjaga gawang musim ini.

Selebihnya, sebagian besar pemain lokal yang menghuni skuad PSIM musim ini merupakan bagian dari tim pada musim lalu. Artinya, kelompok pemain lokal bukan menjadi bagian yang dirombak besar-besaran ketika PSIM mempersiapkan diri menghadapi musim keduanya di kasta tertinggi.

Baca Juga: Tak Ingin Talenta Muda Terputus, PSIM Jogja Perkuat Penghubung Akademi dan Skuad Senior

Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel pun memberikan penilaian positif terhadap pemain lokal yang dimilikinya. Menurutnya, tidak mudah membandingkan kualitas pemain lokal dengan pemain asing karena keduanya memiliki karakteristik berbeda.

"Antara pemain lokal dan asing memang berbeda. Sulit membandingkannya. Tapi secara keseluruhan, saya puas dengan pemain lokal yang ada," kata Van Gastel, Jumat (25/9).

Keputusan mempertahankan banyak pemain lokal dari musim lalu membuat PSIM memiliki sejumlah pemain yang sudah memahami lingkungan tim, karakter rekan setim, hingga cara bermain dan filosofi yang diterapkan Van Gastel.

Sementara itu, masuknya Ahmad Agung dan Alwi Fadilah memberikan tambahan pilihan bagi tim. Di sisi lain, promosi Athaullah menunjukkan adanya jalur bagi pemain muda dari akademi untuk masuk ke lingkungan tim utama.

Baca Juga: PSIM Jogja Tuntaskan Seleksi EPA, Tiga Kelompok Umur Siap Didaftarkan Kompetisi 

Bagi Van Gastel, komposisi tersebut tetap harus dilihat dari bagaimana setiap pemain bisa memberikan kontribusi dalam sistem permainan. Sejak pramusim, dia tidak hanya memperhatikan kualitas individu, tetapi juga hubungan antarpemain dan kecocokan mereka dalam cara bermain yang diinginkan.

"Yang jelas, kami fokus pada cara bermain yang kami inginkan. Saya melihat keseluruhan, termasuk chemistry antarpemain," paparnya.

Karena itu, status sebagai pemain lokal maupun asing bukan menjadi satu-satunya pertimbangan dalam menentukan komposisi sebelas pemain. Van Gastel mengatakan seluruh pemain harus mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya sebelum keputusan mengenai pemain utama dibuat.

Baca Juga: Adrian Dalmau dan Misi Jadi Pembeda di Lini Depan PSIM Jogja

Pendekatan tersebut membuat persaingan di dalam skuad PSIM tetap terbuka. Pemain yang sudah berada di tim sejak musim lalu tetap harus menunjukkan performa, sementara pemain baru juga harus membuktikan kemampuannya untuk mendapatkan tempat.

Bagi Van Gastel, proses tersebut penting untuk menemukan kombinasi terbaik dalam skuad PSIM. Bukan semata-mata berdasarkan nama besar atau asal pemain.

"Melainkan bagaimana setiap pemain dapat saling melengkapi dan membantu tim menjalankan permainan sesuai rencana," bebernya. (iza/laz)

 

 

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Van Gastel Super League EPA elite pro academy PSIM Jogja