JOGJA - Penyerang PSIM Jogja Adrian Dalmau memiliki gambaran tersendiri mengenai peran yang ingin dijalankan bersama Laskar Mataram di BRI Super League musim 2026/2027 ini. Bagi pemain asal Spanyol itu, keberadaannya di lini depan bukan semata-mata tentang memenangkan persaingan dengan penyerang lain, tetapi bagaimana bisa memberikan dampak nyata dalam pertandingan.
Meskipun sejauh ini dari tiga pertandingan dia belum mencetak gol, Dalmau ingin kehadirannya mampu menjadi pembeda, termasuk ketika PSIM membutuhkan gol. Hal itu menjadi salah satu target pribadi yang ingin diwujudkan setelah memilih melanjutkan karier di Indonesia bersama Laskar Mataram.
"Target saya adalah menunjukkan pemain seperti apa saya, dan mencoba membuat perbedaan dalam pertandingan dengan mencetak gol. Itu yang paling penting," kata Dalmau, Jumat (25/9).
Baca Juga: Tak Sekadar Pilih Starter, Van Gastel Cari Kombinasi Pemain Yang Cocok untuk PSIM Jogja
Menurutnya, seorang penyerang memang memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi di area akhir serangan. Karena itu, ia ingin memanfaatkan karakter permainannya untuk membantu PSIM menghasilkan sesuatu dari peluang yang didapatkan di pertandingan.
Dalmau menjelaskan, dirinya merupakan striker yang nyaman dengan permainan menyerang dan kombinasi bersama rekan setim. Ia juga merasa memiliki kualitas yang paling bisa diandalkan ketika sudah berada di dalam kotak penalti.
"Kualitas terbaik saya adalah bermain di kotak penalti untuk mencetak gol melalui sentuhan atau tembakan. Banyak gol di karier saya dicetak dengan satu sentuhan di kotak penalti,” ujarnya.
Baca Juga: Hanya Kantongi Satu Poin dari Tiga Laga, PSIM Siap Bangkit di Oktober, Evaluasi Total Dilakukan
Namun, kontribusi yang ingin diberikan Dalmau tidak berhenti pada kepentingan individual. Ia menempatkan kemampuannya sebagai bagian dari upaya membuat PSIM berkembang dan menjadi tim yang lebih kompetitif.
Perspektif itu juga terlihat dari cara Dalmau memandang persaingan di lini depan. Kehadiran Nermin Haljeta dan Mauro Caballero tidak semata-mata dianggap sebagai perebutan posisi, melainkan persaingan yang harus membuat kualitas tim meningkat. "Ini bukan hanya soal merebutkan tempat di starting. Tetapi tentang membuat tim menjadi lebih kompetitif,” tutur Dalmau.
Dalmau kini menjalani musim pertamanya di Indonesia setelah sebelumnya menghabiskan sebagian besar kariernya di kompetisi Eropa. Bersama PSIM, ia berharap kualitas yang dimiliki dapat diterjemahkan menjadi kontribusi nyata untuk tim sepanjang musim. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja