Amorim ke AC Milan Merupakan Berkah bagi Manchester United, Ini Alasannya

Satria Putra Sejati • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 16:18 WIB
Mantan pelatih Manchester United yang kini menjadi pelatih AC Milan, Ruben Amorim.
Mantan pelatih Manchester United yang kini menjadi pelatih AC Milan, Ruben Amorim.

RADAR JOGJA - Manchester United berhasil menghemat £8,5 juta (Rp 201 milyar) setelah Ruben Amorim direkrut oleh Milan pada musim panas.

Laporan keuangan kuartal ketiga Setan Merah pada bulan Mei menunjukkan klub berpotensi menanggung beban maksimal sebesar £16,7 juta (Rp 396 milyar) setelah pelatih asal Portugal itu dan stafnya dipecat pada bulan Januari.

Namun, dalam laporan keuangan akhir tahun Manchester United yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan bahwa penunjukan Amorim di Milan pada bulan Juni memangkas biaya kompensasi kepergiannya dan menyelamatkan Manchester United dari kewajiban membayar sisa nilai kontraknya secara penuh.

Laporan setahun penuh menunjukkan United membayar £8,2 juta (Rp 194 milyar) untuk "pos pengeluaran luar biasa" (exceptional items), yang terutama disebabkan oleh paket pesangon bagi Amorim dan staf pendukungnya, serta biaya restrukturisasi perusahaan tahap akhir.

Baca Juga: Chelsea Pantau Bek Muda Real Sociedad, Siap Rogoh Rp900 Miliar pada Januari

Ketika manajer diberhentikan, kontrak standar tidak selalu mengharuskan pembayaran sisa gaji secara penuh di muka dalam satu jumlah sekaligus.

Sebaliknya, klub terus membayar gaji mingguan hingga kontrak berakhir atau sampai mendapatkan pekerjaan baru.

Saat petinggi Manchester United memecat Amorim setelah insiden kemarahannya di laga melawan Leeds pada bulan Januari, mereka menghadapi potensi kewajiban maksimal sebesar £16,7 juta untuk menggaji dia dan staf pelatihnya hingga Juni 2027.

Namun, bergabungnya Amorim dengan Milan berarti kewajiban Setan Merah untuk membayar kontraknya berakhir setelah ia menganggur hanya selama lima bulan, sehingga membatasi kerugian menjadi sekitar separuh dari angka tersebut.

Baca Juga: Antusias Warga Senolo Kulon Progo Naik Kereta Api Rail Clinic Ikuti Cek Kesehatan Gratis

Perannya di Milan menyelamatkan klub dari terulangnya fiasco pembayaran besar-besaran seperti saat memecat pendahulu Amorim, Erik ten Hag.

Pelatih asal Belanda itu menerima £15 juta (Rp 355 milyar) di akhir masa jabatannya yang gagal total di Old Trafford pada tahun 2024.

Namun, pembayaran besar tersebut terjadi setelah petinggi Manchester United memutuskan untuk menawarkan kontrak yang lebih baik kepada sang manajer pada musim panas itu, alih-alih membiarkannya melanjutkan sisa tahun terakhir kontraknya.

Ia hanya bertahan selama 14 pertandingan setelah kontrak baru ditandatangani, sebuah langkah yang merugikan United hingga £7 juta (Rp 166 milyar).

Baca Juga: Optimistis Tatap FIFA ASEAN Cup, John Herdman Sebut Talenta Indonesia Siap Jadi Juara 

Pengganti Amorim, Michael Carrick, ditunjuk sebagai manajer permanen setelah membawa MU finis di posisi ketiga Liga Inggris usai menggantikan mantan pelatih Sporting tersebut untuk sementara waktu.

Tim Milan asuhan Amorim mengalahkan tim asuhan Carrick dengan skor 4-2 dalam pertandingan persahabatan pramusim pada bulan Agustus di Wroclaw, Polandia.

Namun, pemilik Milan, Gerry Cardinale, mengadakan 'pertemuan internal' dengan Amorim menyusul kekalahan telak 2-0 dari Benfica di Liga Europa pekan lalu.

Meskipun mengawali kiprahnya di Serie A tanpa kekalahan, pendekatan defensif Amorim mendapat sorotan kritis dari media Italia.

Baca Juga: Serasa 'Match' di Dunia Nyata, Tradisi Cari Jodoh Suku Wodaabe Afrika, Unik No Basa-Basi

Laporan di Italia menyebutkan bahwa Amorim masih mendapat dukungan penuh dari jajaran manajemen Milan dan tidak berencana melakukan perubahan dalam waktu dekat.

Editor : Satria Putra Sejati
laporan keuangan manchester united erik ten hag Ruben Amorim ac milan