Harry Kane Ungkap Kekalahan Argentina sebagai Momen Paling Menyakitkan dalam Kariernya

Bahana. • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 11:47 WIB
Raut kekecewaan Harry Kane setelah kekalahan Inggris dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 pada Kamis (16/07/2026).
Raut kekecewaan Harry Kane setelah kekalahan Inggris dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 pada Kamis (16/07/2026).

RADAR JOGJA – Kapten Timnas Inggris Harry Kane mengakui kekalahan dari Argentina pada Piala Dunia 2026 menjadi salah satu, bahkan momen paling menyakitkan dalam perjalanan kariernya bersama tim nasional.

Inggris harus mengubur ambisi melaju ke partai final setelah takluk 1-2 dari Argentina pada babak semifinal Piala Dunia 2026. Kekalahan tersebut terasa semakin pahit karena The Three Lions gagal mempertahankan performa dan justru mengalami penurunan drastis pada fase akhir pertandingan.

Pelatih Inggris Thomas Tuchel pun mendapat sorotan tajam atas pendekatan taktik yang diterapkan dalam pertandingan tersebut. Kegagalan itu membuat Inggris kehilangan kesempatan tampil di laga final yang digelar di MetLife Stadium, New York.

Kini, sekitar 10 pekan setelah kekalahan menyakitkan tersebut, skuad Inggris kembali berkumpul. Mereka bersiap menjalani pertandingan Nations League dengan menghadapi lawan berat, Spanyol, di Stadion Wembley, Sabtu malam.

Pertandingan melawan juara dunia sekaligus juara Eropa tersebut menjadi awal perjalanan baru Inggris menuju Euro 2028.

Baca Juga: Harry Kane Mempertimbangkan dengan Serius Karir sebagai Kicker NFL setelah Pensiun dari Sepak Bola

Kane Sebut Kekalahan dari Argentina Lebih Menyakitkan

Kane mengakui kekalahan dari Argentina terasa jauh lebih menyakitkan dibandingkan kegagalan penalti yang dialaminya ketika Inggris menghadapi Prancis di perempat final Piala Dunia 2022 di Qatar.

Penyerang berusia 33 tahun itu menilai rasa kecewa semakin besar karena Inggris kehilangan identitas permainan pada momen-momen krusial pertandingan semifinal.

"Saya sudah merasakan bermain di final, semifinal, dan beberapa kali begitu dekat. Setiap kegagalan tentu terasa berbeda. Namun, yang satu ini benar-benar sangat menyakitkan," ujar Kane kepada wartawan.

Kane bahkan menyebut kekalahan tersebut lebih berat dibandingkan penalti yang gagal dieksekusinya saat menghadapi Prancis.

Menurutnya, masalah utama bukan sekadar hasil akhir. Inggris dinilai tidak tampil sesuai dengan karakter dan prinsip permainan yang selama ini mereka bangun.

"Rasanya kami bukan diri kami sendiri sebagai sebuah tim. Bukan tim seperti yang kami inginkan dan yang sudah kami sepakati sebelumnya," kata Kane.

Ia menjelaskan, kekalahan akan terasa jauh lebih sulit diterima ketika sebuah tim bermain dengan meninggalkan prinsip yang mereka yakini.

"Ketika Anda melawan keyakinan sendiri lalu kalah, rasanya bisa 10 kali lebih buruk. Jika kami kalah dengan cara kami sendiri, mungkin kami bisa menerimanya, menghadapinya, lalu melangkah lagi," lanjutnya.

Baca Juga: Lamine Yamal Ungkap Kriteria Ballon d'Or: Bukan Sekadar Jumlah Gol

Kane mengakui luka dari kegagalan tersebut belum sepenuhnya hilang. Namun, ia menyadari Inggris harus segera bangkit.

"Itu sulit dan akan tetap sulit. Tetapi Anda harus terus bergerak maju," tegasnya.

Kekecewaan Kane bahkan begitu besar hingga ia tidak sanggup menyaksikan langsung pertandingan final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina dan Spanyol.

Hadapi Spanyol, Inggris Dituntut Segera Bangkit

Pertemuan Inggris dengan Spanyol di Wembley menjadi ujian mental tersendiri bagi skuad Tuchel. Kekalahan dari Argentina masih menjadi pengalaman pahit yang berpotensi memengaruhi kepercayaan diri para pemain.

Tuchel dituntut mampu mengatasi persoalan mental yang selama ini kerap menghantui Inggris ketika memasuki fase krusial turnamen besar.

Kane sebelumnya juga mendorong adanya komunikasi terbuka di ruang ganti. Menurutnya, Inggris perlu membicarakan secara langsung berbagai persoalan yang membuat mereka kesulitan menghadapi tim-tim elite.

Kemenangan meyakinkan atas Spanyol tentu bisa menjadi modal penting untuk mengembalikan kepercayaan diri pemain sekaligus suporter.

Baca Juga: New Honda Stylo 160 Semakin Fashionable dengan Pilihan Warna Baru

Sebaliknya, kekalahan dari juara dunia dan Eropa di Wembley berpotensi membuat tekanan terhadap Tuchel semakin besar.

Laga melawan Spanyol pun bukan sekadar pertandingan pembuka Nations League. Duel tersebut menjadi kesempatan bagi Inggris untuk menunjukkan bahwa mereka telah belajar dari kegagalan di Piala Dunia dan siap memulai kembali perjalanan menuju Euro 2028. 

Editor : Bahana.
spanyol harry kane argentina timnas inggris piala dunia 2026