Lamine Yamal Ungkap Kriteria Ballon d'Or: Bukan Sekadar Jumlah Gol

Satria Putra Sejati • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 10:24 WIB
Selebrasi Lamine Yamal setelah mencetak gol dalam kemenangan Barcelona atas Levante di La Liga.
Selebrasi Lamine Yamal setelah mencetak gol dalam kemenangan Barcelona atas Levante di La Liga.

RADAR JOGJA - Penyerang Barcelona, ​​Lamine Yamal, mengatakan bahwa Ballon d'Or seharusnya diberikan kepada pemain yang paling membuat orang tersenyum, bukan kepada siapa pun yang mencetak gol terbanyak.

Yamal, 19 tahun, menempati posisi kedua di belakang Ousmane Dembele tahun lalu dan kini kembali bersaing untuk meraih penghargaan individu paling bergengsi dalam dunia sepak bola tersebut.

Pemenangnya akan diumumkan dalam sebuah upacara di London pada 26 Oktober. Kylian Mbappe (Real Madrid) dan Harry Kane (Bayern Munich) juga masuk dalam daftar kandidat kuat bersama Yamal dan Dembele (Paris Saint-Germain).

Baca Juga: Ronaldo akan Akhiri Karir di Timnas Portugal Jika Gagal Memberikan Kontribusi Nyata

"Menyenangkan rasanya ada lebih banyak pemain yang masuk kandidat penghargaan, lebih banyak perdebatan, dan orang-orang bisa memiliki pendapat yang berbeda-beda," ujar Yamal kepada L'Equipe.

"Pada akhirnya, keputusan ada di tangan para jurnalis. Itu tugas yang sulit bagi mereka. Kami semua punya argumen kuat untuk memenangkannya. Kami semua adalah pemain hebat, jadi kita lihat saja nanti.

"Ballon d'Or adalah penghargaan untuk pemain terbaik tahun ini, sosok yang istimewa, sosok yang aksinya kita nikmati, yang memiliki 'keajaiban', yang membuat Anda tersenyum dan tak sabar menonton pertandingan hanya untuk melihat mereka bermain.

Baca Juga: Eric Cantona Klaim Tidak Akan Perkuat Manchester United Jika Sir Jim Ratcliffe Memimpin Klub Era Itu

"Penghargaan ini bukan semata-mata soal jumlah gol. Saat memikirkan Ballon d'Or, saya teringat Lionel Messi, Ronaldinho... pemain-pemain yang berbeda, pemain yang membuat Anda bermimpi."

Jika hanya mengandalkan jumlah gol, penyerang Inggris, Kane, memiliki peluang besar untuk menang setelah mencetak 61 gol bagi Bayern, klub yang menjuarai Bundesliga.

Sementara itu, Mbappe mencetak 42 gol untuk Real Madrid meski tidak memenangkan trofi apa pun musim lalu, sedangkan Yamal mencetak 24 gol dan Dembele, yang menjuarai kompetisi Eropa bersama PSG mencetak 20 gol.

Baca Juga: Manchester United Jual Potongan Rumput Lapangan Old Trafford Seharta Rp 2,9 Juta, Berminat?

Namun, Yamal yakin gaya bermainnya, ditambah dengan fakta bahwa ia menjuarai Piala Dunia bersama Spanyol, memberinya keunggulan.

"Di lapangan, saya menikmati permainan saya," tambahnya.

"Saya juga cukup beruntung bisa memenangkan banyak trofi bersama Barcelona," lanjutnya.

Baca Juga: Tak Dapat Izin Libur Pilih Resign, Loyalitas Athoes untuk PSS Menang Ditemani, Kalah Tetap Dicintai

"Dan saya memenangkan trofi terbesar dari semuanya, yaitu Piala Dunia bersama tim nasional saya. Namun di luar itu semua, menurut saya cara bermain sayalah yang menjadi argumen terkuat dan hal yang membuat saya berbeda," tegasnya.

Meski masih remaja, Yamal sudah memenangkan hampir semua gelar yang bisa diraih dalam dunia sepak bola, termasuk Kejuaraan Eropa dan Piala Dunia bersama negaranya.

Secara kolektif, satu-satunya trofi yang belum ia raih adalah Liga Champions, namun Ballon d'Or juga menjadi target utama saat ia berusaha mengukuhkan namanya di antara para pemain hebat sepanjang masa.

Baca Juga: Belanda vs Jerman di UEFA Nations League: Jurgen Klopp Debut Lawan Empat Pemain Liverpool

"Ya, saya bermimpi memenangkan Ballon d'Or," ujarnya. "Saya selalu bilang bahwa setiap orang harus memiliki ambisi setinggi mungkin. Jika saya seorang pelayan restoran, saya pasti ingin menjadi pemilik restoran itu.

"Saya bermain untuk mencetak sejarah, supaya dalam 30 tahun ke depan anak-anak akan berkata: 'Dia pemain yang sangat hebat.' Tapi itu bukan obsesi. Saya tidak pernah berpikir 'Saya ingin lebih hebat daripada Pele atau Messi.' Saya tidak ingin membandingkan diri saya dengan orang lain.

"Saya ingin menjadi Lamine Yamal. Saya ingin dikenang sebagai Lamine Yamal. Saya berharap bisa dikenang sebagai salah satu pemain hebat. Saya punya kemampuan untuk mewujudkannya; semua bergantung pada diri saya sendiri."

Baca Juga: Habis Operasi, Frederic Injai Masih Butuh Waktu untuk Kembali Merumput Membela PSS 

Sementara itu, rekan setim Kane di Bayern, Luis Diaz mengatakan bahwa mantan penyerang Tottenham itu adalah kandidat terkuat untuk memenangkan Ballon d'Or tahun ini.

"Saya sudah tahu dia mencetak banyak gol, tetapi berlatih bersamanya setiap hari dan melihat mentalitasnya membuat saya semakin kagum," kata Díaz.

"Sulit untuk mendeskripsikannya dalam satu kata saja. Luar biasa hebat, mungkin... menakjubkan. Bagi saya, sulit menemukan kata yang sempurna untuk menggambarkannya.

Baca Juga: Hati-Hati! Kucing Tak Suka Pakai Aksesoris Ini Bisa Timbulkan Kepanikan dan Bahaya

"Menurut saya, dia adalah kandidat nomor satu untuk memenangkan Ballon d'Or. Saya berharap dia yang memenangkannya."

Editor : Satria Putra Sejati
lamine yamal harry kane kylian mbappe Ballon D'or ousmane dembele