Dikritik Telat Ganti Pemain, Pelatih PSIM Van Gastel Tak Suka Bongkar Pasang tapi Tak Antiperubahan

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 06:07 WIB
MASIH STEL PEMAIN: Pemain PSIM Jogja saat berlatih di Stadion Mandala Krida Selasa (11/8). Pelatih Van Gastel belum mengunci 11 pemain utama. Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
MASIH STEL PEMAIN: Pemain PSIM Jogja saat berlatih di Stadion Mandala Krida Selasa (11/8). Pelatih Van Gastel belum mengunci 11 pemain utama. Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
 
 
JOGJA - Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel tak ingin terlalu sering bongkar pasang susunan pemain di starting XI nya. Namun, bukan berarti pelatih asal Belanda itu menutup ruang perubahan. Baginya, keputusan mengubah komposisi tim tetap terbuka selama didasari pada pertimbangan taktis maupun kualitas pemain yang dibutuhkan dalam pertandingan.
 
Pendekatan tersebut terlihat dalam perjalanan PSIM di BRI Super League 2026/2027. Salah satu contohnya saat menghadapi Madura United pada pekan ketiga, Jumat (18/9). Van Gastel memainkan dua penyerang, yakni Adrian Dalmau dan Nermin Haljeta secara bersamaan sejak menit awal.
 
Keputusan itu menjadi perubahan menarik dalam komposisi lini depan Laskar Mataram. Sebab, sepanjang musim lalu maupun dua pertandingan awal musim ini, PSIM lebih sering mengawali laga dengan satu penyerang, sebelum menambah pemain depan ketika membutuhkan gol.
 
Baca Juga: Stunting di Kot Jogja Turun Signifikan, Kini Jadi 8,24 Persen: Klaim Intervensi Gizi sejak Dini
 
Saat menghadapi Persita Tangerang dan Persebaya Surabaya, Dalmau menjadi pilihan utama di lini depan. Sementara ketika melawan Madura United, Van Gastel memberikan kesempatan kepada Dalmau dan Haljeta untuk bermain bersama sejak awal.
 
Haljeta bahkan mencetak gol pembuka pada menit ke-15 dalam pertandingan tersebut. Namun, PSIM akhirnya harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 1-2.
 
Perubahan komposisi itu sejalan dengan prinsip yang disampaikan Van Gastel mengenai cara menentukan pemain. Dia menegaskan, perubahan posisi maupun susunan tim harus memiliki alasan yang jelas.
 
Baca Juga: Bawa Pulang 21 Medali, Bantul Jadi Juara Umum PORPRIDA DIY Tahun Ini
 
"Jika saya mengubah atau mengganti posisi, itu karena alasan taktis yang saya rasa lebih baik untuk tim atau karena kualitas yang kita butuh di pertandingan tertentu," jelas Van Gastel, Rabu (23/9).
 
Menurutnya, keputusan perubahan yang dilakukan juga bukan semata-mata untuk satu pertandingan saja. Jika sudah memutuskan mengubah posisi atau komposisi pemain, secata prinsip dia biasanya mempertahankan keputusan tersebut dalam jangka panjang.
 
"Jika akhirnya saya mengubah posisi, biasanya itu jangka panjang. Saya selalu memberi semua pemain kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka,” jelasnya.
 
Baca Juga: PSIM Jogja Baru Raih Satu Poin, Van Gastel Tak Mau Salahkan Diri Sendiri
 
Prinsip tersebut juga berkaitan dengan proses Van Gastel menentukan starting XI. Ia menjelaskan, salah satu hal yang diperhatikan adalah hubungan antarpemain dan kecocokan mereka dengan sistem permainan yang ingin diterapkan.
 
Van Gastel tidak hanya ingin melihat kemampuan individu, tetapi juga bagaimana para pemain dapat bekerja sama dalam skema yang disiapkan tim pelatih.
 
"Saya harus melihat semua dan memberi kesempatan pemain menunjukkan kemampuan, jadi saya bisa membuat keputusan yang jujur, siapa yang akan menjadi starting XI," ungkapnya.
 
Baca Juga: Manfaat Penggunaan Compressed Natural Gas (CNG), Nyala Api Lebih Stabil dan Biru
 
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa kesempatan bermain menjadi bagian dari proses evaluasi. Pemain harus menunjukkan kemampuannya sekaligus memperlihatkan kecocokan dengan kebutuhan tim.
 
Dalam konteks musim ini, perubahan komposisi lini depan PSIM menjadi salah satu gambaran penerapan pertimbangan tersebut. Van Gastel memiliki pilihan untuk memainkan satu atau dua penyerang, bergantung pada kebutuhan taktis yang ingin diterapkan.
 
Meski demikian, belum ada kepastian bahwa duet Dalmau-Haljeta akan menjadi pilihan permanen. Van Gastel sendiri menegaskan bahwa perubahan harus didasarkan pada kebutuhan tim, bukan sekadar keinginan untuk terus mengganti susunan pemain.
 
“Jadi saya juga tidak suka jika harus bongkar pasang pemain terus-menerus,” tegasnya. (iza)
Editor : Heru Pratomo
bongkar pasang Van Gastel PSIM Belanda PSIM Jogja