SLEMAN - ratusan suporter dari wadah Slemania mendatangi sesi latihan tim Super Elang Jawa di Lapangan Pakembinangun, Pakem, Sleman, Rabu (23/9) sore. Kedatangan para pendukung setia ini menjadi bentuk luapan kekecewaan sekaligus suntikan peringatan keras bagi skuad Laskar Sembada yang belum juga meraih poin manis di awal musim 2026/2027 ini.
Ketua Umum Slemania Richo Dwi Kuncoro mengungkapkan aksi mendatangi latihan rutin ini sebenarnya bermaksud untuk memberikan dorongan moral, serta menuntut jajaran pelatih dan pemain agar segera berbenah. Sebab menurutnya, laga selanjutnya menjadi harga mati bagi PSS Sleman untuk meraih poin penuh.
"Kalau dari teman-teman Slemania sendiri kami menuntut untuk berbenah. Berbenah, dan laga selanjutnya ini wis piye carane menang (bagaimana caranya harus menang)," katanya usai aksi.
Baca Juga: Jumlah Perokok Anak di Kota Jogja Naik, Tembus 660 Jiwa: Dinkes Ungkap Penyebabnya!
Richo tak menampik, kekecewaan mendalam dirasakan oleh seluruh pendukung. Pasalnya, performa tim di tiga laga awal dinilai jauh dari ekspektasi.
Oleh karena itu, saat berdialog langsung dengan tim, pihak Slemania menekankan bahwa para pemain tidak hanya sekadar bertanding di lapangan, melainkan membawa beban harapan dari seluruh masyarakat Kabupaten Sleman.
"Tadi yang disampaikan pertama terkait kegagalan di tiga laga kemarin. Terus ya ke depannya ini suporter sudah seperti ini, Slemania sudah sampai sini. Istilahnya memberi motivasi juga. Njaluk tulung, tulung iki dianu lho. Oleh main ki diapikke, ora mung asal main. Soalnya kan membawa harapan orang se-Kabupaten Sleman," tegasnya.
Baca Juga: Kekhawatiran Debit Air Perlu Dipantau, DPUPESDM: Dampak Lingkungan Jadi Kewenangan DLHK
Disinggung mengenai tanggapan tim pelatih, Richo menceritakan bahwa jajaran pelatih yang dipimpin oleh Pieter Huistra beralasan lawan-lawan yang dihadapi di tiga laga pembuka memang merupakan tim-tim berat. Kendati demikian, Slemania menegaskan alasan tersebut tidak bisa terus dijadikan pembenaran.
Menatap pertandingan krusial berikutnya kontra PSM Makassar mendatang, Slemania belum menyuarakan tuntutan radikal seperti desakan evaluasi pelatih atau ultimatum manajemen. Richo mengaku pihaknya masih mencoba menghargai proses yang berjalan, sembari terus berkoordinasi dan mengalir bersama elemen suporter PSS Sleman lainnya, termasuk kelompok tribune selatan.
"Kalau sementara kami masih percaya proses. Nanti misal luput-lupute lawan PSM belum bisa meraih poin maksimal, ya nanti bagaimana itu semua keputusan dari teman-teman. Kami mengalir saja dan tetap ikut konsolidasi bareng teman-teman yang lain," cetusnya.
Baca Juga: Memeriahkan dan Menyambut HUT ke-81 KAI, 500 Peserta Tarik Lokomotif Seberat 84 Ton: Ini Pemenangnya
Sementara, pelatih PSS Sleman Pieter Huistra mengaku sebenarnya skuad tim Bumi Sembada juga memiliki pemikiran yang sama dengan para suporter. Gustavo Tocantins dan kawan-kawan juga tidak mau mendapatkan kekalahan di tiga laga lalu.
"Kami juga tidak ingin kalah. Kami memiliki pemikiran yang sama dengan penggemar, pemain tidak ingin kalah, pelatih tidak ingin kalah, dan penggemar juga tidak," lontarnya. (ayu).
Editor : Heru Pratomo