Dari Lima Hati, Tiga Hati Sudah Hancur, BCS Beri Ultimatum untuk Pieter Huistra dan Manajemen PSS

Guntur Aga Tirtana • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 18:30 WIB
Pemain PSS Sleman mendatangi suporter yang kecewa setelah dikalahkan Madura United
Pemain PSS Sleman mendatangi suporter yang kecewa setelah dikalahkan Madura United
 
 
SLEMAN - Gelombang kekecewaan para Sleman Fans kian tak terbendung. Itu setelah Super Elang Jawa mencatatkan hasil buruk di awal musim Super League 2026/2027.
 
Wadah suporter Brigata Curva Sud (BCS) secara tegas melayangkan ultimatum kepada jajaran manajemen dan pelatih kepala PSS Sleman Pieter Huistra.
 
​Tiga kekalahan beruntun tanpa mengemas satu poin pun menjadi pemantik amarah suporter yang bermarkas di Tribun Selatan Maguwoharjo International Stadium (MagIS) tersebut. 
 
Baca Juga: Pemkal Tuksono Kulon Progo Ungkap Izin Tambang Sungai Progo Tanpa Ada Sosialisasi Warga Terdampak
 
BCS menegaskan batas toleransi bagi juru taktik asal Belanda itu tinggal menyisakan dua laga. Jika PSS kembali menelan kekalahan hingga genap lima kali maka akan ada konsekuensi yang akan didapat oleh manajemen dan tim pelatih. 
 
​Perwakilan BCS Anton Nugroho menyatakan kekecewaan mendalam atas hasil minus yang diraih Laskar Sembada di tiga laga awal. Hasil buruk saat bersua Dewa United di pertandingan terakhir menjadi alarm keras bahwa performa tim sama sekali belum menunjukkan grafik perbaikan.
 
"Kami hanya ingin bertanya dengan manajemen, ini sebenarnya ada apa. PSS kalah tiga pertandingan, nol poin. Kami ultimatum manajemen, jika pertandingan lawan PSM gagal (kalah), maka kami ingin Pieter Huistra out," jelasnya, Rabu (23/9).
 
Baca Juga: Kena Ultimatum Sleman Fans untuk Mundur, Pieter Huistra: Bagi Saya Tidak Masalah
 
​Nada gertakan dan keprihatinan BCS tersebut sebelumnya juga tecermin dalam unggahan simbolis di media sosial mereka yang menampilkan visual lima lambang hati. Tiga hati yang tampak hancur melambangkan tiga kekalahan beruntun yang sudah ditelan PSS Sleman. 
 
"Dalam postingan kami ada lima hati. Tiga hati sudah hancur, itu tandanya tiga laga kita sudah mengalami kekalahan. Masih sisa dua hati lagi. Jadi kami inginnya dan berharapnya PSS bisa menang dalam dua laga ke depan. Lawan PSM kami ingin kemenangan," beber Anton.
 
​Laga kandang menghadapi PSM Makassar mendatang bakal menjadi ujian penghakiman bagi Pieter Huistra. Pertandingan tersebut bukan sekadar perburuan tiga poin perdana, melainkan penentu nasib dan masa depannya di bangku kepelatihan PSS Sleman.
 
"Pokoknya kami meminta kemenangan," tandasnya. (ayu).
Editor : Heru Pratomo
PSS PSS Sleman pieter huistra Ultimatum BCS