SLEMAN - Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra angkat bicara terkait desakan mundur dari para suporter. Pelatih asal Belanda ini mengaku tidak mau ambil pusing jika dalam waktu dekat tidak lagi melatih Laskar Sembada.
"Kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti, bagi saya tidak masalah," tegasnya, Rabu (23/9).
Diketahui, usai kalah dari Dewa United dengan skor 1-2 di pekan ketiga kompetisi Super League musim 2026/2027 laku. Gelombang desakan dari suporter kian kencang dilancarkan kepada Pieter Huistra.
Para suporter ingin agar pelatih berusia 59 tahun tersebut menanggalkan jabatannya dari kursi kepelatihan Super Elja. Ini buntut dari rentetan hasil minor yang diraih di awal musim.
Diketahui, PSS Sleman harus menelan pil pahit usai mencatatkan tiga kali kekalahan secara beruntun dalam tiga laga perdana kompetisi Super League musim 2026/2027. Catatan tanpa poin itulah yang memicu kekecewaan mendalam bagi para Sleman Fans.
Kendati berada di bawah bayang-bayang tekanan besar, mantan pelatih Borneo FC itu mengaku tidak mau ambil pusing. Huistra malah mengapresiasi loyalitas dan militansi yang ditunjukkan para suporter PSS Sleman.
Menurutnya, reaksi emosional dari para pendukung merupakan hal yang wajar ketika tim kesayangannya belum mampu meraih hasil maksimal di lapangan.
"Setiap kali kami kalah, mereka pun merasa kehilangan," lontarnya.
Meski demikian, Huistra tetap menaruh harapan besar agar para pendukung tidak berpaling dan terus memberikan suntikan semangat bagi skuad Super Elja di tengah situasi sulit ini.
Sebab ia menyakini, para anak asuhnya bakal segera memecah kebuntuan dan mengamankan poin di laga selanjutnya.
"Saya yakin 100 persen bahwa poin-poin tersebut akan datang kepada kami. Sejauh ini, kami seharusnya bisa meraih poin lebih banyak," bebernya. (ayu).
Editor : Heru Pratomo