Super Elja Belum Terbang Tinggi! PSS Catat Hattrick Kekalahan di Awal Musim, Suporter Mulai Resah

Rahmawati Wulandari • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 16:30 WIB
NOL POIN LAGI: Para pemain PSS Sleman saat berduel dengan pemain Dewa United di Banten International Stadium, Minggu (20/9) sore. (Dok. PSS Sleman)
NOL POIN LAGI: Para pemain PSS Sleman saat berduel dengan pemain Dewa United di Banten International Stadium, Minggu (20/9) sore. (Dok. PSS Sleman)

SLEMAN – Start PSS Sleman di BRI Super League 2026/2027 benar-benar jauh dari harapan. Tiga pertandingan sudah dijalani, tetapi belum satu pun poin berhasil dikantongi.

Terbaru, Super Elang Jawa kembali tumbang setelah kalah 1-2 dari Dewa United Banten FC pada pekan ketiga di Banten International Stadium, Minggu (20/9/2026).

PSS sebenarnya masih mampu menjaga permainan tetap ketat pada babak pertama. Namun, memasuki paruh kedua pertandingan, Dewa United mampu memanfaatkan momentum.

Taisei Marukawa membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-49. Delapan menit berselang, Carlos Iury da Silva menggandakan keunggulan Dewa United menjadi 2-0.

PSS baru mampu memberikan respons pada menit ke-72 melalui Christophe Nduwarugira. Gol tersebut sempat membuka harapan untuk membawa pulang poin.

Baca Juga: Ambisi Jadi Bumerang, 6 Bintang Ini Harus Membayar Mahal Demi Mengejar Rekor dan Prestasi

Namun, upaya Super Elang Jawa mengejar ketertinggalan tidak membuahkan gol tambahan. Hingga peluit panjang berbunyi, PSS harus menerima kekalahan 1-2.

Hasil tersebut memperpanjang catatan buruk PSS pada awal kompetisi.

Pada laga perdana 4 September, PSS kalah tipis 1-2 dari Bali United. Seminggu kemudian, giliran Madura United yang membawa pulang kemenangan dari Stadion Maguwoharjo dengan skor 3-1.

Artinya, dalam tiga pertandingan pertama, PSS selalu gagal meraih poin.

Dari tiga laga tersebut, PSS baru mencetak tiga gol, sementara gawang mereka sudah kebobolan tujuh kali. Catatan tersebut membuat Super Elang Jawa harus bekerja keras untuk segera meninggalkan papan bawah klasemen.

Dukungan Besar Belum Berbuah Poin

Situasi tersebut tentu menjadi perhatian para pendukung PSS. Terlebih, dukungan yang diberikan suporter sejak awal musim begitu besar.

Ketika menjamu Madura United di Stadion Maguwoharjo, lebih dari 14 ribu penonton hadir memberikan dukungan. Tiket pertandingan tersebut bahkan dikabarkan habis sekitar dua jam setelah penjualan dibuka.

Dukungan juga diberikan ketika PSS menjalani laga tandang. PSS Fans turut hadir memberikan semangat saat tim menghadapi Bali United.

Menjelang pertandingan kontra Dewa United, kapten PSS Cleberson juga menyebut dukungan suporter sebagai salah satu kekuatan penting bagi tim.

Sayangnya, energi dari tribun belum mampu diterjemahkan menjadi hasil positif di lapangan.

Baca Juga: Gubernur DIY Serahkan Persoalan Dugaan Pungli di Alkid ke Kepolisian dan Pemkot Jogja

Tiga pertandingan berlalu tanpa tambahan angka. PSS pun kini harus segera menemukan solusi sebelum tekanan semakin besar.

Pieter Huistra Akui Lawan Berat

Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra mengakui bahwa situasi yang dihadapi tim tidak mudah.

Usai pertandingan melawan Dewa United, Huistra menilai jalannya laga berlangsung cukup berimbang. Menurutnya, sejumlah momen menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.

Ia juga menyadari PSS langsung menghadapi lawan-lawan berat pada tiga pertandingan awal kompetisi. Bali United, Madura United, dan Dewa United menjadi tiga tim yang dihadapi Super Elang Jawa secara beruntun.

Namun, beratnya lawan tidak mengubah fakta bahwa PSS belum memperoleh satu pun poin.

Kini, pekerjaan rumah Huistra dan skuadnya semakin besar. Pembenahan harus segera dilakukan, baik dari sisi pertahanan maupun efektivitas serangan.

Bagi suporter, kemenangan pertama menjadi sesuatu yang mulai mendesak untuk diwujudkan. Sebab, kompetisi masih panjang, tetapi PSS tidak boleh terus kehilangan poin jika ingin menghindari tekanan lebih besar di papan bawah.

Baca Juga: Influenza Mulai Naik di Indonesia, Positivity Rate 46 Persen, Covid-19 Masih Rendah

Musim memang baru berjalan tiga pertandingan. Namun, rentetan hasil negatif tersebut menjadi alarm bagi Super Elang Jawa.

PSS harus segera bangkit sebelum selisih poin dengan tim-tim lain semakin melebar dan perjuangan keluar dari papan bawah menjadi jauh lebih berat.

Editor : Bahana.
PSS Sleman PSS Fans pieter huistra BRI Super League Dewa United