RADAR JOGJA - Enzo Maresca bisa sedikit bersantai selama jeda internasional setelah Manchester City melanjutkan awal musim yang sempurna,namun mengakui kemenangan dramatis 5-3 atas Sunderland pada Minggu (20/9) malam tidaklah baik bagi tekanan darahnya.
Sunderland dua kali menyamakan kedudukan di babak pertama yang penuh gejolak. Brian Brobbey membalas gol-gol dari Enzo Fernandez dan Rayan Cherki sebelum Antoine Semenyo membawa The Citizens unggul 3-2 saat turun minum.
Namun Brobbey dengan cepat mencetak hattrick, dan ManchesterCity akhirnya membutuhkan gol Erling Haaland pada menit ke-81 untuk memastikan keunggulan tiga poin di puncak klasemen Liga Inggris.
Baca Juga: Bournemouth 0-1 Liverpool, Iraola Puji Penampilan Konsisten Jeremy Jacquet
Di tengah situasi yang sengit itu, permintaan penalti Sunderland ditolak setelah Elliot Anderson tampak melakukan handball di dalam kotak penalti saat kedudukan masih 3-2.
"Sejujurnya, saya lebih memilih menang 1-0 daripada 5-3, tetapi saya memang memperkirakan pertandingan yang sangat sulit," ujar Maresca.
"Saya tahu betapa bagusnya mereka. Sangat agresif saat tidak menguasai bola, dan saat menguasai bola mereka punya berbagai senjata, mulai dari situasi bola mati hingga sosok Brobbey," imbuhnya.
Baca Juga: Tim Riset Untidar Bawa Solusi Soal Pengelolaan Sampah, Diubah Jadi Energi hingga Paving Block
Sejak kalah di Community Shield melawan Arsenal, Manchester City telah memenangkan lima pertandingan liga secara berturut-turut, serta memenangkan laga pembuka Liga Champions dan mengalahkan Norwich di Carabao Cup.
"Saya tahu ini pertandingan yang sulit, tetapi saya senang karena kami menemukan cara untuk memenangkannya. Hal positif lainnya adalah ketujuh pertandingan resmi yang kami jalani ini semuanya berbeda satu sama lain," tambah Maresca.
"Kami mengalami situasi yang beragam. Yang terakhir saat bermain dengan 10 pemain melawan Manchester United, hari ini situasinya rumit, lalu saat melawan Bournemouth kami sempat tertinggal 1-0, jadi ini juga menjadi kesempatan untuk belajar dari pertandingan-pertandingan tersebut," jelasnya.
Baca Juga: Gelar Diskusi Gig Economy, DPW PKB DIY: Belum Sepenuhnya Diakomodir di Revisi UU Ketenagakerjaan
Sunderland memberikan banyak masalah bagi Manchester City. The Black Cats tidak hanya bertahan, tetapi bermain menyerang dan mencegah The Citizens mendapatkan kendali permainan seperti yang biasanya mereka nikmati saat bermain di kandang.
Maresca mengakui bahwa setidaknya dua dari tiga gol Sunderland terjadi dengan cara yang terlalu mudah dari sudut pandang Manchester City.
"Tentu saja kita bisa mengendalikannya dengan lebih baik lewat penguasaan bola, tetapi ada kalanya kita ingin mengontrol atau menguasai bola namun harus menghadapi tim lawan yang juga punya rencana sendiri," kata Maresca.
Baca Juga: DPRD dan Pemda DIY Sepakati Perubahan KUA/PPAS APBD TA 2026, Prioritaskan Pembangunan di Perbatasan
"Pertandingan Sunderland melawan Arsenal pekan lalu adalah laga gila lainnya. Ada satu tim lagi yang tampil habis-habisan," tegasnya.
Sunderland memang kalah, namun meninggalkan Etihad dengan kepala tegak setelah memberikan banyak kesulitan bagi Manchester City.
"Ini memang kekalahan, tetapi kami bangga dengan kualitas skuad ini," kata pelatih Sunderland, Regis Le Bris.
Baca Juga: Pajak Sudah Dibayar tapi Izin Belum Tuntas, Manajemen On The Rock Pastikan Akan Tetap Beroperasi
"Kami menciptakan banyak peluang. Mungkin kami layak mencetak dua atau tiga gol lagi. Pertandingannya sangat ketat," pungkasnya.
Editor : Satria Putra Sejati