Suporter Muslim Manchester United Desak Sir Jim Ratcliffe Tinggalkan Klub

Satria Putra Sejati • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 11:03 WIB
Sir Jim Ratcliffe (istimewa)
Sir Jim Ratcliffe (istimewa)

RADAR JOGJA - Manchester United's Muslim Supporters' Club (MUMSC) atau Suporter Muslim Manchester United telah mendesak pemilik klub, Sir Jim Ratcliffe untuk meninggalkan klub tersebut, menyusul komentar terbarunya mengenai imigrasi di tengah kesulitan performa Setan Merah di lapangan.

Ratcliffe, yang pada bulan Februari sempat menyatakan bahwa Inggris telah dijajah oleh imigran dan kemudian meminta maaf jika pernyataannya menyinggung pihak mana pun, pekan ini kembali menegaskan pandangannya dalam wawancara 'Big Boss' di BBC.

Pria berusia 73 tahun yang berdomisili di Monako ini kembali menyampaikan pandangannya tentang imigrasi, dengan mengatakan bahwa negara tersebut sedang mengalami kemunduran akibat hal itu.

Baca Juga: Spill Minyak Telon, Carmen H2H Dikira Anak Konglomerat oleh Fans Jepang

"Kita pernah memiliki imperium terbesar di dunia. Kita adalah bangsa yang hebat," kata Ratcliffe.

"Kita memenangkan dua perang dunia. Kita adalah orang-orang yang baik dan jujur. Namun sayangnya, saat ini, menurut saya Inggris sedang mengalami kemunduran. Sulit untuk melihat bagaimana kita bisa menghentikan hal itu," imbuhnya.

"Tidak ada yang cukup tegas untuk menangani masalah imigrasi. Tidak ada yang cukup tegas untuk menangani masalah tunjangan sosial. Namun, seseorang harus melakukannya," jelasnya.

Baca Juga: Banyak Pensiunan ASN dan Warga Mampu Terima Bansos, Kalurahan di Kulon Progo Coret Nama Penerima

MUMSC telah mengecam pernyataan Ratcliffe pada awal tahun ini dan kembali angkat bicara menentang komentar terbarunya, yang mereka sebut sangat mengecewakan.

Manchester United mengawali musim ini dengan sulit. Setan Merah telah kalah dua kali di Liga Inggris dan tersingkir dari Carabao Cup pada putaran awal saat melawan Brighton di tengah pekan.

Para penggemar sempat memprotes kepemilikan saat ini sebelum kekalahan 1-0 dari Manchester City pekan lalu dengan membentangkan spanduk bertuliskan "cara kalian memperlakukan kami sungguh memalukan," dan komentar Ratcliffe mengenai imigrasi mendorong MUMSC untuk menyampaikan sikap melalui platform X.

Baca Juga: Jose Mourinho Tolak Bandingkan Real Madrid dengan Barcelona dan Gambarkan La Liga itu Maraton

Sebagian dari pernyataan sepanjang 750 kata tersebut berbunyi: "Para pemain, staf, petugas lapangan (steward), tim keamanan, dan pendukung kami berasal dari berbagai negara, budaya, etnis, agama, dan latar belakang.

"Manchester United tidak akan menjadi Manchester United tanpa mereka. Keberagaman itu bukanlah kelemahan Manchester United. Itu adalah bagian dari Manchester United.

"Latar belakang yang berbeda. Keyakinan yang berbeda. Pandangan politik yang berbeda. Satu Manchester United. Manchester United secara emosional bukan milik dana investasi, pemegang saham, ataupun miliarder. Klub ini adalah milik generasi pendukung yang mewarisi klub ini dari orang tua dan kakek-nenek mereka, serta yang kelak akan mewariskannya kepada anak-anak mereka.

Baca Juga: Raphinha Hattrick Lagi, Luis Garcia: Sangat Konyol, Dia Tidak Masuk Nominasi Ballon d'Or

"Kami mencintai Manchester United. Klub ini adalah segalanya bagi kami dan, dalam hal sepak bola, klub ini akan selalu menjadi satu-satunya bagi kami. Justru karena itulah kami tidak bisa tinggal diam.

"Masalah ini lebih besar daripada sekadar satu kekalahan. Lebih besar daripada satu manajer. Lebih besar daripada satu musim kompetisi. Ini menyangkut arah, kepemimpinan, dan identitas Manchester United Football Club.

"Setelah bertahun-tahun mengalami kemunduran, janji-janji yang diingkari, dan kegagalan berulang kali, Manchester United Muslim Supporters' Club (MUMSC) telah kehilangan kepercayaan terhadap struktur kepemilikan Manchester United Football Club saat ini.

Baca Juga: Ganas!! Hattrick Mohamed Salah bawa Trabzonspor Taklukkan Galatasaray

"Sudah cukup. Saatnya untuk perubahan. Keluarga Glazer dan Sir Jim Ratcliffe harus pergi.

"'Awal tahun ini, MUMSC secara terbuka mengkritik Sir Jim Ratcliffe menyusul komentarnya yang menyebut Inggris telah 'dijajah oleh imigran.' Saat itu kami mengecam komentar tersebut. Ia kemudian meminta maaf atas pilihan kata-katanya,' demikian bunyi pernyataan terbaru Muslim Supporters' Club.

"Kami berharap pelajaran telah dipetik. Namun jelas, hal itu tidak terjadi.

"Minggu ini, Sir Jim kembali menempatkan isu imigrasi dan penerima tunjangan sosial sebagai pusat penjelasannya mengenai masalah-masalah yang dihadapi Inggris, dengan berargumen bahwa tidak ada seorang pun yang 'cukup tegas' untuk menangani kedua hal tersebut.

"Kami menganggap komentar-komentar terbaru ini sangat mengecewakan dan sama sekali tidak dapat diterima."

Editor : Satria Putra Sejati
Manchester United's Muslim Supporters mumsc liga inggris manchester united sir jim ratcliffe