RADAR JOGJA - Jose Mourinho menolak perbandingan antara tim Real Madrid asuhannya dan Barcelona yang produktif mencetak gol, dengan mengatakan bahwa musim La Liga adalah sebuah maraton menjelang laga Derby Madrid, Minggu (20/9) malam.
Saingan dalam perebutan gelar, Barcelona, telah mencetak 31 gol dalam tujuh pertandingan liga dan unggul enam poin atas Real, sementara tim asuhan Mourinho bersiap untuk bertandang ke Metropolitano untuk laga derbi Madrid melawan Atletico Madrid.
Real Madrid baru kalah sekali, yakni 0-1 saat melawan Real Betis, namun dua kali harus mengandalkan gol dramatis di menit-menit akhir untuk mengamankan tiga poin. Yang terbaru adalah gol kemenangan dari Carlos Espi pada menit ke-91 dalam laga tandang melawan Elche pekan ini.
Baca Juga: Raphinha Hattrick Lagi, Luis Garcia: Sangat Konyol, Dia Tidak Masuk Nominasi Ballon d'Or
"Secara historis maupun kultural, Real Madrid tidak bisa dibandingkan dengan siapa pun," ujar Mourinho.
"Jadi, saya tidak akan membandingkan kami dengan tim mana pun. Saya akan berbicara tentang kami, masalah kami, dan hal-hal yang harus kami perbaiki. Selama beberapa bulan saya berada di sini, saya paham bahwa semakin sulit untuk mendengar hal-hal positif tentang Real Madrid.
"Kami sadar akan masalah yang kami hadapi, tetapi kami juga sangat menyadari kekuatan yang kami miliki serta hal-hal sangat baik yang ada dalam tim kami. Dalam tiga pertandingan di mana kami memasuki menit-menit akhir dengan kebutuhan untuk mencetak gol, kami menyelesaikannya dengan mengerahkan segala upaya serta tekad yang kuat.
Baca Juga: Ganas!! Hattrick Mohamed Salah bawa Trabzonspor Taklukkan Galatasaray
"Selain kualitas, tim ini memiliki kekuatan sebagai sebuah kelompok. Ini adalah maraton. Liga tidak selalu seperti jalan tol yang lurus tanpa hambatan. Namun, kami akan tetap berada di jalur persaingan."
Mourinho mengakui bahwa timnya kesulitan menjaga performa selama 90 menit penuh sejauh musim ini, seperti pada pertandingan melawan Elche.
Saat itu Los Blancos sempat unggul 2-0 namun kebobolan dua gol di akhir laga, sehingga harus berjuang keras demi mencetak gol kemenangan.
Baca Juga: Empat Celah Arsenal yang Dibongkar Brighton, Mampukah The Gunners Pertahankan Gelar Liga Inggris?
"Ini adalah sebuah proses," kata Mourinho.
"Jika pelatih yang telah melatih selama dua, tiga, empat, lima, atau sepuluh tahun saja berbicara tentang proses dan evolusi, bayangkan bagaimana situasinya bagi kami yang baru bersama selama beberapa bulan."
Dilain sisi, Mourinho memuji rekan sejawatnya, Simeone, yang telah menangani Atletico sejak masa jabatan pertama Mourinho di Bernabeu.
Baca Juga: Roma Sempat unggul Dua Gol, Inter Milan Bangkit untuk Amankan Hasil Imbang berkat Brace Lautaro
"Anda mengucapkan banyak hal konyol sepanjang karier Anda," ujar Mourinho saat ditanya mengenai komentarnya di masa lalu tentang Simeone.
"Terkadang Anda terbawa suasana, dan terkadang itu merupakan langkah strategis. Namun pada akhirnya, Anda menaruh rasa hormat atau tidak... Kami kembali menjadi rival, tetapi kami adalah rekan seperjuangan."
Editor : Satria Putra Sejati