RADAR JOGJA - Pelatih Sevilla, Luis Garcia menyebutnya sebagai hal yang konyol bahwa Raphinha tidak masuk dalam daftar nominasi Ballon d'Or, setelah menyaksikan penyerang Barcelona itu mencetak hat-trick dalam kekalahan 1-3 timnya pada Minggu (20/9) dini hari.
Raphinha melanjutkan performa gemilangnya dengan mencetak tiga gol lagi di Stadion Sanchez-Pizjuan, saat Blaugrana meraih kemenangan ketujuh dari tujuh pertandingan di awal musim La Liga.
Penyerang asal Brasil itu kini telah mencetak 12 gol di liga dan 14 gol di semua kompetisi setelah beralih posisi menjadi penyerang tengah musim panas ini.
Baca Juga: Ganas!! Hattrick Mohamed Salah bawa Trabzonspor Taklukkan Galatasaray
Namun, namanya tidak masuk dalam daftar pendek 30 pemain untuk Ballon d'Or yang diumumkan awal bulan ini.
"Sungguh konyol dia bahkan tidak masuk nominasi Ballon d'Or," ujar Luis Garcia.
"Dia adalah pemain penentu kemenangan. Itulah sebabnya saya tidak percaya pada penghargaan-penghargaan semacam itu. Dia melakukan segalanya," lanjutnya.
Baca Juga: Empat Celah Arsenal yang Dibongkar Brighton, Mampukah The Gunners Pertahankan Gelar Liga Inggris?
Sevilla mengawali pertandingan dengan baik melawan Barcelona, sempat unggul lewat gol Youssouf Fofana dan berpeluang menjadi tim pertama yang mencuri poin dari juara bertahan Spanyol tersebut musim ini.
Akan tetapi, seperti banyak tim sebelumnya dalam sebulan terakhir, Los Nervionenses tidak mampu membendung Raphinha, yang mencetak gol penyeimbang sebelum jeda babak pertama dan menambah dua gol lagi di babak kedua.
"Barcelona bermain di level tertinggi, meskipun yang menjadi perhatian saya adalah Sevilla," tambah Luis Garcia.
Baca Juga: Roma Sempat unggul Dua Gol, Inter Milan Bangkit untuk Amankan Hasil Imbang berkat Brace Lautaro
"Barca harus mengerahkan kemampuan terbaik mereka untuk mengalahkan kami hari ini. Saya bangga dengan para pemain saya," jelasnya.
Performa luar biasa Raphinha ini muncul setelah pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengubah posisinya menjadi pemain nomor 9 (penyerang tengah), menyusul kepergian Robert Lewandowski pada musim panas dan kegagalan klub mendatangkan Julian Alvarez.
Hattrick pada laga ini tercipta hanya beberapa jam setelah direktur olahraga Barca, Deco, mengonfirmasi adanya kesepakatan bagi Raphinha untuk menandatangani kontrak baru hingga 2030, mengingat kontraknya saat ini akan berakhir pada 2028.
Baca Juga: Kapal Induk Pertama Indonesia Tiba di Jakarta, Giuseppe Garibaldi Segera Resmi Jadi KRI Sriwijaya
"Bagi klub, memperbarui kontrak Raphinha adalah keputusan terbaik," ujar Flick.
"Saat melihat bagaimana ia menjalin hubungan dengan para penggemar dan tim... Dia adalah seorang pemimpin.
"Musim ini performanya luar biasa. Babak kedua hari ini sungguh hebat. Kami tahu kualitas Raphinha dan kami sangat senang dengannya. Dia memberikan banyak kontribusi bagi kami.
Baca Juga: Kemeriahan Run’N Shine 2026 di UGM Jogja, Kolaborasi Lari, Kuliner, dan Musik
"Keputusan untuk memainkannya di posisi tengah diambil oleh staf pelatih, namun dengan catatan statistik dalam delapan pertandingan ini, dia juga sangat senang bermain sebagai pemain nomor 9."
Kemenangan ini memperpanjang rekor awal musim sempurna Barcelona menjadi delapan kemenangan di semua kompetisi menjelang jeda internasional.
Meski demikian, Flick tetap melihat hal-hal yang tidak ia sukai dalam pertandingan melawan Sevilla tersebut.
Baca Juga: Gampang Diterapkan! 5 Langkah Sederhana Bikin Aura Makin Positif dan Percaya Diri
"Itu adalah pertandingan yang sulit, terutama di babak pertama," ujarnya.
"Kami juga terlalu sering kehilangan bola dengan mudah; itu bukan mencerminkan level dan standar permainan kami biasanya."
Editor : Satria Putra Sejati