Empat Celah Arsenal yang Dibongkar Brighton, Mampukah The Gunners Pertahankan Gelar Liga Inggris?

Bahana. • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 10:10 WIB
Chema Andres dari Brighton and Hove Albion merayakan gol ketiga mereka bersama Luka Vuskovic
Chema Andres dari Brighton and Hove Albion merayakan gol ketiga mereka bersama Luka Vuskovic

JAKARTA – Arsenal harus menerima kenyataan pahit setelah dibantai Brighton & Hove Albion 0-3 dalam lanjutan Liga Inggris 2026/2027 di Stadion Amex. Kekalahan tersebut menjadi yang pertama bagi The Gunners musim ini dan memunculkan kembali tanda tanya mengenai peluang mereka mempertahankan gelar Premier League.

Sebelum laga di markas Brighton, tim asuhan Mikel Arteta tampil nyaris sempurna dengan memenangkan tujuh pertandingan kompetitif secara beruntun. Namun dominasi itu runtuh ketika Brighton tampil agresif sejak menit awal dan membuat Arsenal kesulitan mengembangkan permainan.

Hasil ini sangat kontras dengan kemenangan 2-1 atas Chelsea beberapa pekan lalu maupun kemenangan tipis atas Sunderland yang menunjukkan kemampuan Arsenal meraih poin meski tidak bermain maksimal.

Berikut empat kelemahan Arsenal yang berhasil diekspos Brighton.

1. Masalah Penyerang Tengah Kembali Muncul

Ketiadaan penyerang nomor sembilan yang benar-benar tajam kembali menjadi sorotan.

Baca Juga: Kapal Induk Pertama Indonesia Tiba di Jakarta, Giuseppe Garibaldi Segera Resmi Jadi KRI Sriwijaya

Musim lalu Arsenal sukses meraih banyak kemenangan berkat pertahanan yang solid, sementara produktivitas lini depan beberapa kali dipertanyakan. Pada awal musim ini, kekhawatiran tersebut sempat mereda setelah Arsenal mencetak 16 gol dalam tujuh pertandingan di semua kompetisi.

Namun saat menghadapi Brighton, Kai Havertz gagal memberikan pengaruh besar di lini depan. Penyerang asal Jerman itu kesulitan memenangkan duel dengan bek lawan dan juga membuang peluang emas yang seharusnya bisa membawa Arsenal kembali ke pertandingan.

Sementara Victor Gyokeres juga belum menemukan performa terbaiknya setelah musim debut yang produktif.

2. Lini Tengah Masih Mudah Ditekan

Arsenal memang memperkuat lini tengah pada bursa transfer musim panas dengan mendatangkan Bruno Guimaraes dari Newcastle United.

Gelandang asal Brasil tersebut dikenal memiliki kemampuan bertahan, distribusi bola, dan fisik yang kuat. Namun debutnya sebagai starter di Liga Inggris bersama Arsenal belum berjalan sesuai harapan.

Brighton berhasil memutus aliran bola Arsenal melalui pressing tinggi. Guimaraes kesulitan mengatur tempo permainan dan lini tengah Arsenal beberapa kali kalah jumlah maupun intensitas.

Kondisi itu menunjukkan bahwa kehadiran Guimaraes belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan Arsenal ketika menghadapi tim dengan tekanan agresif.

3. Pertahanan Tidak Seaman Statistik Sebelumnya

Arsenal memiliki reputasi sebagai salah satu tim dengan pertahanan terbaik dalam dua musim terakhir. Mereka hanya kebobolan 27 gol di Liga Inggris musim 2025/2026 dan kembali tampil solid pada awal musim ini.

Namun pertandingan melawan Brighton memperlihatkan sisi lain dari pertahanan Arsenal.

Baca Juga: Kemeriahan Run’N Shine 2026 di UGM Jogja, Kolaborasi Lari, Kuliner, dan Musik

Secara statistik, Arsenal sebenarnya menghasilkan nilai expected goals (xG) lebih tinggi dibanding Brighton. Meski demikian, Brighton tampil jauh lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.

Pascal Gross dan Charalampos Kostoulas sama-sama mencetak gol melalui tembakan jarak jauh yang gagal diantisipasi pertahanan Arsenal.

Ini menjadi pertama kalinya Arsenal kebobolan tiga gol dalam satu pertandingan sejak kekalahan 2-3 dari Manchester United pada Januari lalu.

4. Arsenal Kehilangan Ancaman Bola Mati

Musim lalu Arsenal menjadi tim paling mematikan di Premier League lewat situasi bola mati.

The Gunners mencetak rekor 19 gol dari tendangan sudut sepanjang musim, menjadikan skema tersebut sebagai salah satu senjata utama mereka.

Namun musim ini Arsenal belum mencetak satu pun gol dari sepak pojok maupun bola mati non-penalti di Liga Inggris.

Ironisnya, saat menghadapi Brighton justru mereka kebobolan melalui skema yang selama ini menjadi kekuatan mereka.

Pascal Gross mengirimkan umpan sepak pojok yang berhasil disundul Chema Andres menjadi gol ketiga Brighton. Bek muda tersebut mengalahkan Gabriel Magalhaes dan Martin Odegaard dalam duel udara.

Baca Juga: Arsenal Dibantai Brighton 0-3, Mikel Arteta Soroti Hilangnya Rasa Hormat Pemain

Alarm Bagi Arsenal Sebelum Jeda Internasional

Kekalahan dari Brighton menjadi peringatan keras bagi Mikel Arteta menjelang jeda internasional.

Meski baru satu kekalahan, performa Arsenal di Amex menunjukkan masih ada sejumlah aspek yang harus diperbaiki, mulai dari efektivitas lini depan, kemampuan menghadapi pressing tinggi, hingga konsistensi pertahanan dan bola mati.

Arsenal memiliki waktu sekitar tiga pekan untuk melakukan evaluasi sebelum kembali melanjutkan persaingan Liga Inggris dengan menghadapi Leeds United pada awal Oktober.

Editor : Bahana.
liga inggris mikel arteta arsenal brighton premier league