PSIM Jogja Tumbang 1-2 di Pamekasan, Van Gastel Soroti Peluang yang Terbuang dari Timnya

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 01:52 WIB
Sesi pertandingan dan konferensi pers setelah pertandingan antara PSIM Jogja melawan Madura United Jumat (18/9) malam. (Media PSIM Jogja)
Sesi pertandingan dan konferensi pers setelah pertandingan antara PSIM Jogja melawan Madura United Jumat (18/9) malam. (Media PSIM Jogja)
 
JOGJA
- PSIM Jogja gagal membawa pulang poin dari markas Madura United setelah takluk 1-2 pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (18/9) malam.
 
PSIM sebenarnya mengawali pertandingan dengan cukup baik. Laskar Mataram mampu menciptakan sejumlah peluang pada babak pertama dan mencetak gol lebih dulu. Namun, keunggulan tersebut gagal dipertahankan hingga pertandingan berakhir.
 
Baca Juga: Sasar Padi dan Cabai, Baznas Kembangkan Lumbung Pangan 90 Hektare di Kabupaten Magelang
 
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel menilai timnya seharusnya mampu memanfaatkan peluang yang didapat pada babak pertama untuk menciptakan keunggulan lebih besar.
 
Menurutnya, PSIM memiliki sejumlah kesempatan yang seharusnya bisa membuat timnya unggul dua bahkan hingga tiga gol sebelum turun minum.
 
"Kami harusnya bisa menyelesaikan laga ini pada babak pertama. Saya pikir kami menciptakan beberapa peluang dan harusnya bisa masuk ruang ganti dengan keunggulan 3-0," kata Van Gastel usai laga.
 
Memasuki babak kedua, Madura United tampil lebih agresif. PSIM masih mampu mengawali paruh kedua dengan cukup baik, tetapi kemudian melakukan sejumlah kesalahan teknis yang tidak banyak terjadi pada babak pertama.
 
Baca Juga: Indahnya Toleransi dalam Perayaan Santo Pelindung Universitas Sanata Dharma 2026
 
Van Gastel menilai PSIM perlu segera memperbaiki persoalan tersebut, terutama dalam menjaga konsistensi permainan sepanjang 90 menit.
 
"Hal yang harus kami pelajari dengan cepat adalah kami harus konsisten selama 90 menit. Kami membuat banyak kesalahan teknis yang tidak terlalu kami lakukan pada babak pertama," ujarnya.
 
Madura United kemudian mampu membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan 2-1. Van Gastel menilai hasil tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan.
 
Pelatih asal Belanda itu bahkan menyebut PSIM setidaknya layak mendapatkan satu poin dari pertandingan tersebut.
 
"Saya pikir kekalahan ini tidak sesuai dengan jalannya pertandingan. Setidaknya hasil imbang harusnya lebih adil, tapi seperti yang saya katakan, kami harusnya bisa menyelesaikan laga di babak pertama," tutur Van Gastel.
 
Baca Juga: Selain Pungli ke Food Truck Bolosego, Dishub Kota Jogja Sebut Jukir di Alkid Ilegal
 
Sementara itu, pemain PSIM Savio Sheva menerima hasil tersebut sebagai bahan evaluasi bagi tim. Ia juga memberikan apresiasi kepada Madura United yang berhasil mengamankan tiga poin.
 
"Pertama, selamat untuk Madura pada lag ini mereka mendapat tiga poin. Tentu ini menjadi pelajaran bagi kami ke depan. Semoga pada pertandingan selanjutnya kami bisa tampil lebih baik lagi dan mendapatkan tiga poin," kata Savio.
 
Di kubu Madura United, pelatih Jose Gomes mengakui timnya mengalami kesulitan pada babak pertama. Menurutnya, pemain Madura United tidak menjalankan permainan sesuai dengan rencana yang telah disiapkan.
 
"Babak pertama sangat sulit bagi kami karena kami sendiri yang memperumit pertandingan. Mereka bisa mencetak gol dan pemain kami tidak menjalankan apa yang kami inginkan pada babak pertama," katanya.
 
Gomes menyebut evaluasi saat jeda pertandingan membuat Madura United mampu mengubah permainan. Tim tuan rumah tampil lebih agresif pada babak kedua hingga akhirnya membalikkan keadaan.
 
"Di babak kedua kami melakukan evaluasi dan melakukan beberapa perubahan. Kami menjadi lebih agresif dan ingin mencetak gol. Saya pikir pada babak kedua kami menjadi tim yang lebih baik," ujarnya.
 
Salah satu pencetak gol Madura United, Gali Freitas, turut menilai instruksi pelatih saat jeda menjadi bagian penting dari perubahan permainan timnya.
 
"Pada babak kedua kami menjalankan instruksi dari pelatih, tetap melakukan evaluasi dan fokus. Kami sedikit mengubah permainan dan mendapatkan lebih banyak peluang," kata Gali.
 
Gol tersebut menjadi gol pertama Gali bersama Madura United. Pemain asal Timor-Leste itu mengaku bersyukur atas dukungan yang diberikan rekan-rekan setim dan tim pelatih.
 
"Gol pertama saya di Madura ini membuat saya sangat bersyukur. Saya mendapatkan dukungan dari pemain, tim, dan pelatih. Mereka selalu mendukung saya dan mengatakan bahwa saya harus percaya diri," ucapnya. (iza)
Editor : Sevtia Eka Novarita
BRI Super League 2026/2027 PSIM Jean Paul van Gastel madura united PSIM Jogja