SLEMAN - Tekanan besar kini tengah membayangi PSS Sleman. Rentetan hasil kurang memuaskan di panggung BRI Super League memaksa skuat berjuluk Super Elang Jawa ini harus bekerja ekstra lebih keras. Tak ada istilah bersantai, sesi latihan tim yang berlangsung di Maguwoharjo Internasional Stadium berlangsung dengan intensitas tinggi.
Editor : Heru Pratomo Tim pelatih yang dipimpin jajaran juru taktik PSS tampak fokus merombak dan mengevaluasi kedalaman skuat yang ada. Dalam beberapa sesi latihan terakhir, alur bola dan penataan posisi pemain menjadi sorotan utama.
PSS Sleman terlihat masih aktif membongkar-pasang skema demi menemukan racikan dan formasi yang paling ideal untuk laga away melawan Dewa United yang akan berlangsung pada hari Minggu, 20 September 2026.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Lemahnya koordinasi antarlini dan minimnya penyelesaian akhir yang efektif dalam beberapa laga terakhir telah disinyalir menjadi akar dari terpuruknya performa tim ini.
Sesi latihan pun diisi dengan simulasi pertandingan internal yang cukup ketat. Tim pelatih mencoba beberapa rotasi pemain, guna mencari kombinasi yang sanggup tampil tajam sekalipun disiplin saat bertahan maupun menyerang.
Bagi PSS Sleman, menemukan "formula terbaik" bukan sekadar formalitas taktik saja, melainkan kebutuhan mendesak. Raihan poin penuh di pertandingan selanjutnya menjadi harga mati untuk mendongkrak posisi tim, mengembalikan kepercayaan diri para pemain, sekaligus menjawab keraguan publik dan memenuhi tuntutan para pendukung setia Super Elang Jawa.
Melihat situasi yang ada di skuat PSS saat ini, pelatih Pieter Huistra cukup optimis dalam menatap laga lanjutan kontra melawan Dewa United.
"Jadi ya, kami akan siap. Ini akan jadi pertandingan yang cukup sulit karena Dewa memiliki awal musim yang baik. Jelas bahwa kami sebenarnya ingin mendapatkan beberapa poin lebih banyak. Tapi kami baru saja mulai, jadi kami siap dan optimis untuk menantikan pertandingan ini" ujarnya.
Ujian sesungguhnya kini ada di tangan jajaran pelatih dan seluruh penggawa Super Elja. Mampukah kerja keras dan eksperimen taktik di lapangan latihan ini akan berbuah manis dan mampu untuk memutus tren negatif mereka?
Ferry Dwi