JOGJA - PSIM Jogja membidik poin saat bertandang ke markas Madura United pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027. Laskar Mataram akan menghadapi tuan rumah yang sedang berada dalam kepercayaan diri tinggi setelah meraih dua kemenangan pada dua pertandingan awal musim.
Pertandingan itu berlangsung di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (18/9). PSIM datang setelah menelan kekalahan 0-1 dari Persebaya Surabaya pada pekan sebelumnya.
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul Van Gastel mengatakan, timnya telah melakukan evaluasi pasca pertandingan melawan Persebaya. Setelah itu, tim pelatih juga mempelajari permainan Madura United untuk melihat kekuatan dan kelemahan yang bisa diantisipasi.
"Kami lebih dulu melihat lagi laga melawan Persebaya. Lalu, kami menyaksikan laga Madura untuk melihat kekuatan dan kelemahan mereka, kemudian membandingkan dengan tim kami," ujar Van Gastel dalam konferensi pers jelang pertandingan, Kamis (17/9).
Baca Juga: Pieter Huistra Sambut Baik Ikrar Damai Para Suporter PSS Sleman dan PSIM Jogja
PSIM sendiri memiliki catatan positif musim lalu saat bertandang ke Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan. Musim lalu Laskar Mataram berhasil menang dari tuan rumah dengan skor akhir 3-0.
Namun demikian, Van Gastel menilai Madura United menunjukkan perubahan dibandingkan musim lalu. Menurutnya, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu memainkan sepak bola yang lebih positif dan hasil dua kemenangan yang diperoleh sejauh ini layak didapatkan.
"Madura memulai musim dengan sangat baik. Cara bermain mereka sangat berbeda dibanding musim lalu. Mereka bermain dengan cara yang baik dan positif. Menurut saya, hasil yang mereka dapat memang layak," jelasnya.
Penilaian itu membuat laga melawan Madura menjadi tantangan tersendiri bagi PSIM. Terlebih, Van Gastel melihat ada kesamaan pendekatan permainan yang ingin ditampilkan kedua tim.
"Bagi kami, ini akan jadi pertandingan menarik karena kami juga menyukai upaya memainkan sepak bola seperti yang dilakukan Madura musim ini," kata pelatih asal Belanda ini.
Baca Juga: Kali Pertama sejak Tangani PSIM, Van Gastel Jalani Dua Laga Away tanpa Pulang ke Jogja
Di sisi lain, PSIM memiliki persoalan tersendiri setelah Adrian Purczycki dipastikan absen akibat kartu merah yang diterimanya saat menghadapi Persebaya. Gelandang asal Polandia itu mendapat kartu merah pada menit ke-49, sehingga PSIM harus bermain dengan 10 pemain hingga pertandingan berakhir.
Namun absennya Purczycki tidak dianggap sebagai keuntungan khusus oleh Pelatih Madura United Jose Gomes. Dia menilai PSIM tetap memiliki pemain lain yang siap menggantikan posisi gelandang tersebut.
"Mereka akan bermain dengan 11 pemain. Kami memilih pemain lain untuk bermain dan saya yakin pemain yang masuk akan berusaha memberikan yang terbaik," ujarnya.
Gomes menegaskan Madura juga tidak ingin terlalu fokus pada absennya pemain PSIM. Tuan rumah memilih memusatkan perhatian pada persiapan dan permainan tim sendiri.
"Perhatian kami adalah kepada tim sendiri, bagaimana cara kami bermain dan bagaimana menerapkan apa yang sudah kami kerjakan untuk mencoba mengondisikan permainan Jogja dan memenangkan pertandingan," lanjutnya.
Baca Juga: Dua Laga Beruntun Jadi Starter, Winger PSIM Riyatno Abiyoso Bidik Kepercayaan Van Gastel Lagi
Madura United sendiri mengawali kompetisi dengan dua kemenangan. Hasil itu membuat Gomes ingin melanjutkan catatan positif tersebut di hadapan pendukung sendiri.
"Kami bermain di kandang sendiri, sudah meraih dua kemenangan. Kami termotivasi dan akan mencoba mendapatkan tiga poin," ujarnya.
Sementara itu, pemain PSIM Riyatno Abiyoso menegaskan tim datang ke Pamekasan dengan motivasi baru. Kekalahan dari Persebaya menjadi bahan evaluasi sebelum menghadapi Madura.
"Yang jelas, dari segi pemain kami datang dengan motivasi baru. Kami akan mencoba yang terbaik untuk meraih poin di kandang Madura," ujar Abiyoso.
Sementara itu, pemain Madura United Ardi Idrus mengajak suporter memenuhi stadion untuk memberikan dukungan kepada tim. Dia menilai dukungan dari tribun menjadi bagian penting dalam upaya Madura mempertahankan tren positif di kandang.
"Saya berharap semua suporter datang untuk mendukung kami dan memenuhi stadion, karena mereka sangat penting bagi tim. Kami berjuang di lapangan, mereka juga berjuang di tribun untuk mendapatkan hasil maksimal," kata Ardi.
Bagi PSIM, pertandingan di Pamekasan menjadi kesempatan untuk merespons kekalahan dari Persebaya, sekaligus menguji perkembangan tim pada awal musim. Sementara Madura United berupaya mempertahankan catatan dua kemenangan yang sudah diraih. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja