RADAR JOGJA – Chelsea memasuki era baru dalam struktur kepemilikan setelah Todd Boehly dan Mark Walter melepas saham mereka kepada Clearlake Capital.
Perubahan struktur tersebut diumumkan Chelsea pada Rabu malam. Clearlake Capital yang sebelumnya telah menjadi pemegang saham terbesar kini mengambil kendali penuh atas klub asal London Barat tersebut.
Sebelumnya, Clearlake menguasai sekitar 61,5 persen saham Chelsea. Setelah transaksi dengan Boehly dan Walter, kepemilikannya meningkat menjadi 87,2 persen.
Boehly dan Walter juga melepas kepemilikan mereka di klub saudara Chelsea, Strasbourg yang bermain di Ligue 1 Prancis.
Sementara itu, miliarder asal Swiss Hansjörg Wyss tetap memegang 12,8 persen saham. Chelsea menegaskan Wyss masih menjadi salah satu pemegang saham sekaligus mitra penting dalam struktur kepemilikan klub.
Baca Juga: Celtic vs Ferencvaros di Liga Eropa, Ini Prediksi Skor, Update Tim dan Susunan Pemain
Meski terjadi perubahan besar di tingkat pemegang saham, Chelsea memastikan tidak ada perubahan terhadap aktivitas operasional sehari-hari, jajaran kepemimpinan maupun strategi klub.
Boehly Ucapkan Salam Perpisahan
Boehly sebelumnya menjadi sosok utama dalam konsorsium yang membeli Chelsea dari Roman Abramovich pada 2022 dengan nilai sekitar £2,5 miliar.
Pengusaha asal Amerika Serikat tersebut kemudian mengundurkan diri dari posisi direktur olahraga interim pada Januari 2023. Setelah itu, salah satu pendiri Clearlake Capital, Behdad Eghbali, semakin memiliki pengaruh besar dalam struktur pengelolaan klub.
Spekulasi mengenai keretakan hubungan antara Boehly, Walter dan Clearlake Capital mulai muncul pada 2024. Pada bulan sebelumnya, laporan menyebut Boehly dan Walter tengah mempertimbangkan opsi untuk menjual saham mereka.
Kini, Boehly resmi meninggalkan Chelsea. Klub selanjutnya berada di bawah struktur kepemimpinan yang lebih terpusat di tangan Clearlake, dengan Eghbali dan Jose Feliciano menjadi tokoh utama dalam kepemilikan.
Dalam pernyataan di situs resmi Chelsea, Boehly menyampaikan rasa terima kasih sekaligus keyakinannya terhadap masa depan klub.
"It has been an honour to serve as Chairman of Chelsea Football Club," ujar Boehly.
Ia juga mengapresiasi pihak-pihak yang selama ini membantu Chelsea, mulai dari Premier League, pelatih dan pemain, jajaran staf serta para suporter.
Boehly mengaku menghargai kerja sama dengan Clearlake dan seluruh kelompok pemilik klub selama beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Eropa, Ini Prediksi Skor, Update Tim dan Susunan Pemain
Ia pun meyakini Chelsea memiliki fondasi yang cukup kuat untuk meraih kesuksesan berkelanjutan di bawah kendali Clearlake.
Struktur Kepemilikan Lebih Terpusat
Chelsea menyebut perubahan struktur kepemilikan tersebut sebagai bagian dari persiapan klub memasuki fase perkembangan berikutnya.
Clearlake berencana melanjutkan strategi yang selama ini telah dibangun bersama Boehly dan kelompok pemilik lainnya.
Perubahan ini tentu menarik perhatian suporter. Struktur kepemilikan yang kini lebih terpusat diharapkan mampu membuat pengambilan keputusan klub menjadi lebih jelas dan terarah.
Namun, tantangan terbesar tetap berada di lapangan.
Selama era Boehly, Chelsea belum mampu konsisten bersaing di papan atas Premier League. Posisi terbaik mereka hanya finis di peringkat keempat.
Musim lalu bahkan menjadi salah satu periode mengecewakan karena The Blues hanya mengakhiri kompetisi di posisi ke-10 dan gagal mendapatkan tiket kompetisi Eropa.
Kini Chelsea mencoba membangun arah baru bersama pelatih Xabi Alonso.
Pendekatan transfer klub juga mulai mengalami perubahan. Chelsea tidak lagi hanya berfokus pada pemain muda, tetapi mulai merekrut sejumlah pemain yang lebih matang dan berpengalaman.
Baca Juga: Besiktas vs Marseille di Liga Eropa, Ini Prediksi Skor, Update Tim dan Susunan Pemain
Awal musim 2026/2027 pun menunjukkan tanda-tanda positif. Chelsea saat ini berada di posisi keenam klasemen Premier League dengan tujuh poin dari empat pertandingan, hasil dari dua kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan.
Dengan Clearlake Capital kini memegang kendali mayoritas yang jauh lebih besar, publik akan menanti apakah perubahan struktur kepemilikan tersebut mampu membawa stabilitas sekaligus mengembalikan Chelsea ke papan atas sepak bola Inggris.
Editor : Bahana.