SLEMAN – PSS Sleman dua kali kalah di awal kompetisi Super League musim 2026/2027 membuat banyak orang kecewa.
Termasuk Bupati Sleman Harda Kiswaya meminta manajemen PSS Sleman segera melakukan evaluasi menyeluruh. Hal itu juga untuk menghindari kegaduhan dan kemarahan Sleman Fans.
Diketahui, di dua laga awal Super Elang Jawa sama sekali belum mendapatkan poin. Oleh karena itu Harda menekankan, jika tren negatif itu terus berlanjut, bakal berpotensi memicu kekecewaan berlebih hingga kegaduhan di tingkat suporter.
Baca Juga: Kasus Korupsi HGB di ATR/BPN Libatkan Mantan Bupati Kebumen, Dinilai Buntut Abuse of Power
Baginya, rasa cinta yang besar dari para Sleman Fans yang kerap membuat reaksi emosional itu karena mereka melihat tim kesayangannya telah menelan kekalahan berturut-turut.
"Kalau terus-terusan kalah kan repot, ini soal harga diri. Hal-hal seperti ini harus dipahami oleh manajemen. Jangan hanya menyalahkan suporter," tegasnya kepada para wartawan, Rabu (16/9).
Mantan Sekda Sleman itu berkeinginan untuk bertemu owner PSS Sleman Agoes Projosasmito di Jakarta dalam waktu dekat ini.
Baca Juga: Puskesmas Temon 2 Lakukan Penelusuran Gejala usai Kasus Keracunan MBG di MTs Maarif
Sebab mantan sekretaris daerah (Sekda) Sleman ini berharap manajemen PSS Sleman bergerak cepat memperbaiki performa tim agar iklim kondusif di Bumi Sembada tetap terjaga dan kepercayaan para pendukung dapat pulih kembali.
"Ya prestasilah. Ya tidak ada yang lain, prestasi. Saya masih menunggu jadwal dari, Pak Agoes," ujarnya.
Selain peningkatan prestasi, dalam pertemuan bersama Agoes Projosasmito itu Harda juga ingin berbicara dari hati ke hati.
Sebab dirinya memiliki ikatan emosional yang kuat dengan PSS Sleman. Sejak masa awal pembentukan tim saat masih mengandalkan anggaran APBD. "Kalau kalah terus ya lemas rasanya. Pengin langsung pulang saja, tidak mau nonton. Tapi saya memilih tidak melampiaskannya," tandasnya.
Editor : Heru Pratomo