COMO – Cesc Fabregas menilai kemenangan Como atas Parma menjadi respons penting setelah timnya menjalani pertandingan bersejarah di Liga Champions. Pelatih asal Spanyol itu juga mengaku banyak belajar dari Arsenal dalam membangun karakter permainan Como.
Como menjalani laga kandang perdana mereka di Serie A musim ini dengan menjamu Parma di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Senin (14/9) malam waktu setempat. Sebelumnya, tiga pertandingan awal Serie A harus dimainkan di kandang lawan karena stadion mereka masih menjalani renovasi agar memenuhi standar UEFA.
Sebelum menghadapi Parma, Como baru saja mencatatkan kemenangan besar 4-1 atas RB Leipzig dalam pertandingan Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub, Kamis (10/9).
Kondisi tersebut membuat Fabregas sempat menghadapi tantangan untuk menjaga kebugaran dan konsentrasi para pemain. Namun, ia justru puas melihat bagaimana skuadnya merespons situasi tersebut.
“Beberapa pemain sangat kelelahan sehingga kami melakukan sejumlah perubahan. Saya menyukai bagaimana pemain yang masuk dari bangku cadangan memberikan dampak,” ujar Fabregas dalam konferensi pers.
Baca Juga: Dicopot Prabowo dari Kursi Menkeu, Anak Purbaya: Akhirnya Bapak Bisa Tidur Nyenyak!
Menurutnya, kemenangan atas Parma membuktikan bahwa seluruh pemain dapat diandalkan. Ia bahkan mulai melihat gambaran mengenai seperti apa Como yang ingin dibangunnya.
“Ini merupakan respons penting bagi tim karena menunjukkan bahwa saya bisa mengandalkan semua pemain. Saya sangat senang dengan penampilan mereka. Bagi saya sebagai pelatih, kemenangan ini sangat penting karena saya mulai menyadari seperti apa tim yang bisa kami bentuk,” jelasnya.
Fabregas menyadari Como menghadapi banyak perubahan pada musim ini. Dengan banyaknya dinamika baru, ia menilai tim harus mampu beradaptasi ketika lawan mulai mengubah pendekatan permainan.
“Ketika Anda menciptakan 31 tembakan ke arah gawang tetapi hanya mencetak satu gol, Anda tahu lawan akan melakukan perubahan untuk memperkuat pertahanan. Pada situasi seperti itu, ada risiko kami kebobolan dan akhirnya itu terjadi,” katanya.
Salah satu pemain baru yang mendapat sorotan adalah Kaiki. Bek tersebut mencetak gol kedua Como dalam pertandingan melawan Parma dan membuat Fabregas terkesan.
Kaiki sebelumnya sudah memiliki pengalaman bersama tim nasional Brasil. Fabregas melihat sang pemain mempunyai kualitas yang dibutuhkan Como, terutama dalam aspek bertahan.
“Dia sudah pernah bermain untuk timnas Brasil sehingga memiliki kualitas yang sangat baik dan akan banyak membantu kami. Dia juga sangat menikmati tugas bertahan dan itu terlihat hari ini. Perlahan dia akan beradaptasi untuk memberikan apa yang kami harapkan,” tutur Fabregas.
Fabregas kemudian mengungkapkan bahwa Como juga belajar dari kesuksesan Arsenal. Ia menyoroti kontribusi para pemain belakang dalam mencetak gol, terutama melalui situasi bola mati.
“Dalam sepak bola modern, sangat penting memiliki pemain bertahan yang mampu mencetak gol. Arsenal banyak memenangkan pertandingan dan meraih Premier League berkat gol-gol dari pemain bertahan serta situasi bola mati. Jika kami bisa menambahkan kemampuan tersebut, itu akan menjadi keuntungan bagi kami,” ujarnya.
Baca Juga: Paul Merson Peringatkan Liverpool: Transfer Barcola Belum Menjawab Masalah The Reds
Meski hanya bermain di Serie A menghadapi Parma, Fabregas tetap menunjukkan perayaan penuh emosi ketika pertandingan berakhir. Menurutnya, selebrasi tersebut bukan sekadar karena kemenangan, melainkan karena ia ingin melihat respons mental para pemain setelah menjalani pertandingan Liga Champions.
“Selebrasi saya menunjukkan betapa pentingnya pertandingan ini. Saya ingin melihat apa yang terjadi dalam pikiran para pemain setelah menjalani pertandingan Liga Champions,” ungkapnya.
Fabregas menegaskan bahwa Como tidak boleh kehilangan fokus, terutama pada fase-fase penting pertandingan.
“Jika kami tidak mampu tampil pada level yang tepat selama 40 menit, semuanya akan menjadi sangat sulit,” tambahnya.
Dalam pertandingan tersebut, Moise Kean mendapat kesempatan sebagai starter untuk pertama kalinya sejak bergabung dengan Como. Penyerang asal Italia itu didatangkan dari Fiorentina dan mengambil posisi Tasos Douvikas di lini depan.
Fabregas mengatakan Kean masih membutuhkan waktu untuk sepenuhnya memahami tuntutan permainan Como. Hal serupa sebelumnya juga dialami Douvikas ketika pertama kali bergabung.
“Douvikas sekarang sudah menjadi pemain yang berbeda dibandingkan saat pertama datang. Hal yang sama juga akan terjadi pada Kean. Tim ini menuntut hal yang berbeda dari apa yang biasa dia lakukan sebelumnya. Jadi, semuanya membutuhkan waktu dan kerja keras,” kata Fabregas.
Meski demikian, Fabregas mengaku senang memiliki dua penyerang berkualitas yang bisa menjadi pilihan di lini depan Como.
Editor : Bahana.