RADAR JOGJA – Mantan pemain Arsenal yang kini menjadi pundit Sky Sports, Paul Merson, mempertanyakan keputusan Liverpool mendatangkan Bradley Barcola pada bursa transfer musim panas. Menurutnya, winger asal Prancis itu memiliki kecepatan, tetapi belum menunjukkan kualitas yang dibutuhkan untuk membantu The Reds membongkar pertahanan lawan.
Barcola didatangkan Liverpool dari Paris Saint-Germain (PSG) dengan nilai transfer yang disebut bisa mencapai GBP123 juta. Pemain timnas Prancis tersebut sejauh ini telah mencatatkan tiga penampilan bersama Liverpool pada awal musim.
Merson mengakui Barcola merupakan pemain berbakat. Winger berusia muda itu bahkan menjadi bagian dari skuad PSG yang menjuarai Liga Champions dalam dua musim terakhir.
Namun, kecepatan saja dinilai belum cukup untuk bermain di Liverpool. Merson membandingkan karakter Barcola dengan Mohamed Salah, yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu pemain paling berbahaya di lini depan The Reds.
Baca Juga: Comeback Dramatis, Real Betis Tekuk Villarreal dan Naik ke Posisi Ketiga LaLiga
Menurut Merson, Salah tidak hanya mengandalkan kecepatan. Pemain asal Mesir itu memiliki kecerdikan dalam mengambil keputusan, membaca ruang, serta mencari celah di antara pemain bertahan lawan.
"Saya suka Barcola, tetapi saya tidak yakin dia adalah pemain yang benar-benar dibutuhkan Liverpool. Kalau ditanya apa kekuatannya, jawabannya adalah kecepatan," ujar Merson kepada Sky Sports.
Merson menilai Liverpool membutuhkan pemain dengan kemampuan lebih komplet untuk menghadapi tim-tim yang memilih bermain bertahan.
"Di Liverpool, Anda tidak harus menjadi pemain tercepat di Premier League. Anda membutuhkan sesuatu yang lebih. Mereka membutuhkan pemain yang punya lebih banyak kecerdikan," lanjutnya.
Dia juga menyoroti situasi Florian Wirtz yang sejauh ini belum memberikan dampak sesuai ekspektasi. Merson mengaku menyukai kualitas Wirtz dan menilai sang pemain merupakan talenta istimewa, tetapi performanya di Liverpool belum berjalan sesuai harapan.
Merson Mulai Khawatir dengan Liverpool
Keraguan Merson tidak hanya tertuju kepada Barcola. Dia juga mengaku mulai mengkhawatirkan perkembangan Liverpool di bawah pelatih Andoni Iraola.
Liverpool baru mengumpulkan enam poin dari empat pertandingan Premier League musim ini. Hasil paling mengecewakan datang ketika mereka ditahan imbang 0-0 oleh Fulham di Anfield pada akhir pekan.
Merson menilai hasil tersebut menjadi tekanan besar bagi Iraola karena standar di Liverpool jauh berbeda dibandingkan klub sebelumnya, Bournemouth.
"Saya mulai khawatir dengan Liverpool karena hasil pada Sabtu itu buruk. Sangat buruk," kata Merson.
Baca Juga: Modal Start Sempurna, Arsenal Siap Hancurkan Ipswich di EFL Cup
Menurutnya, Iraola perlu beradaptasi dengan besarnya tekanan di Anfield. Hasil imbang tanpa gol melawan Fulham mungkin tidak menjadi masalah besar bagi Bournemouth, tetapi situasinya berbeda ketika Liverpool yang mengalaminya.
Merson juga meminta Iraola membuat permainan Liverpool lebih terbuka dan berani. Menurut dia, The Reds perlu melepaskan tekanan dan memainkan sepak bola yang lebih agresif.
Persaingan di papan atas Premier League juga menjadi perhatian. Merson melihat Manchester City dan Arsenal mulai menciptakan jarak dengan tim-tim lainnya.
"Setiap pekan yang berlalu, Manchester City dan Arsenal terlihat semakin jauh di depan tim-tim lain. Jaraknya luar biasa besar," ujarnya.
Komentar tersebut menjadi peringatan bagi Liverpool. Dengan investasi besar pada bursa transfer musim panas, The Reds dituntut segera menemukan formula permainan yang mampu mengembalikan mereka ke persaingan papan atas.
Editor : Bahana.