PSIM Jogja Kalah 0-1 dari Persebaya, Kartu Merah Adrian Purczycki Jadi Titik Balik Pertandingan

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 22:48 WIB
Sesi konferensi pers setelah pertandingan antara PSIM Jogja melawan Persebaya Surabaya Minggu (13/9) malam. (Media PSIM Jogja)
Sesi konferensi pers setelah pertandingan antara PSIM Jogja melawan Persebaya Surabaya Minggu (13/9) malam. (Media PSIM Jogja)
 
JOGJA - PSIM Jogja harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya pada pekan kedua BRI Super League 2026/2027. Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Minggu (13/9) malam, Laskar Mataram kalah 0-1. Hasil ini membuat PSIM gagal mengulang kemenangan di GBT seperti musim lalu. Ketika itu, Laskar Mataram mencuri kemenangan 1-0 atas Persebaya.
 
Pertandingan berlangsung berimbang pada babak pertama. Kedua tim sama-sama menciptakan peluang, tetapi tidak ada gol hingga turun minum. PSIM beberapa kali mengancam melalui Riyatno Abiyoso, Ezequiel Vidal, dan Savio Sheva. Sementara Persebaya mengandalkan Francisco Rivera, Miguel Pereira, serta Ramadhan Sananta.
 
Situasi berubah pada menit ke-49. PSIM harus bermain dengan 10 pemain setelah Adrian Purzycki mendapat kartu merah langsung karena menghentikan pergerakan Toni Firmansyah sebagai pemain terakhir.
 
Baca Juga: Perangkat Desa di Kabupaten Kebumen Diminta Netral Jelang Pilkades Serentak Tahun Depan
 
Unggul jumlah pemain, Persebaya meningkatkan tekanan. PSIM lebih banyak bertahan dan sesekali mengandalkan serangan balik. "Babak pertama berlangsung seimbang. Saya pikir pertandingan berubah ketika kami mendapat kartu merah," kata pelatih PSIM Jean Paul Van Gastel usai laga.
 
Van Gastel menyadari, kekurangan jumlah pemain di kubu timnya cukup memengaruhi jalannya pertandingan, dan membuat skema yang sudah direncanakan nya tidak bisa berjalan secara optimal. "Setelah kartu merah itu, kami harus lebih turun karena bermain dengan satu pemain lebih sedikit," ungkap pelatih asal Belanda itu.
 
Persebaya akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-80. Alex Martins mencetak gol melalui sundulan setelah menerima umpan Jefferson Silva. PSIM kemudian berusaha mencari gol penyeimbang dengan melakukan sejumlah pergantian pemain. Namun, hingga peluit panjang, keunggulan Persebaya tetap bertahan.
 
Baca Juga: Kekeringan Meluas di 14 Kecamatan Kabupaten Magelang, 15 Ribu Warga Butuh Air Bersih
 
Di sisi lain, kiper PSIM Jogja Cahya Supriadi mengakui pertandingan berlangsung berat, tetapi menilai timnya tetap mampu memberikan perlawanan. "Pertandingan ini cukup berat untuk kami. Saya ucapkan selamat untuk Persebaya yang bermain bagus, tetapi kami juga bisa memberikan perlawanan," ujar Cahya.
 
Dari kubu Persebaya, pelatih Bernardo Tavares menilai PSIM semakin sulit ditembus setelah bermain dengan 10 pemain karena mampu mempersempit ruang. "Ketika mereka bermain dengan 10 pemain, mereka mempersempit ruang. Itu membuat kami kesulitan mencetak gol," kata Tavares.
 
Sementara itu, Jefferson Silva yang mencatat assist untuk gol Alex Martins menilai kemenangan tersebut merupakan hasil kerja tim. "Di kandang, kami harus bermain agresif dan intens sepanjang pertandingan. Jika kami terus bekerja seperti ini, kami bisa berkembang lebih banyak," kata Jefferson.
 
Kekalahan ini membuat PSIM baru mengoleksi satu poin dari dua pertandingan awal musim. Sebelumnya, Laskar Mataram bermain imbang 1-1 melawan Persita Tangerang pada pekan pertama. (iza)
Editor : Sevtia Eka Novarita
BRI Super League 2026/2027 PSIM persebaya Jean Paul van Gastel PSIM Jogja