PSIM Jogja Kalah 0-1 dari Persebaya Surabaya, Laskar Mataram Gagal Ulangi Kemenangan di GBT

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 21:26 WIB
NIHIL POIN: Pertandingan antara PSIM Jogja melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (12/9) malam. (Media PSIM Jogja)
NIHIL POIN: Pertandingan antara PSIM Jogja melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (12/9) malam. (Media PSIM Jogja)

 

JOGJA - PSIM Jogja harus pulang tanpa poin dari lawatannya ke Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya. Laskar Mataram kalah tipis 0-1 dari tuan rumah Persebaya Surabaya dalam pertandingan pekan kedua BRI Super League 2026/2027, Minggu (13/9) malam.

Hasil ini membuat anak asuh Jean Paul Van Gastel belum mampu meraih kemenangan dalam dua pertandingan awal musim ini. Sebelumnya, Laskar Mataram bermain imbang 1-1 saat menjamu Persita Tangerang pada pekan pertama.

Pertandingan di GBT sejatinya berlangsung cukup seimbang sepanjang babak pertama. Persebaya sebagai tuan rumah tampil agresif pada awal laga dan beberapa kali membahayakan gawang PSIM melalui Francisco Rivera, Miguel Pereira, hingga Ramadhan Sananta.

PSIM sendiri sebagai tim tamu juga tidak tinggal diam. "Anak-anak Jogja" mampu memberikan perlawanan dan bahkan memiliki penguasaan bola yang lebih tinggi.

Beberapa kali PSIM merepotkan lini pertahanan Bajul Ijo melalui serangan dari kedua sisi sayap yang ditempati Riyatno Abiyoso dan Ezequiel Vidal, serta pergerakan gelandang Savio Sheva dan Ze Valente.

Baca Juga: Kontrak Setahun, Marvin Loria Ingin Bertahan Lebih Lama di PSIM meski Belum Rasakan Debut

Namun, kedua tim sama-sama tampil solid dan disiplin dalam menjaga pertahanan. Hingga babak pertama berakhir, tidak ada gol yang tercipta dan skor masih imbang 0-0.

Memasuki babak kedua, situasi berubah bagi PSIM. Di awal paruh kedua, tepatnya pada menit ke-49, Laskar Mataram harus bermain dengan 10 pemain setelah gelandang bertahan Adrian Purzycki diganjar kartu merah langsung oleh wasit Mustafa Kamal.

Purzycki mendapat kartu merah setelah menghentikan pergerakan gelandang Persebaya Toni Firmansyah dalam situasi sebagai pemain terakhir.

Unggul jumlah pemain membuat Persebaya semakin meningkatkan tekanan. Tuan rumah lebih leluasa menguasai permainan dan terus memburu gol, sementara PSIM dipaksa bermain lebih dalam untuk mempertahankan gawangnya.

PSIM praktis lebih banyak mengandalkan serangan balik untuk mengancam pertahanan Persebaya. Kondisi itu membuat tekanan Bajul Ijo semakin dominan setelah PSIM kehilangan satu pemain.

Baca Juga: PSIM Siapkan Blueprint Youth Development hingga Lima Tahun ke Depan, Bidik Bibit Lokal

Gol yang ditunggu para Bonek akhirnya datang pada menit ke-80. Alex Martins berhasil mencetak gol melalui sundulan setelah memanfaatkan umpan akurat dari Jefferson Silva.

Tertinggal, PSIM mencoba merespons dengan melakukan sejumlah pergantian pemain. Franco Ramos dan tim berupaya meningkatkan tekanan untuk mencari gol penyeimbang.

Namun, keunggulan jumlah pemain yang dimiliki Persebaya serta solidnya lini pertahanan tuan rumah membuat upaya PSIM belum mampu menghasilkan gol. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk kemenangan Persebaya tetap bertahan.

Kekalahan ini membuat PSIM gagal mencuri poin dari GBT. Hasil ini sekaligus gagal mengulang kenangan manis musim lalu, ketika mampu menaklukkan Persebaya 1-0 di stadion yang sama. Dari dua pertandingan yang telah dijalani pada musim 2026/2027, PSIM kini mengoleksi satu poin hasil sekali imbang dan sekali kalah. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Gelora Bung Tomo Super League persebaya surabaya PERSITA TANGERANG PSIM Jogja