RADAR JOGJA - Mikel Arteta mengecam keras keputusan wasit yang memberikan penalti kepada Sunderland saat melawan Arsenal, meskipun timnya pada akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor 2-0 di Stadium of Light, Minggu (13/9) dini hari.
Sunderland mendapatkan penalti di awal babak kedua setelah bek Ezri Konsa dinilai melanggar Dan Ballard dalam situasi sepak pojok.
Wasit Stuart Atwell menunjuk titik putih, dan keputusannya diperiksa serta disahkan oleh VAR.
Baca Juga: Enzo Maresca Waspadai Long Ball dari Manchester United di Derbi Manchester
Mulai musim ini, wasit diminta untuk lebih memperhatikan tindakan saling menarik dan mendorong di dalam kotak penalti saat situasi sepak pojok.
"Dia menempel ketat lawannya di tiang dekat dengan posisi tubuh yang salah arah," ujar Atwell mengenai tindakan Konsa saat insiden itu terjadi.
Namun, The Black Cats gagal memanfaatkan keuntungan tersebut karena eksekusi penalti Enzo Le Fee berhasil digagalkan dengan gemilang oleh David Raya.
Baca Juga: Jelang Derbi Manchester, Elliot Anderson: Menguasai Bola, Berikan ke Haaland
Beberapa menit kemudian, Arsenal unggul berkat tembakan Bruno Guimaraes dari luar kotak penalti.
The Gunners memastikan kemenangan di masa tambahan waktu melalui penalti Bukayo Saka, namun Arteta tidak dalam suasana hati untuk merayakannya seusai pertandingan.
"Ini kemenangan besar, tapi hasilnya bisa saja sangat berbeda. Mereka (wasit) bisa saja mengubah jalannya pertandingan," ujar Arteta.
Baca Juga: Pengunduran Diri Batal, Ismail Kartal akan Tetap Pimpin Fenerbahce
"Ya. Hal itu (penalti) tidak bisa diterima di level ini. Tidak bisa diterima. Ini bisa mengubah arah musim kompetisi, bahkan perebutan gelar juara. Saya sudah menonton tayangannya 10 kali untuk memastikannya," imbuhnya.
"Selama 27 tahun saya berkecimpung di dunia sepak bola, kejadian itu sama sekali bukan penalti dalam konteks apa pun, level apa pun, atau liga mana pun. Saya menyaksikannya secara langsung, dan menurut saya mustahil mengambil keputusan penalti seperti itu, karena itu adalah gerakan bantingan judo, memang seperti itulah kejadiannya. Hal itu tidak boleh terjadi," tegasnya.
Editor : Satria Putra Sejati