RADAR JOGJA - Elliot Anderson dengan cepat memahami salah satu tugas utamanya di Manchester City, yaitu mengalirkan bola kepada Erling Haaland.
Gelandang asal Inggris ini langsung menyatu dengan skuad The Citizens sejak kepindahannya dari Nottingham Forest pada musim panas lalu, dan naluri untuk mencari sosok Haaland yang tajam di depan gawang langsung terbentuk dalam dirinya.
"Kami memiliki tanggung jawab untuk menciptakan peluang baginya, dan hal pertama yang terlintas di benak saya saat menerima bola adalah, 'di mana Erling?'," kata Anderson.
Baca Juga: Pengunduran Diri Batal, Ismail Kartal akan Tetap Pimpin Fenerbahce
"Dan menurut saya, itu adalah pola pikir terbaik. Jelas sekali, dia adalah pencetak gol yang sangat berbahaya; jika kami bisa memberikan operan dan peluang yang bagus, dia pasti akan sangat senang," imbuhnya.
Haaland tentu saja mengawali musim baru dengan performa apik dengan mencetak lima gol dalam tiga pertandingan terakhir dan bertekad melanjutkan tren positif tersebut saat derbi Manchester, Manchester City menghadapi rival sekota, Manchester United, di Old Trafford pada Minggu (13/9) malam.
Pertandingan ini sendiri menjadi lebih panas karena komentar Anderson yang menyebut Manchester City sebagai raja Manchester saat ia bergabung dengan klub tersebut.
Baca Juga: Komentar Mourinho untuk Diomande: Punya Potensi Besar, Namun Banyak yang harus Dipelajari
Namun, ucapan itu bukan sekadar upaya untuk mencari perhatian semata, mengingat Anderson sudah mengikuti perjalanan The Citizens sejak kecil.
"Sebenarnya, jauh di lubuk hati saya adalah penggemar Newcastle, tetapi kita pasti punya tim kedua, dan bagi saya, tim itu adalah Manchester City," ujarnya.
"Saya rasa saat itu saya berusia sekitar tujuh atau delapan tahun; saya mulai mengikuti klub ini dan sangat menyukainya. Kakek membelikan saya kaus Manchester City, jadi sejak saat itu saya sangat senang mendukung mereka," jelasnya.
Baca Juga: Tottenham Masih Puasa Kemenangan, Robert De Zerbi Klaim Timnya Kurang Percaya Diri
Anderson merupakan salah satu dari sejumlah pemain bintang yang didatangkan dalam perombakan skuad Manchester City pada musim panas, sebagai persiapan klub menyongsong era baru di bawah asuhan manajer Enzo Maresca.
Enzo Fernández, Ayyoub Bouaddi, Iliman Ndiaye, dan Allan Elias adalah nama-nama besar lainnya yang direkrut.
Pengeluaran Manchester City jauh melampaui Manchester United, namun Maresca menegaskan bahwa besaran nilai transfer tersebut tidaklah relevan.
Baca Juga: Gunung Sakurajima Erupsi Lagi, Kota Kagoshima Diselimuti Hujan Abu Vulkanik
"Saya tidak terlalu memikirkan harganya karena bukan saya yang mengeluarkan uangnya," ujar juru taktik asal Italia itu.
"Yang lebih penting adalah kualitas pemainnya. Mereka yang datang ke sini dan bergabung dengan Manchester United semuanya adalah pemain papan atas. Itulah hal yang paling penting," tambahnya.
"Soal berapa biaya yang dikeluarkan klub untuk mereka? Menurut saya, tidak tepat menilai pemain berdasarkan harga beli karena kondisi pasar saat ini sudah gila," tegasnya.
Editor : Satria Putra Sejati