RADAR JOGJA - Stuttgart kembali ke Liga Champions setelah absen selama satu tahun, dan klub ini dijadwalkan menjamu Viking FK di MHPArena pada Rabu (9/9) malam.
Die Roten berkompetisi di Liga Eropa pada musim 2025-26, sementara lawan mereka asal Norwegia, De Morkebla, berpartisipasi dalam kualifikasi Conference League musim lalu.
Finis di posisi keempat pada musim sebelumnya memastikan Stuttgart akan berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Eropa untuk kedua kalinya dalam dua musim.
Die Roten mengawali musim 2026/27 dengan hasil yang beragam meskipun kekalahan tersebut dapat dimaklumi karena terjadi saat melawan raksasa Bayern Munich di pekan pertama Bundesliga.
Sebastian Hoeness tentu senang karena timnya telah mencetak sembilan gol sejauh musim ini meski gagal mencatatkan clean sheet, lima dari tujuh gol yang bersarang di gawang mereka dicetak oleh Bayern.
Baca Juga: Dua Hari Usai Konsumsi MBG Siswa di Turi Masih Alami Gejala Keracunan, Korban Capai 101 Orang
Pengalaman terakhir Stuttgart di Liga Champions tidak meninggalkan kenangan manis, mengingat tersingkir di fase liga musim 2024/25 setelah finis di peringkat ke-26, dengan raihan 10 poin, mencetak 12 gol, dan kebobolan 19 kali.
Die Roten hanya memenangkan satu dari empat pertandingan kandang di MHPArena selama kampanye Liga Champions musim tersebut, namun tak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir di stadion itu di semua kompetisi, dengan empat kemenangan.
Sementara itu, Viking datang ke pertandingan ini setelah melewati laga kualifikasi melawan Dinamo Zagreb pada bulan Agustus, di mana mengalahkan lawan tersebut dengan agregat 5-3.
De Morkebla saat ini menempati posisi kedua di Eliteserien dengan 44 poin dari 19 pertandingan, tertinggal tiga poin dari pemuncak klasemen, Bodo/Glimt.
Baca Juga: Dua Hari Usai Konsumsi MBG Siswa di Turi Masih Alami Gejala Keracunan, Korban Capai 101 Orang
Pelatih Morten Jensen akan menjadi manajer pertama yang memimpin timnya di Liga Champions sejak 1992, ini juga menjadi kali pertama mereka mencapai fase liga atau fase grup kompetisi Eropa dalam 21 musim terakhir.
De Morkebla tak terkalahkan dalam lima pertandingan di semua kompetisi, dengan catatan tiga kemenangan dan torehan 11 gol.
Viking hanya kalah satu kali dalam tujuh pertandingan tandang terakhir, meskipun harus puas dengan hasil imbang pada tiga di antaranya.
Update tim:
Stuttgart menghadapi masalah absennya sejumlah pemain dimana hingga tujuh pemain diperkirakan akan melewatkan pertandingan ini, termasuk bek tengah Dan-Axel Zagadou.
Baca Juga: Preview dan Prediksi Barcelona vs Feyenoord di Liga Champions, Duel Raksasa Spanyol dan Belanda
Die Roten kemungkinan akan menurunkan Finn Jeltsch, Jeff Chabot, dan Maximilian Mittelstadt dalam formasi tiga bek, dengan trio tersebut dilindungi oleh duet gelandang bertahan (double pivot) Angelo Stiller dan Grischa Promel.
Meskipun Hoeness harus mengatasi beberapa masalah cedera dalam skuadnya, Deniz Undav tersedia untuk memimpin lini serang timnya.
Dilain sisi, Viking kemungkinan besar akan menurunkan susunan pemain utama yang serupa dengan saat menghadapi Dinamo Zagreb di leg kedua; jadi, nantikan kehadiran Gianni Stensness dan Jesper Daland di jantung pertahanan.
Joe Bell kemungkinan akan menjadi jangkar lini tengah, sementara penyerang Peter Christiansen bisa jadi akan diapit oleh pemain sayap Zlatko Tripic dan Amin Cosic.
Baca Juga: Update Hari Kedua Pencarian: Tim SAR Perluas Radius Penyisiran Jurnalis Hilang di Selat Sunda
Prediksi susunan pemain:
Stuttgart (3-4-2-1):
Bredlow (GK); Jeltsch, Chabot, Mittelstadt; Vagnoman, Promel, Stiller, Fuhrich; Undav, El Khannouss; Pejcinovic
Viking FK (4-3-3):
Ostbo (GK); Heggheim, Stensness, Daland, Haugen; Moi, Bell, Askildsen; Tripic, Christiansen, Cosic
Baca Juga: Lahan Sempit Bukan Halangan, Warga Wirobrajan Kembangkan Pertanian di Tengah Kota
Prediksi;
Stuttgart 3-1 Viking FK
Stuttgart jelas layak dijagokan pada pertandingan ini, terutama mengingat minimnya pengalaman tim tamu di kompetisi Eropa.
Viking semestinya berusaha memanfaatkan kelemahan lini pertahanan tuan rumah, namun sulit membayangkan mereka mampu membendung lini depan lawan.
Editor : Satria Putra Sejati