RADAR JOGJA - Manchester City dengan wajah baru. Erling Haaland yang tetap sama. Penyerang asal Norwegia itu mencetak gol ke-300 dalam karier klubnya saat The Citizens melanjutkan rekor kemenangan 100% dengan mengalahkan Coventry 1-0, sekaligus mempertahankan posisi puncak klasemen Premier League pada Sabtu (5/9) malam.
Sebanyak 300 gol Haaland tersebut dicetak selama kiprahnya bersama Molde, Red Bull Salzburg, Borussia Dortmund, dan Manchester City.
Dia hanya membutuhkan 384 penampilan untuk mencapai tonggak sejarah itu dimana catatan waktu yang sedikit lebih lambat dibandingkan bintang Argentina Lionel Messi (365 laga), namun lebih cepat daripada Kylian Mbappe (398 laga) maupun Cristiano Ronaldo (499 laga).
Baca Juga: Schalke 0-0 Bayern Munich, Untuk Pertama Kalinya dalam 18 Bulan, The Bavarians Tidak Cetak Gol
Manchester City telah menghabiskan lebih dari £450 juta (Rp 10,7 triliun) untuk merombak skuad di bawah manajer baru Enzo Maresca, namun Haaland tetap menjadi aset paling berharga.
Gol sundulannya pada menit ke-26 di Etihad menjadi penentu kemenangan atas tim promosi Coventry, sekaligus menjaga awal sempurna bagi Maresca sejak ia mengambil alih tugas berat untuk meneruskan jejak Pep Guardiola.
Pemain berusia 26 tahun itu mengatakan usai pertandingan bahwa seharusnya ia bisa membuat situasi lebih mudah bagi timnya.
Baca Juga: Maresca Ungkap Belanja Besar-besaran Manchester City Dilakukan untuk Bersaing dengan Arsenal
"Seharusnya saya mencetak lebih banyak gol untuk memastikan kemenangan lebih awal, namun saya gagal melakukannya. Akibatnya, saya menyulitkan tim dan membiarkan Coventry tetap memiliki peluang hingga akhir laga," ujar Haaland.
"Di Premier League, jika Anda tidak mampu menuntaskan peluang, segalanya akan menjadi sulit."
Tugas Maresca akan jauh lebih ringan jika Haaland mampu mempertahankan ketajamannya, mengingat sang penyerang kini telah mencetak tiga gol dalam dua pertandingan.
Baca Juga: Jumlah Mahasiswa Baru UMY Meningkat Pesat, Gaet Ribuan Maba dari Lintas Agama hingga Luar Negeri
"Ini kemenangan yang penting, berbeda dari dua laga sebelumnya," kata Maresca.
"Saya sangat senang. Saya mengenal para pemain dari hari ke hari, kami saling mengenal satu sama lain. Ini berarti kami akan terus berkembang menjadi lebih baik."
Aktivitas belanja besar-besaran Manchester City di era pasca-Guardiola terus berlanjut hingga hari terakhir bursa transfer dengan perekrutan Enzo Fernandez dan Iliman Ndiaye.
Baca Juga: Wujudkan Rantai Bisnis Kopi yang Kuat Lewat ICBS 2026
Keduanya tampil sebagai starter saat melawan Coventry, begitu pula Elliot Anderson, pemain lain yang didatangkan dengan biaya besar pada musim panas ini.
"Menurut saya, kami mendatangkan banyak pemain yang paham betul dengan level kompetisi ini," kata Haaland.
"Enzo Fernandez tahu rasanya memenangkan gelar dan bermain di Premier League. Dia akan langsung masuk ke dalam tim; begitu pula dengan Elliot, dia sudah lama bermain di Liga dan juga membela tim nasional Inggris, jadi dia paham rasanya bermain untuk tim papan atas.
Baca Juga: Industri Kopi di Jogja Kian Bergairah, Konsumen Mulai Melek Kualitas hingga Asal Beans
"Kita harus berusaha membangun sesuatu dan membuat mereka merasa disambut sebaik mungkin seperti yang mereka lakukan saat saya tiba di City. Saya langsung masuk dan memberikan kontribusi nyata, dan itulah yang diharapkan dari pemain-pemain hebat."
Manchester City unggul tiga poin atas juara bertahan Arsenal, yang akan menghadapi Chelsea pada hari Minggu.
Editor : Satria Putra Sejati