JOGJA - PSIM Jogja harus puas berbagi poin dengan Persita Tangerang pada laga perdana BRI Super League 2026/2027. Bermain di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Sabtu (5/9) sore, Laskar Mataram bermain imbang 1-1 dengan tim tamu, Pendekar Cisadane.
Pertandingan ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-97 PSIM Jogja. Dukungan ribuan suporter yang memadati SSA mengiringi langkah perdana Laskar Mataram di kompetisi kasta tertinggi musim ini.
Sepuluh menit awal pertandingan berlangsung dengan tempo yang belum terlalu tinggi. Kedua tim masih berupaya menemukan skema permainan sekaligus mencari celah untuk membongkar pertahanan masing-masing.
Baca Juga: PSIM Jogja Nyaris Tumbang di Laga Perdana, Gol Adrian Purzycki Selamatkan Laskar Mataram Skor 1-1
Setelahnya, intensitas pertandingan meningkat. Sejumlah peluang mulai tercipta dari kedua tim, diselingi duel-duel fisik yang tak terhindarkan sepanjang pertandingan.
Persita sebagai tim tamu lebih banyak mengkreasikan serangan melalui sisi sayap. Sementara itu, PSIM yang lebih dominan dalam penguasaan bola mencoba membongkar pertahanan Pendekar Cisadane melalui lini tengah dengan permainan pendek dari kaki ke kaki.
Meski demikian, kedua tim belum mampu memaksimalkan peluang yang didapat. Efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi persoalan bagi PSIM maupun Persita. Hingga babak pertama berakhir, tidak ada gol yang tercipta. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Persita langsung mampu memanfaatkan kelengahan lini belakang PSIM. Luquinhas mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-49 setelah memanfaatkan kesalahan koordinasi di pertahanan Laskar Mataram. Gol tersebut membuat Persita unggul 1-0.
Baca Juga: Buku Datang ke Sekolah, Fiksi Jadi Favorit Siswa: Perpustakaan Keliling Perluas Akses Sumber Belajar
PSIM berupaya merespons dengan segera mencari gol penyama kedudukan. Namun, upaya Laskar Mataram banyak terhenti di lini tengah. Persita memilih bertahan dengan garis pertahanan yang cukup rendah dan menumpuk banyak pemain di area pertahanan sendiri.
Situasi tersebut membuat PSIM kesulitan menemukan ruang. Variasi serangan yang belum terlalu banyak juga membuat sejumlah upaya Laskar Mataram lebih mudah dipatahkan oleh pemain-pemain Persita.
Seiring waktu, PSIM semakin meningkatkan intensitas serangan. Sejumlah pemain dengan karakter menyerang turut dimasukkan untuk menambah daya gedor tim tuan rumah.
Tekanan PSIM akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-84. Gelandang baru Laskar Mataram asal Polandia Adrian Purzycki, berhasil memanfaatkan kemelut di dalam kotak penalti Persita.
Purzycki kemudian melepaskan tendangan keras yang gagal dibendung lini pertahanan maupun penjaga gawang Persita. Skor berubah menjadi 1-1.
Gol tersebut sekaligus menjadi gol pertama Purzycki dalam pertandingan kompetitif bersama PSIM.
Setelah kedudukan kembali imbang, kedua tim masih berupaya mencari gol tambahan. Namun, hingga wasit meniup peluit panjang, tidak ada gol lain yang tercipta. PSIM dan Persita akhirnya harus berbagi satu poin setelah pertandingan berakhir dengan skor 1-1. (iza)
Editor : Winda Atika Ira Puspita