JOGJA - PSIM Jogja akan mengawali perjalanan di BRI Super League 2026/2027 dengan menghadapi Persita Tangerang. Laga perdana tersebut akan berlangsung di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Sabtu (5/9) sore.
Pertandingan ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan hari ulang tahun ke-97 PSIM. Sebanyak 9.000 tiket dicetak untuk pertandingan yang mempertemukan dua tim tersebut.
Bagi PSIM, Persita bukan lawan yang asing. Kedua tim sudah dua kali bertemu pada kompetisi musim lalu, dan Laskar Mataram selalu menelan kekalahan atas Pendekar Cisadane. Namun, catatan itu tidak ingin dibawa Van Gastel ke musim baru.
Pelatih PSIM Jean Paul Van Gastel menegaskan, setiap musim menghadirkan situasi berbeda. Karena itu, hasil pertandingan musim lalu tidak bisa dijadikan patokan untuk laga perdana musim ini.
"Setiap musim, tim-timnya berbeda. Jadi, hasil yang kami dapatkan musim lalu sudah tidak penting lagi," kata Van Gastel dalam konferensi pers jelang pertandingan, Jumat (4/9).
Baca Juga: PSIM Jogja Berusia 97 Tahun, Honor the Legacy Jadi Pengingat Rawat Sejarah dan Budaya
Meski demikian, ia tetap mempelajari pertandingan PSIM melawan Persita pada musim lalu. Hal itu dilakukan karena Persita juga masih ditangani pelatih yang sama, Carlos Pena.
"Saya melihat kembali pertandingan yang kami mainkan musim lalu karena pelatihnya masih sama. Saya berasumsi pelatih Persita juga akan melakukan hal yang sama," ujarnya.
Van Gastel menyebut, saat ini timnya telah mempersiapkan berbagai kemungkinan untuk mendapatkan hasil positif pada laga pembuka. Menurutnya, pertandingan musim lalu tetap bisa menjadi bahan untuk menentukan apa yang perlu dilakukan PSIM.
"Kami mempersiapkan diri dan mempertimbangkan semuanya. Apa yang kami butuhkan untuk mendapatkan hasil positif nanti," tutur pelatih asal Belanda ini.
Hal serupa juga dilakukan Persita. Carlos Pena mengungkapkan, timnya telah menganalisis PSIM sebelum pertandingan. Pelatih asal Spanyol itu menilai laga tandang di markas Laskar Mataram tidak akan mudah.
"Kami juga sudah analisis PSIM dengan baik. Kami tahu mereka dengan baik musim lalu, karena masih punya pelatih yang sama dan mempertahankan sebagian besar pemain penting di tim," katanya.
Baca Juga: Bek PSIM Jogja Franco Ramos Naik Status Jadi Kapten Utama Musim Ini, Nomor Punggung Juga Ikut Ganti
Menurut Pena, status pertandingan sebagai laga perdana maupun momen ulang tahun PSIM tidak membuat tekanan terhadap Persita menjadi lebih besar. Baginya, target tetap sama, yakni meraih tiga poin.
"Tidak, tekanannya selalu sama. Saya sudah mengatakan sebelumnya bahwa tekanan pada laga pertama sama dengan laga terakhir. Kami bermain untuk mendapatkan tiga poin," ujarnya.
Namun demikian, Pena tetap memberikan respek kepada PSIM, terlebih Persita harus bermain di kandang lawan. Ia memprediksi pertandingan akan berlangsung sulit.
"Ini akan jadi laga yang sulit. Seperti yang selalu saya katakan, setiap laga benar-benar sulit, terutama ketika bermain tandang. Kami akan memberi 100 persen untuk berharap mendapatkan tiga poin," kata Pena.
Dari sisi pemain, bek PSIM Franco Ramos juga menegaskan, timnya tidak perlu mengubah persiapan hanya karena lawan yang dihadapi adalah Persita. Franco yang musim ini dipercaya sebagai kapten utama PSIM menilai tim harus menjaga sikap dan energi yang sama.
"Persiapan tim berjalan dengan baik dan kami siap. Persiapannya sama, sikapnya sama, energinya juga sama," ujar Franco.
Sementara itu, pemain Persita Javlon Guseynov memastikan timnya datang dengan persiapan panjang. Persita telah menjalani sejumlah pertandingan uji coba sebelum memasuki kompetisi resmi.
"Persiapannya cukup bagus, cukup baik, dan cukup lama. Kami punya banyak uji coba dan latihan. Menurut saya, tim kami sudah siap untuk pertandingan nanti," kata Javlon. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja