JOGJA - PSIM Jogja segera menjalani pertandingan resmi perdana di BRI Super League musim 2026/2027. Laskar Mataram akan menghadapi Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Sabtu (5/9) besok.
Jelang pertandingan ini, Pelatih PSIM Jean Paul Van Gastel mengaku tidak merasa tertekan atau gugup. Pelatih asal Belanda itu memilih fokus pada pekerjaan yang harus dilakukan bersama tim ketimbang memikirkan beban menghadapi musim baru.
Bagi Van Gastel, tekanan merupakan bagian dari pekerjaan sebagai pelatih. Ia memiliki cara sederhana untuk menjaga dirinya tetap tenang yakni dengan selalu mengevaluasi diri dan memastikan telah memberikan usaha terbaik setiap hari. "Secara pribadi, tidak. Saya tidak merasa tertekan," katanya, Kamis (3/9).
Baca Juga: Kali Pertama ke Asia, Pemain PSIM Marvin Loria Ingin Ajak Keluarga ke Jogja
Van Gastel mengungkapkan, setiap pagi ia memiliki kebiasaan untuk mengingatkan diri sendiri bahwa pekerjaan yang dijalani harus dilakukan dengan maksimal. Selama sudah memberikan usaha terbaik, tidak ada alasan untuk menyalahkan diri sendiri ketika hasil yang didapat belum sesuai harapan.
"Setiap pagi saya melihat diri saya di cermin dan mengatakan kepada diri sendiri, saya sudah bekerja keras dan melakukan yang terbaik yang saya bisa," ujarnya.
Prinsip itu menjadi pegangan Van Gastel saat menghadapi setiap pertandingan, termasuk ketika PSIM mulai memasuki persaingan resmi Super League 2026/2027.
"Jika pada akhirnya itu tidak berhasil, ya memang seperti itu. Saya tidak bisa menyalahkan diri sendiri karena saya sudah bekerja sangat keras," tuturnya.
Baca Juga: Ondrej Rudzan Siap Bermain di Posisi Manapun, yang Penting Starter di PSIM Jogja
PSIM sendiri datang ke musim baru dengan persiapan yang lebih panjang dibandingkan musim sebelumnya. Van Gastel menyebut tim menjalani pramusim selama sekitar tujuh pekan, dua pekan lebih panjang dibandingkan persiapan musim lalu.
Kini, hasil persiapan tersebut akan mulai diuji dalam pertandingan resmi. Persita menjadi lawan pertama PSIM pada kompetisi musim ini di SSA.
Van Gastel sebelumnya menegaskan prinsip permainan PSIM masih mengacu pada fondasi yang dibangun sejak musim lalu. Namun kehadiran sejumlah pemain baru dengan karakteristik berbeda membuat tim tetap memiliki kemungkinan menghadirkan pendekatan yang berbeda di lapangan.
Karena itu, ketenangan di tengah tekanan menjadi bagian penting bagi Van Gastel. Ia memastikan dirinya dan tim fokus terhadap pekerjaan yang ada di depan mata. "Pada dasarnya, yang bisa saya lakukan adalah terus bekerja keras dan melakukan yang terbaik," tandasnya. (iza/laz)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja