Manajer Tim PSIM Jogja Iksan Mahar Ungkap Sisi Lain Van Gastel; Tak Sekaku yang Dipersepsikan Publik

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 20:25 WIB
Manajer tim PSIM Jogja Iksan Mahar. Fahmi Fahriza/Radar Jogja
Manajer tim PSIM Jogja Iksan Mahar. Fahmi Fahriza/Radar Jogja

 

MANAJER baru tim PSIM Jogja Iksan Mahar mulai merasakan langsung karakter Pelatih Jean Paul Van Gastel setelah sekitar satu bulan bekerja bersama. Dari komunikasi sehari-hari, Iksan justru menemukan sosok Van Gastel yang cukup terbuka dan tidak sekaku yang selama ini mungkin dipersepsikan publik.

Iksan mengatakan, komunikasi menjadi salah satu hal yang cukup intens dilakukannya bersama Van Gastel. Menurutnya, pelatih asal Belanda itu terbuka untuk berdiskusi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kebutuhan tim.

"Seru ya sama Van Gastel. Karena dia tipikal orang yang terbuka pemikirannya. Dan memang dia tipikal pelatih yang suka berkomunikasi. Jadi ada apa pun, kita selalu komunikasi," kata Iksan, Selasa (1/9).

Baca Juga: Laga Perdana BRI Super League Kurang dari Sepekan, PSIM Bidik Start Positif saat Hadapi Persita

Menariknya, pengalaman Iksan selama sebulan terakhir justru berbeda dengan gambaran yang sempat diterimanya sebelum bergabung dengan Laskar Mataram.

Iksan mengaku sempat mendapat informasi dari orang-orang internal bahwa Van Gastel merupakan sosok yang cukup sulit dihubungi, terutama ketika memasuki hari libur.

"Dulu teman-teman di internal sebelum kasih tahu ketika aku baru masuk, Van Gastel tuh agak sulit dihubungi. Kalau libur tuh jangan sekali-kali hubungi," ujarnya.

Namun setelah bekerja langsung dengan Van Gastel, Iksan justru merasakan situasi yang berbeda. Bahkan, menurutnya, sang pelatih terkadang lebih dulu menghubunginya ketika sedang libur latihan, atau tidak ada agenda tim.

"Sekarang sudah jalan sebulan ini, libur pun dia chat duluan kadang. Jadi komunikasi itu Van Gastel memang yang meminta seperti itu. Kalau ada apa-apa dibicarakan," tuturnya.

Diakuinya, komunikasi yang dijalin pun juga tidak selalu berkaitan dengan urusan teknis tim. Iksan menyebut keduanya terkadang terlibat obrolan ringan di luar sepak bola.

"Di luar sepak bola kadang ada juga, kadang dia cerita, bisa ngobrol apa gitu-gitu kan. Makan di mana, ya gitu-gitulah," katanya sembari tertawa.

Momen-momen seperti itu salah satunya terjadi ketika Iksan berada di sekitar tim saat sesi gym. Dalam sesi itu, Iksan lebih banyak mengamati karena program latihan ditangani pelatih fisik.

Baca Juga: Inovasi PSIM Buka Tiket Terusan Satu Musim, Harga Mulai Rp 925 Ribu untuk 17 Laga Kandang

"Kadang sebelum latihan atau ketika sesi gym, kan kita cuma menonton karena pelatih fisik yang kerja melatihnya. Jadi karena kita ngobrol di situ, macam-macam sih aku tanyakan," ungkapnya.

Bagi Iksan, komunikasi yang cair justru menjadi modal penting dalam menjalankan koordinasi antara manajemen dan tim pelatih. Ia menilai hubungan kerja dengan Van Gastel sejauh ini juga berjalan dengan optimal dan tanpa banyak sekat.

"Asyik sih sejauh ini. Aku merasa selama ini komunikasi itu bisa benar-benar cair dan kita benar-benar enggak ribet dan kaku," jelas Iksan. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Iksan Mahar Van Gastel PSIM Jogja