Launching Jersey Baru, PSIM Tonjolkan Identitas Jogja lewat Motif Batik Parang

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:40 WIB
Launching tim dan jersey PSIM Jogja di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul Sabtu (29/8). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
Launching tim dan jersey PSIM Jogja di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul Sabtu (29/8). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

BANTUL - PSIM Jogja resmi memperkenalkan resmi menggandeng Adidas sebagai apparel baru untuk menghadapi BRI Super League 2026/2027. Identitas Jogja ditonjolkan melalui motif batik Parang yang menghiasi jersey home Laskar Mataram.
Jersey home PSIM didominasi warna biru dengan aksen strip putih. Motif batik Parang ditempatkan di bagian depan, tepatnya pada area bahu yang berdekatan dengan tiga strip khas Adidas. Dari tiga desain yang diperkenalkan, motif Parang hanya terdapat pada jersey home.

Direktur Utama PSIM Jogja Liana Tasno mengatakan, penggunaan batik Parang merupakan konsep yang sejak awal diperjuangkan manajemen. Motif tersebut dinilai penting karena PSIM merepresentasikan Jogja atau DIY. 

Baca Juga: Meski Unggul dari Deltras, Van Gastel Soroti Ritme Permainan PSIM yang Menurun

Menurut Liana, konsep batik Parang sepenuhnya berasal dari PSIM. Manajemen kemudian mengajukannya kepada Adidas untuk diterapkan dalam desain jersey.

“Jadi bukan dari Adidas-nya,” ujarnya saat peluncuran tim dan jersey PSIM di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Sabtu (29/8).

Manajemen juga mengurus perizinan penggunaan desain batik tersebut setelah Adidas mempertanyakan hak penggunaannya.

Liana menjelaskan, penempatan motif di bagian bahu dilakukan agar batik tetap terlihat ketika dikenakan pemain. Sebelumnya, terdapat opsi menempatkan motif di bagian bawah jersey, tetapi dinilai kurang terlihat.

Baca Juga: Luncuran Awan Panas Guguran Dua Kilometer Sebabkan Terbakarnya Vegetasi di Gunung Merapi

Strip tiga itu kan identik sekali dengan Adidas, sedangkan batik Parang identik juga dengan PSIM. Makanya kami sengaja menempatkannya di situ,” jelasnya.

Selain jersey home berwarna biru, PSIM menyiapkan jersey away yang didominasi putih dengan strip biru. Sementara jersey ketiga menggunakan warna kuning dengan strip hitam.

Pelatih PSIM Jean Paul Van Gastel menilai jersey home dan away memiliki desain yang bagus. Ia belum dapat menilai kualitas teknis jersey, tetapi menyebut Adidas sebagai merek ternama.

“Soal kualitas saya tidak bisa menilai, tetapi Adidas adalah merek yang terkenal. Menurut saya, jersey kandang dan tandang, yang biru dan putih, sangat bagus,” ujar Van Gastel.

Untuk jersey ketiga, Van Gastel mengaku kurang menyukai warna kuning. Namun, ia menegaskan penilaian tersebut hanya soal selera pribadi.

“Sejujurnya saya kurang suka yang kuning. Karena memang saya tidak suka warna kuning,” katanya sambil tertawa.

Sementara itu, jersey anyar PSIM juga akan dijual untuk suporter. Liana menyebut harganya diperkirakan sekitar Rp 700 ribu dan tidak akan lebih dari Rp 800 ribu setelah memperhitungkan pajak. (iza)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Batik Parang Khas Yogyakarta jersey adidas jersey home PSIM Jogja