PSIM Siap Hadapi Deltras, Van Gastel Ingin Tunjukkan Karakter Permainan dan Buru Kemenangan

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:27 WIB
Para pemain PSIM Jogja saat menjalani sesi latihan rutin. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
Para pemain PSIM Jogja saat menjalani sesi latihan rutin. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

 

JOGJA - PSIM Jogja tidak ingin pertandingan menghadapi Deltras Sidoarjo dalam agenda launching tim dan jersey musim 2026/2027 hanya menjadi laga pelengkap seremoni. Pelatih Jean Paul Van Gastel kini terus mematangkan persiapan timnya dan menuntut Laskar Mataram menunjukkan identitas permainan sekaligus memburu kemenangan.

Sebagai konteks, PSIM akan menghadapi Deltras di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Sabtu (29/8). Pertandingan itu menjadi laga uji coba terakhir PSIM sebelum memasuki persaingan BRI Super League 2026/2027.

Van Gastel menyebut, laga itu menjadi kesempatan bagi timnya untuk memperlihatkan perkembangan yang telah dibangun selama pramusim kepada suporter. Karena itu, ia ingin PSIM tetap tampil dengan cara bermain yang selama ini mereka kembangkan.

"Kami ingin menunjukkan diri kami kepada para suporter. Kami ingin membuat pertandingan yang bagus dan mudah-mudahan kami menang," kata Van Gastel saat ditemui, Kamis (27/8).

Baca Juga: Jelang Musim Baru, Manajemen PSIM Jogja Sowan ke Kepatihan, Ini Pesan HB X kepada Laskar Mataram

Pelatih asal Belanda itu menegaskan, pendekatan PSIM pada pertandingan tersebut tidak akan berbeda jauh dengan laga-laga uji coba sebelumnya. Prinsip permainan yang selama ini dibangun tetap menjadi pegangan, meski laga launching punya nuansa berbeda karena disaksikan langsung oleh suporter dalam rangkaian perkenalan tim dan jersey baru.

Menurut Van Gastel, hasil pertandingan memang memiliki bobot berbeda antara pertandingan persahabatan dan kompetisi resmi. Namun, status sebagai laga launching membuat kemenangan tetap menjadi sesuatu yang diinginkan.

"Karena ini pertandingan launching, tentu Anda ingin menang. Kami tentu akan berusaha menang dan mudah-mudahan bisa menunjukkan pertandingan yang bagus," ujarnya.

Selain mengejar kemenangan, Van Gastel juga berharap Deltras akan memberikan perlawanan yang baik. Baginya, pertandingan yang kompetitif akan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi tim sekaligus menghadirkan tontonan menarik bagi suporter PSIM yang hadir di SSA. "Mudah-mudahan Deltras juga ingin bermain dengan baik. Itu akan sangat bagus bagi suporter," tuturnya.

Baca Juga: Jalankan Tradisi, Pelatih hingga Pemain PSIM Jogja Ziarah ke Makam Raja-Raja Mataram

Laga kontra Deltras sekaligus menjadi kesempatan terakhir Van Gastel melakukan evaluasi sebelum kompetisi resmi dimulai. Setelah menjalani rangkaian pramusim, ia mengaku cukup puas dengan perkembangan tim, meski masih menemukan sejumlah aspek yang perlu diperbaiki.

Salah satunya berkaitan dengan kompetisi internal. Van Gastel menilai persaingan antarpemain untuk memperebutkan tempat utama masih perlu ditingkatkan, terutama setelah melihat penampilan PSIM pada pertandingan terakhir.

Dengan satu pertandingan tersisa sebelum kompetisi, Van Gastel ingin laga launching menjadi bagian dari proses finalisasi tim, bukan sekadar acara perkenalan. PSIM juga masih memiliki waktu sekitar sepekan untuk melakukan penyempurnaan sebelum memasuki musim baru.

Pramusim PSIM musim ini berlangsung selama tujuh pekan, lebih panjang dibandingkan musim lalu yang hanya berlangsung sekitar lima pekan. Van Gastel menilai durasi itu membuat persiapan tim berjalan sesuai dengan rencana.

"Pramusim cukup bagus. Saya bisa memulainya secara perlahan, kami juga tidak mengalami cedera. Jadi, pramusim berjalan sesuai yang saya inginkan," tambahnya. (iza/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
deltras Laskar Mataram Jean Paul van Gastel deltras sidoarjo PSIM Jogja