Jelang Musim Baru, Manajemen PSIM Jogja Sowan ke Kepatihan, Ini Pesan HB X kepada Laskar Mataram

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:50 WIB
Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno usai menemui Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan - Fahmi Fahriza
Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno usai menemui Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan - Fahmi Fahriza

JOGJA – Manajemen PSIM Jogja sowan ke Kepatihan menjelang bergulirnya BRI Super League 2026/2027. Pertemuan dengan Gubernur DIJY   Hamengku Buwono (HB) X, berlangsung Kamis (27/8).

Dari pantauan Radar Jogja, rombongan PSIM diwakili Direktur Utama Yuliana Tasno, Manajer Tim Iksan Mahar, Manajer Operasional Wendy Umar, serta pelatih Jean Paul van Gastel.

Kedatangan tersebut menjadi bagian dari tradisi Laskar Mataram untuk memohon doa dan restu sekaligus menyampaikan kesiapan menghadapi musim kompetisi baru yang dijadwalkan dimulai pada 4 September mendatang.

Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno mengatakan, pertemuan dengan HB X tidak sekadar membahas persoalan teknis tim. Sultan juga memberikan sejumlah wejangan terkait aspek manajerial, kepemimpinan, kedisiplinan, dan integritas pemain.

“Ngarsa Dalem tadi menyampaikan banyak ya, tidak hanya dari satu sisi teknis, tapi juga manajerial. Terus dari kepemimpinan saya juga dikasih wejangan,” kata Liana.

Baca Juga: Ampo: Dari Tanah Liat Menjadi Camilan Tradisional Khas Tuban

Salah satu pesan yang disampaikan HB X berkaitan dengan kedisiplinan pemain. Menurut Liana, HB X mengingatkan agar manajemen tidak hanya membuat aturan, tetapi juga memastikan aturan tersebut benar-benar dijalankan para pemain.

HB X bahkan memberikan contoh sederhana mengenai pola makan pemain sebagai gambaran pentingnya pengawasan terhadap kedisiplinan.

“Contoh pas ngomongin tentang performa, Ngarsa Dalem bilang, itu dilihatin ya anak-anak jangan makan gorengan. Katanya nanti di belakang juga diam-diam dia makan gorengan,” ujar Liana sembari tertawa.

Menurut Liana, contoh tersebut menunjukkan bahwa pengawasan harus dilakukan secara konsisten. Selain disiplin, integritas pemain juga menjadi perhatian agar seluruh elemen tim tetap berada dalam koridor yang telah ditetapkan.

“Jadi itu kayak diulang-ulang bahwa kedisiplinan harus terus dipantau. Integritasnya pemain juga harus dipantau. Hati-hati dalam manage kesebelasan PSIM,” lanjutnya.

HB X Beri Wejangan soal Kepemimpinan

Tidak hanya kepada pemain dan pengelolaan tim, HB X juga memberikan pesan kepada Liana secara pribadi terkait kepemimpinan.

Liana mengaku mendapat arahan agar mampu menjaga sikap ketika menjalankan tugas sebagai pimpinan klub.

“Dari sisi manajerial, tadi Ngarsa Dalem juga memberi arahan saya leadership. Katanya, saya jangan marah-marah,” tutur Liana.

Bagi Liana, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi sekaligus meminta dukungan sebelum PSIM kembali berlaga di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Ia mengaku bersyukur dapat memimpin klub yang berada di wilayah yang memiliki perhatian kuat terhadap olahraga dan sepak bola.

Baca Juga: UKDW dan ITB Hadirkan Jalur Sarjana–Magister untuk Perluas Peluang Pendidikan Mahasiswa

“Saya sangat bersyukur, karena saya jadi presdir klub sepak bola di Jogja ini, di mana dipimpin oleh seorang Gubernur dan juga seorang Sultan yang sangat cinta dengan olahraga. Jadi ngomongnya nyambung,” ujarnya.

Liana menegaskan, kedatangan manajemen PSIM ke Kepatihan bukan semata-mata agenda formal. Sowan tersebut merupakan bagian dari tradisi klub sekaligus bentuk penghormatan kepada Ngarsa Dalem sebelum menjalani perjuangan di kompetisi.

“Maksud dan tujuan hari ini bertemu Ngarsa Dalem itu ritualnya PSIM, mau meminta doa dan dukungan untuk PSIM berjuang di musim 2026/2027,” bebernya.

PSIM akan menjalani musim kedua di kasta tertinggi setelah berhasil promosi pada 2025 lalu. Menghadapi BRI Super League 2026/2027, Laskar Mataram telah melakukan sejumlah pembenahan, baik dari sisi komposisi skuad maupun manajemen.

Persaingan musim depan diperkirakan semakin ketat. Karena itu, wejangan HB X dinilai menjadi bekal nonteknis bagi manajemen dan tim sebelum kompetisi resmi dimulai.

“Saya pribadi memang sebagai pengabdi saja untuk PSIM Jogja, bahwa saya melakukan seluruh ritual dan kami tetap hormati tradisi, amanah, dan lain-lain dari PSIM Jogja,” pungkas Liana.

Editor : Bahana.
PSIM Jogja 2026 BRI Super League Sri Sultan HB X Yuliana Tasno PSIM Jogja