Bekuk Fulham 3-2, Era Baru Chelsea di Bawah Xabi Alonso Bakal Menjanjikan?

Bahana. • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 08:56 WIB
Era baru Chelsea di bawah Xabi Alonso
Era baru Chelsea di bawah Xabi Alonso

RADAR JOGJA – Era baru Chelsea di bawah Xabi Alonso langsung menghadirkan tontonan penuh drama. Pada laga perdana Premier League musim 2026/2027, The Blues menundukkan rival sekota Fulham dalam pertandingan yang dipenuhi aksi menyerang, kesalahan bertahan, dan penampilan luar biasa Cole Palmer.

Bermain di Craven Cottage, Chelsea menunjukkan dua wajah yang sangat berbeda. Di lini depan, permainan mereka mengalir dan mematikan. Namun di lini belakang, sejumlah kesalahan membuat Fulham berkali-kali mendapat peluang berbahaya.

Satu hal yang langsung terlihat dari pertandingan ini, Chelsea racikan Xabi Alonso berpotensi menjadi salah satu tim paling menghibur di Liga Inggris musim ini.

Cole Palmer Langsung Jadi Bintang Era Xabi Alonso

Sorotan utama pertandingan jatuh kepada Cole Palmer. Gelandang serang Timnas Inggris itu tampil luar biasa dan menjadi motor serangan Chelsea sepanjang laga.

Palmer langsung mencatatkan assist hanya 31 detik setelah kick-off. Umpannya diselesaikan dengan sempurna oleh penyerang anyar Chelsea, Joao Pedro, menjadi gol tercepat pada pekan pembuka Premier League sepanjang sejarah.

Baca Juga: Manchester City Tikung Tottenham dalam Perburuan Gakpo? Fabrizio Romano Ungkap Kontak Mengejutkan!

Gol tersebut lahir dari kerja sama cepat dua pemain yang sama-sama datang dengan motivasi besar setelah gagal masuk skuad Piala Dunia, yakni Palmer bersama Inggris dan Joao Pedro bersama Brasil.

Penampilan Palmer tidak berhenti sampai di situ. Ia terus merepotkan pertahanan Fulham lewat dribel, umpan terobosan, dan kreativitas yang membuat permainan Chelsea hidup sepanjang pertandingan.

Xabi Alonso Langsung Tinggalkan Identitas Permainan Chelsea

Laga melawan Fulham menjadi debut Premier League Xabi Alonso sebagai manajer Chelsea. Berbeda dengan status pelatih kepala yang umum digunakan klub, Alonso mendapat peran penuh sebagai manajer dan memiliki pengaruh besar dalam kebijakan transfer musim panas.

Chelsea mendatangkan sejumlah pemain penting, termasuk Morgan Rogers dengan nilai transfer fantastis sekitar 117 juta poundsterling, serta pemain berpengalaman Danny Welbeck dan Jordan Henderson.

Alonso langsung menerapkan formasi 3-4-2-1, sistem yang membawanya sukses bersama Bayer Leverkusen.

Dalam skema tersebut, Palmer ditempatkan sebagai kreator utama di belakang penyerang, peran yang dulu dimainkan Florian Wirtz di bawah Alonso.

Trio Palmer, Joao Pedro, dan Morgan Rogers Menjanjikan

Chelsea kini memiliki trio penyerang yang sangat menarik.

Morgan Rogers memberikan ancaman dari sisi kiri, Joao Pedro menjadi ujung tombak baru, sementara Cole Palmer bebas bergerak di belakang striker.

Ketiganya langsung menyumbang kontribusi gol pada pertandingan pembuka, memberikan gambaran betapa berbahayanya lini serang Chelsea musim ini.

Baca Juga: Copot Papan Petunjuk SPPG di Kota Magelang karena Tak Sesuai Peruntukan dan Pasang tanpa Konfirmasi

Dengan tidak tampil di kompetisi Eropa, Chelsea juga memiliki keuntungan jadwal yang lebih ringan dibanding rival-rival utama mereka.

Robert Sanchez Kembali Jadi Titik Lemah Chelsea

Di balik kemenangan Chelsea, satu nama kembali menuai kritik: Robert Sanchez.

Kiper asal Spanyol itu kembali melakukan kesalahan yang dinilai seharusnya tidak terjadi. Tendangan Josh King memang keras, tetapi mengarah ke tiang dekat dan masih berada dalam jangkauan seorang penjaga gawang.

Namun Sanchez gagal mengantisipasinya dan kebobolan lewat peluang yang sebenarnya bisa diselamatkan.

Kesalahan tersebut memperpanjang kritik terhadap Sanchez yang sudah berlangsung selama beberapa musim terakhir.

Banyak pengamat menilai posisi penjaga gawang menjadi sektor yang paling membutuhkan pembenahan di skuad Chelsea.

Lini Belakang Chelsea Masih Rapuh

Masalah Chelsea tidak hanya datang dari penjaga gawang.

Fulham mampu mengeksploitasi kelemahan lini belakang Chelsea meski tidak tampil terlalu dominan.

Levi Colwill sempat melakukan kesalahan fatal saat membiarkan bola lolos di bawah kakinya hingga harus menerima kartu kuning. Bek anyar Jorrel Hato juga beberapa kali terlihat kesulitan ketika Chelsea membangun serangan dari belakang.

Permainan keluar dari tekanan yang menjadi ciri khas Xabi Alonso belum berjalan mulus dan masih membutuhkan waktu untuk berkembang.

Baca Juga: Mengenang Jurnalis Bernas yang Gugur, PWI DIY dan Tim Ad Hoc Audiensi dengan Bupati Bantul

Chelsea Berpotensi Jadi Penantang Gelar

Meski pertahanannya belum solid, performa menyerang Chelsea memberikan banyak harapan.

Cole Palmer terlihat semakin nyaman menjadi pusat permainan dan berpotensi berkembang menjadi pemain paling menentukan di Premier League musim ini.

Saat menangani Bayer Leverkusen, Xabi Alonso sukses memaksimalkan Florian Wirtz hingga mencatat 81 kontribusi gol dalam 119 pertandingan. Peran serupa kini diyakini akan diberikan kepada Palmer di Stamford Bridge.

Jika lini belakang mampu diperbaiki, Chelsea berpeluang menjadi pesaing serius dalam perebutan gelar Premier League musim 2026/2027 dan menghadirkan pertandingan yang layak ditunggu setiap pekannya.

Editor : Bahana.
fulham cole palmer premier league chelsea xabi alonso