RADAR JOGJA - Arsenal mengawali upaya untuk mempertahankan gelar Premier League/ Liga Inggris dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Coventry City di Emirates pada Sabtu (22/8) dini hari.
Kai Havertz membuka jalan kemenangan sang juara bertahan dalam waktu 15 menit, sebelum Bukayo Saka menggandakan keunggulan di pertengahan babak pertama.
Martin Odegaard menutup kemenangan dengan mencetak gol ketiga bagi Arsenal empat menit setelah jeda babak pertama.
Tentu saja, ujian yang jauh lebih berat menanti skuad asuhan Mikel Arteta mengingat Coventry besutan Frank Lampard menghadapi laga pembuka yang sulit dalam kembalinya mereka ke kasta tertinggi setelah absen selama 25 tahun.
Baca Juga: Makclinge dan Prodamai Gantikan Kumpul-Angkut-Buang Sampah di Kota Magelang
Pertandingan kandang Arsenal musim lalu penuh dengan ketegangan saat The Gunners berusaha mengakhiri rentetan kegagalan tipis dan meraih gelar pertama dalam dua dekade.
Namun, dengan trofi Premier League yang kini sudah aman di lemari piala, Arsenal berharap bisa bermain lebih lepas musim ini dalam upaya mempertahankan gelar juara.
Tanda-tanda ke arah itu terlihat jelas pada Sabtu dini hari, meskipun lawan yang dihadapi diprediksi akan langsung terdegradasi kembali.
Havertz hanya mencetak dua gol di liga musim lalu setelah absen hampir lima bulan akibat cedera lutut yang dideritanya pada pekan pembuka.
Baca Juga: Beban Kerja Sama dengan PNS tapi Gaji Rp 1 Juta, Pengangkatan PPPK Penuh Waktu Jadi Harapan
Namun, setelah tampil sebagai starter dan mencetak gol dalam kemenangan telak 3-0 Arsenal atas Manchester City di Community Shield lima hari sebelumnya, Havertz kembali dipercaya masuk dalam susunan pemain dan kembali mencatatkan namanya di papan skor.
Christos Tzolis, satu-satunya pemain debutan Arsenal karena absennya Bruno Guimaraes akibat cedera, tampil mengesankan dimana setelah berhasil mematikan pergerakan bek kanan Milan van Ewijk, umpan tarik Riccardo Calafiori berhasil dikonversi dengan apik oleh Havertz.
Sempat muncul keraguan mengenai kondisi fisik Declan Rice dan Saka selama perjalanan Inggris hingga ke semifinal Piala Dunia.
Dan keduanya ditarik keluar setelah laga berjalan lebih dari satu jam.
Baca Juga: Gerak Cepat, Dokter Spesialis Tulang PABOI Bergegas ke NTT, Prioritaskan Operasi Korban Gempa
Namun, aksi Rice merangsek hingga ke tepi kotak penalti menjadi pemicu terciptanya gol kedua Arsenal pada menit ke-23.
Rice mengalirkan bola kepada Tzolis yang kemudian melepaskan umpan silang saat bola hanya mampu ditepis oleh kiper Carl Rushworth, namun Saka sigap menyambar bola muntah tersebut untuk mencetak gol.
Tendangan melengkung Rice sempat menyerempet tiang gawang Rushworth tepat sebelum jeda babak pertama, dan ia kembali berperan dalam gol berikutnya bagi The Gunners dengan mengirimkan umpan terobosan yang membelah pertahanan lawan kepada Odegaard.
Lini pertahanan tim tamu membiarkan Odegaard bergerak leluasa, ia kemudian mengalirkan bola kepada Saka, yang meneruskannya kepada Ben White yang sedang melakukan pergerakan overlap.
Baca Juga: Tambang Emas Longsor, 100 Lebih Penambang Tewas Tertimbun
Umpan balik dari bek sayap itu kembali ke kaki Odegaard, dan penyelesaian akhirnya justru mengecoh Rushworth dan berbuah gol.
Saat pertandingan baru berjalan 49 menit, Lampard mungkin sudah mengkhawatirkan kemungkinan terburuk, dan tak lama kemudian Rushworth harus berjibaku menepis tembakan keras mendatar dari Tzolis.
Namun, Coventry berhasil menjaga skor tetap wajar meski Arsenal melenggang mulus meraih tiga poin penuh, mengawali musim baru dengan posisi yang sama seperti saat mereka mengakhiri musim lalu: di puncak klasemen liga.
Editor : Satria Putra Sejati