Liverpool mendapat peringatan untuk tidak terburu-buru mendatangkan Endrick sebagai pengganti Mohamed Salah. Penyerang muda Real Madrid itu dinilai memiliki karakter permainan yang berbeda dengan legenda The Reds tersebut.
Peringatan itu disampaikan pakar sepak bola Amerika Selatan, Tim Vickery, yang juga menilai peluang Endrick bergabung dengan Liverpool masih cukup kecil.
Endrick saat ini berusia 20 tahun dan telah mencetak tujuh gol dalam 40 pertandingan bersama Real Madrid. Namun, sebagian besar penampilannya didapat sebagai pemain pengganti.
Kesulitan mendapatkan tempat utama di bawah asuhan Xabi Alonso membuat Endrick menjalani masa peminjaman ke Lyon pada paruh kedua musim lalu. Keputusan tersebut justru memberikan kesempatan bermain lebih banyak bagi pemain asal Brasil itu.
Bersama Lyon, Endrick mampu mencatatkan 16 kontribusi gol dalam 21 pertandingan. Performa tersebut menjadi bukti bahwa sang pemain masih memiliki potensi besar meski belum mampu menjadi pilihan utama di Santiago Bernabeu.
Baca Juga: Prediksi Skor Arsenal vs Coventry City, Saat Juara Premier League Bertemu Juara Championship
Saat ini, Endrick masih berada di belakang Kylian Mbappe dalam persaingan lini depan Real Madrid. Meski demikian, Los Blancos dikabarkan tetap ingin mempertahankan pemain internasional Brasil tersebut untuk musim mendatang.
Situasi itu tidak menghentikan munculnya rumor transfer. Liverpool dan Manchester United disebut tertarik mendatangkan Endrick, dengan Liverpool dikabarkan menyiapkan dana sekitar £55 juta atau lebih dari Rp1,1 triliun.
Namun, Vickery menilai nilai tersebut berpotensi menjadi masalah. Real Madrid sebelumnya mengeluarkan dana yang bisa mencapai £60 juta untuk merekrut Endrick ketika sang pemain masih berusia 18 tahun.
"Dia sama sekali bukan sebuah kegagalan. Masalahnya adalah dia bergabung dengan klub yang sebenarnya tidak membutuhkannya," ujar Vickery kepada talkSPORT.
Menurutnya, performa Endrick sebenarnya tidak buruk. Selain mencetak tujuh gol dalam 40 pertandingan untuk Madrid, sang penyerang juga tampil mengesankan ketika dipinjamkan ke Lyon.
Karena itu, Vickery mempertanyakan kemungkinan Real Madrid melepas Endrick dengan harga lebih rendah dibandingkan ketika mereka merekrutnya.
"Jadi tidak mungkin dia bernilai lebih rendah dibandingkan ketika berusia 18 tahun. Itu masalah pertama. Seberapa tinggi Liverpool bersedia membayar? Dan apakah Real Madrid ingin menjualnya kepada rival di Liga Champions?" katanya.
Endrick Dinilai Bukan Pengganti Ideal Salah
Liverpool memang sedang mencari sosok yang dapat mengisi kekosongan setelah Mohamed Salah meninggalkan klub pada musim panas.
Selama sembilan tahun di Anfield, Salah menjelma menjadi salah satu pemain terbesar dalam sejarah Liverpool. Pemain asal Mesir tersebut mencetak 257 gol dan 123 assist dalam 442 pertandingan di seluruh kompetisi.
Salah juga menjadi bagian penting ketika Liverpool memenangkan Liga Champions dan Premier League. Kepergiannya membuat pemain yang datang sebagai pengganti harus menghadapi tekanan besar.
Baca Juga: Gerakan Tanam Serempak Perkuat Produksi Pangan dari Lahan Oplah dan CSR
Vickery menilai Endrick bukan sosok yang tepat jika Liverpool memang menginginkan pengganti dengan karakter permainan seperti Salah.
Endrick merupakan pemain berkaki kiri dan pernah dimainkan di posisi sayap kanan saat membela Lyon. Posisi tersebut memang menyerupai peran Salah yang kerap bergerak dari kanan sebelum menusuk ke dalam.
Namun, Vickery meragukan apakah Endrick benar-benar cocok menjalankan seluruh tugas yang selama ini dilakukan Salah, terutama ketika Liverpool membutuhkan kontribusi defensif dari pemain sayap.
"Dia berkaki kiri. Saya tahu Lyon memainkannya di sisi kanan dan melakukan pergerakan ke dalam. Itu memang peran seperti Salah. Namun, saya tidak yakin dia sepenuhnya natural untuk posisi tersebut, terutama jika Anda mengharapkannya kembali membantu pertahanan," jelasnya.
Vickery juga menyinggung pengalaman Endrick bersama Timnas Brasil. Menurutnya, aspek permainan defensif menjadi salah satu hal yang belum sepenuhnya berjalan ketika Endrick dimainkan dari posisi tersebut.
Meski begitu, ia mengakui akan senang apabila Endrick mendapatkan kesempatan bermain reguler di klub lain. Menurutnya, bakat pemain muda Brasil tersebut sangat besar, tetapi Real Madrid mungkin bukan tempat terbaik untuk perkembangan jangka pendeknya karena persaingan yang sangat ketat.
"Sebagian diri saya ingin transfer ini terjadi karena sayang dia bergabung dengan Real Madrid, klub yang memang tidak membutuhkannya. Saya ingin melihatnya pergi ke tempat di mana dia bisa bermain reguler dan membangun momentum," ujar Vickery.
Namun, ia tetap menilai kepindahan Endrick ke Liverpool sebagai skenario yang sulit terjadi.
Liverpool Masih Kejar Bradley Barcola
Baca Juga: Gerakan Tanam Serempak Perkuat Produksi Pangan dari Lahan Oplah dan CSR
Selain Endrick, Liverpool juga tengah mengejar winger Paris Saint-Germain, Bradley Barcola.
Pemain asal Prancis itu disebut menjadi salah satu target utama The Reds untuk memperkuat lini serang setelah kepergian Salah. Namun, harga menjadi kendala besar dalam upaya tersebut.
PSG kabarnya membanderol Barcola dengan harga lebih dari £100 juta. Nilai tersebut membuat Liverpool harus mempertimbangkan dengan matang strategi transfer mereka.
Dengan demikian, Liverpool memiliki sejumlah opsi untuk memperkuat lini depan. Namun, jika mencari pengganti langsung Salah, karakteristik permainan calon pemain baru akan menjadi pertimbangan penting.
Endrick memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi bintang, tetapi menurut Vickery, kemampuan dan gaya bermainnya belum tentu cocok untuk langsung mengisi peran yang ditinggalkan Salah di Liverpool.
Editor : Bahana.