Steve Fletcher Yakin Andoni Iraola Bisa Sukses di Liverpool, tapi Tekanan Jauh Lebih Besar

Bahana. • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:30 WIB
Pelatih baru Liverpool, Andoni Iraola - Liverpoolfc
Pelatih baru Liverpool, Andoni Iraola - Liverpoolfc

RADAR JOGJA – Mantan pemain Bournemouth, Steve Fletcher, meyakini Andoni Iraola memiliki kemampuan untuk meraih kesuksesan bersama Liverpool. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan yang akan dihadapi pelatih asal Spanyol tersebut jauh berbeda dibanding ketika menangani Bournemouth.

Iraola meninggalkan Bournemouth setelah membawa klub tersebut mencatat pencapaian bersejarah. Dalam tiga musim, ia berhasil meningkatkan perolehan poin tim secara bertahap hingga mengantarkan The Cherries finis di posisi keenam Premier League dengan 57 poin.

Hasil tersebut sekaligus membawa Bournemouth ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub yang telah berdiri selama 127 tahun.

Fletcher, yang merupakan pemegang rekor penampilan terbanyak Bournemouth, menyebut kepergian Iraola memang menjadi kehilangan besar. Namun, ia memahami keputusan sang pelatih untuk menerima tawaran dari Liverpool.

“Kepergian manajer Andoni merupakan pukulan bagi klub. Dia menunggu hingga akhir musim karena begitu mencintai klub, tetapi kesempatan dari Liverpool datang dengan cepat. Sulit untuk menolaknya karena Liverpool merupakan salah satu klub terbesar di dunia,” ujar Fletcher dalam wawancara seperti dilansir dari tribalfootball.

Baca Juga: Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje Playoff Liga Champions, H2h dan Susunan Pemain

Menurut Fletcher, Iraola layak dikenang sebagai salah satu pelatih terbaik dalam sejarah Bournemouth. Ia juga percaya karakter permainan Iraola tidak akan berubah meski kini menangani klub dengan tuntutan yang jauh lebih tinggi.

“Dia tidak akan mengubah gaya bermainnya. Dia menyukai sepak bola cepat, atraktif, agresif, dan menekan dari depan. Terkadang permainannya sedikit seperti sepak bola kamikaze, tetapi dia menyukai situasi penuh kekacauan di lini tengah dan percaya kepada pemainnya dalam duel satu lawan satu,” katanya.

Iraola Dinilai Punya Modal untuk Sukses

Fletcher menilai peluang Iraola untuk sukses di Liverpool tetap terbuka lebar. Kuncinya adalah bagaimana para pemain menerima filosofi serta metode yang diterapkan mantan pelatih Rayo Vallecano tersebut.

Menurutnya, seorang pelatih baru membutuhkan hasil positif sejak awal. Kemenangan akan membangun kepercayaan pemain terhadap pelatih, sekaligus membuat mereka lebih mudah menjalankan sistem permainan yang diinginkan.

“Apakah dia bisa sukses? Seratus persen bisa. Para pemain harus menerima apa yang dia inginkan dan dia membutuhkan awal yang bagus. Jika mendapatkan hasil, pemain akan percaya kepadanya. Ketika mereka percaya, mereka bisa bermain pada level terbaik,” jelas Fletcher.

Namun, ia mengingatkan bahwa ekspektasi di Liverpool tidak bisa disamakan dengan Bournemouth.

Liverpool merupakan klub dengan sejarah panjang dan tradisi juara. Karena itu, Iraola akan dituntut untuk bersaing dalam perebutan trofi hampir setiap musim.

“Dia akan dituntut untuk bersaing, itu sudah pasti. Mereka Liverpool. Mereka terbiasa memenangkan trofi dan bersaing setiap tahun,” tegas Fletcher.

Tekanan di Liverpool Berbeda Jauh

Fletcher juga mendapat gambaran mengenai besarnya Liverpool dari dua rekannya, Tommy Elphick dan Sean Cooper, yang kini bekerja bersama Iraola.

Baca Juga: Prediksi Skor Celtic vs LASK Linz di Playoff Liga Champions, H2H dan Susunan Pemain, Pemenangnya?

Keduanya disebut merasakan langsung besarnya perhatian terhadap Liverpool ketika mengikuti tur pramusim di Amerika Serikat. Dukungan suporter yang begitu besar menjadi salah satu contoh bagaimana tingginya ekspektasi terhadap klub Merseyside tersebut.

“Liverpool adalah fenomena global dan mereka akan mengharapkan hal-hal besar. Perbedaan yang akan dirasakan Iraola dibanding saat di Bournemouth adalah tingkat ekspektasinya yang luar biasa tinggi,” ujar Fletcher.

Menurutnya, tekanan tersebut bukan berarti Iraola tidak mampu mengatasinya. Justru, kemampuan membawa Bournemouth berkembang dalam tiga musim menjadi modal penting bagi sang pelatih.

Bournemouth Bersiap Hadapi Era Baru

Setelah ditinggalkan Iraola, Bournemouth menunjuk Marco Rose sebagai pelatih baru. Rose datang dengan pengalaman panjang di kompetisi Eropa, termasuk mencatatkan 79 pertandingan di Liga Europa dan Liga Champions.

Salah satu pencapaian terbaiknya terjadi ketika membawa Red Bull Salzburg melaju hingga semifinal Liga Europa 2017/2018.

Bournemouth sendiri memasuki musim baru dengan skuad yang relatif lebih stabil dibandingkan musim sebelumnya. Beberapa pemain seperti Evanilson, Rayan, Marcus Tavernier, dan Justin Kluivert menjadi opsi di lini depan.

Di lini tengah, Alex Scott dan Lewis Cook diharapkan mampu melanjutkan performa positif. Sementara Adam Smith dan Adrien Truffert menjadi pilihan penting di sektor bek sayap.

Fletcher secara khusus menantikan perkembangan sejumlah pemain. Salah satunya Ben Gannon-Doak, pemain yang dipinjam dari Liverpool dan sempat mengalami cedera pada musim sebelumnya.

“Saya ingin melihat Ben Gannon-Doak karena musim lalu dia banyak mengalami cedera. Dia datang dari Liverpool dan sempat cedera, tetapi berhasil pulih sebelum Piala Dunia dan memainkan peran penting bersama Skotlandia,” kata Fletcher.

Ia juga berharap Alex Scott mampu mempertahankan performanya. Selain itu, perkembangan Rayan dan James Hill turut menjadi perhatian.

Baca Juga: HUT ke-81 Jateng, Ratusan Warga Boyolali Doakan Korban Bencana NTT

Bournemouth Kini Bermimpi Lebih Tinggi

Perjalanan Bournemouth dalam beberapa tahun terakhir memang berubah drastis. Klub tersebut sempat berada di ambang kebangkrutan dengan utang sekitar £4 juta dan terancam turun ke kompetisi nonliga.

Fletcher menjadi bagian penting dalam upaya menyelamatkan klub. Ia kembali ke Bournemouth dan mencetak gol kemenangan pada akhir musim 2008/2009 yang membantu klub terhindar dari degradasi ke level nonliga.

Setelah itu, Bournemouth mampu meraih dua promosi dalam empat tahun dan akhirnya menembus Premier League untuk pertama kalinya pada 2015.

Kini, Bournemouth justru telah berkembang menjadi klub papan atas yang mampu bersaing di Premier League dan tampil di kompetisi Eropa.

Fletcher menilai pencapaian tersebut bahkan sudah melampaui ekspektasi terbesar para pendukung Bournemouth.

“Ketika Bill Foley mengambil alih, dia mengatakan suatu hari kami akan bermain di Eropa. Seperti biasanya, dia benar. Semua yang dia prediksi sejauh ini menjadi kenyataan,” ujarnya.

Bagi Fletcher, target Bournemouth tidak harus selalu menembus pencapaian musim sebelumnya. Bertahan di papan atas Premier League dan menikmati perjalanan pertama di kompetisi Eropa sudah menjadi pencapaian luar biasa.

Baca Juga: Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Bodo/Glimt di Playoff Liga Champions, H2H dan Susunan Pemain

“Untuk melampaui apa yang kami lakukan musim lalu merupakan tantangan besar. Bahkan finis di papan tengah sudah menjadi sesuatu yang kami impikan sebagai fans Bournemouth. Menurut saya, kami sudah melampaui ekspektasi musim lalu ketika memainkan pertandingan pertama di Eropa,” pungkasnya.

 

Editor : Bahana.
Steve Fletcher liverpool premier league Andoni Iraola bournemouth