SLEMAN - Derby PSS Sleman melawan PSIM Jogja di kasta tertinggi sepak bola Indonesia menjadi lebih dari sekadar persaingan di atas lapangan. Pertandingan bersejarah tersebut juga menjadi ujian bagi rivalitas antarsuporter di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Mengantisipasi potensi gesekan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mulai menjajaki komunikasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta dan Polda DIY. Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong rekonsiliasi antarsuporter sebelum pertandingan digelar.
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan komunikasi secara informal dengan sejumlah pihak telah dilakukan. Koordinasi secara resmi akan dilakukan setelah terdapat kesepahaman di antara pihak-pihak terkait.
"Kalau ngomong-ngomong informal sampun (sudah). Nanti setelah kita cocokkan, baru koordinasi secara resmi," ujar Harda di Sleman, Selasa (18/8/2026).
Baca Juga: Kebakaran Rumah di Pisangan Baru Diduga Akibat Korsleting Listrik, 15 Jiwa Berhasil Diselamatkan
Harda menegaskan rivalitas antara PSS dan PSIM harus tetap berada dalam koridor sportivitas. Persaingan di lapangan, menurut dia, tidak boleh berkembang menjadi konflik yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Yang penting bagaimana kita menjaga kondusivitas. Rivalitas di lapangan jangan sampai menjadi konflik di luar lapangan," katanya.
Upaya menjaga keamanan derby tersebut nantinya melibatkan sejumlah pihak, mulai dari Pemkab Sleman, Pemkot Yogyakarta, Pemerintah Provinsi DIY hingga Polda DIY.
Salah satu agenda yang didorong adalah membangun komitmen bersama di antara kelompok suporter PSS dan PSIM. Komitmen tersebut diharapkan dapat memastikan pertandingan berlangsung aman, tertib, dan sportif.
Polda DIY juga dijadwalkan memediasi pertemuan resmi antara perwakilan suporter kedua klub pada pekan depan. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk membangun kesepakatan damai sebelum derby berlangsung.
Baca Juga: Aksi #MerebutKemerdekaan di Bundaran HI Sehari Setelah HUT RI, Ribuan Mahasiswa UI Tuntut 8 Hal
Derby PSS Sleman kontra PSIM Jogja di kasta tertinggi sepak bola Indonesia pun diharapkan menjadi momentum positif bagi sepak bola DIY.
Rivalitas kedua klub tetap dapat dipelihara sebagai bagian dari atmosfer pertandingan, tanpa harus mengorbankan persaudaraan dan keamanan masyarakat.
Dengan adanya komunikasi dan rekonsiliasi antarpihak, derby tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan persaingan sengit di lapangan, tetapi juga menunjukkan bahwa rivalitas sepak bola dapat berjalan beriringan dengan sportivitas dan kedamaian.
(Muhammad Ibrahim Al fattih)
Sumber : Berbagai Sumber