Kevin Lamour Tinggalkan FIFA Usai Kritik Rencana Infantino Libatkan Investor di Piala Dunia

Bahana. • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:55 WIB
Kevin Lamour, pejabat asal Prancis yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) FIFA.
Kevin Lamour, pejabat asal Prancis yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) FIFA.

FIFA resmi mengakhiri hubungan kerja dengan Kevin Lamour, pejabat asal Prancis yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO).

Keputusan tersebut berlaku pada 17 Agustus 2026, setelah Lamour secara terbuka mengkritik rencana Presiden FIFA Gianni Infantino untuk melibatkan investor swasta dalam sejumlah kompetisi, termasuk Piala Dunia.

Lamour merupakan salah satu pejabat dengan posisi tertinggi di FIFA. Ia mulai menjabat sebagai COO pada November 2024 setelah sebelumnya bekerja di UEFA, badan sepak bola Eropa.

Kepada AFP, juru bicara FIFA membenarkan berakhirnya hubungan kerja dengan Lamour.

Baca Juga: Sejarah Klenteng Poncowinatan: Klenteng Tertua di Jogja yang Berdiri dari Tanah Hibah Sultan 

“FIFA dapat mengonfirmasi bahwa hubungan kerja antara FIFA dan Kevin Lamour sebagai Chief Operating Officer FIFA telah berakhir pada 17 Agustus 2026,” ujar juru bicara FIFA.

“FIFA berterima kasih kepada Kevin atas dua tahun pengabdiannya dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya.”

Kritik Terbuka terhadap Rencana Infantino

Lamour menjadi salah satu pejabat senior FIFA yang secara terbuka menyampaikan keberatan terhadap rencana Infantino untuk menjual sebagian kepentingan dalam kompetisi FIFA kepada investor swasta.

Proposal tersebut menjadi kontroversial karena menyangkut sejumlah kompetisi bergengsi, termasuk Piala Dunia. Lamour bahkan menggambarkan rencana tersebut sebagai “proyek satu orang.”

Dalam pernyataan yang dikirimkan kepada Associated Press (AP) dan diterbitkan pada 31 Juli 2026, Lamour meminta para pemimpin sepak bola dunia mempertimbangkan kembali arah kebijakan tersebut.

“Kini saatnya para pemimpin sepak bola bertanya kepada diri mereka sendiri pertanyaan yang tepat dan mengambil keputusan yang tepat,” kata Lamour.

Lamour juga menyadari kritik tersebut dapat berdampak terhadap posisinya di FIFA.

“Jika itu berarti saya kehilangan pekerjaan, biarlah demikian,” ujarnya.

 “Saya akan memahami dan menghormati keputusan tersebut. Setidaknya saya bisa tidur nyenyak malam ini," tambahnya.

Rencana Investor Swasta Akhirnya Dibatalkan

Proposal yang menjadi sumber kontroversi tersebut pada akhirnya dihentikan. Keputusan itu mendapat dukungan dari sejumlah pejabat senior FIFA.

Baca Juga: Viral! Tiga Siswi SMPN 3 Bogor Jadi Korban Perundungan, Berawal dari Gosip Alumni

Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom dan Kepala Pengembangan Sepak Bola Global Arsene Wenger turut menyambut pembatalan rencana tersebut.

Wenger bahkan menyebut penghentian proposal itu sebagai sesuatu yang “benar-benar diperlukan.”

Kontroversi tersebut menjadi salah satu ujian terbesar bagi kepemimpinan Infantino sejak dirinya pertama kali terpilih sebagai Presiden FIFA pada 2016.

Lamour termasuk salah satu figur senior yang paling terbuka menyuarakan penolakan terhadap proposal tersebut. Kepergiannya dari FIFA kini semakin menyoroti dinamika internal organisasi sepak bola dunia.

UEFA, CONCACAF, dan AFC Tegaskan Sepak Bola Bukan Milik Individu

Perdebatan mengenai rencana Infantino juga mendapat perhatian dari sejumlah konfederasi sepak bola.

UEFA, CONCACAF, serta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) sebelumnya mengeluarkan surat bersama yang menegaskan prinsip bahwa sepak bola tidak boleh berada di bawah kendali satu individu.

Dalam surat tersebut, ketiga organisasi menyampaikan pesan bahwa “sepak bola bukan milik satu individu.”

Sikap tersebut memperlihatkan adanya perhatian terhadap tata kelola sepak bola dunia, terutama menyangkut keputusan strategis FIFA yang berkaitan dengan masa depan kompetisi dan nilai komersialnya.

Baca Juga: Watu Jagal Kali Progo, Batu Misterius yang Menyimpan Jejak Kelam Perjuangan

Berakhirnya masa kerja Lamour membuat persoalan tersebut kembali menjadi sorotan. FIFA sendiri tidak memberikan penjelasan lebih jauh mengenai alasan spesifik berakhirnya hubungan kerja dengan mantan pejabat UEFA tersebut.

Organisasi sepak bola dunia itu hanya menyampaikan penghargaan atas pengabdian Lamour selama dua tahun dan mendoakan kesuksesan untuk kariernya di masa mendatang.

Editor : Bahana.
Kevin Lamour sepak bola dunia FIFA gianni infantino piala dunia