SEVILLA — Sevilla mengawali musim baru LaLiga dengan kemenangan dramatis. Gol penalti Peque Fernandez pada menit ke-97 memastikan kemenangan 2-1 atas Rayo Vallecano dalam laga pembuka musim di Ramon Sanchez-Pizjuan.
Hasil tersebut sekaligus memperpanjang dominasi Sevilla dalam pertemuan dengan Rayo Vallecano. Dari 22 pertemuan terakhir kedua tim di LaLiga, Sevilla hanya sekali menelan kekalahan, dengan catatan 13 kemenangan dan delapan hasil imbang.
Laga Sempat Tertunda
Pertandingan pembuka tersebut sempat mengalami penundaan akibat masalah pada bola resmi baru yang digunakan LaLiga.
Musim ini LaLiga menjadi kompetisi pertama yang menggunakan teknologi Connected Ball Technology. Namun, setelah terjadi kendala sebelum pertandingan dimulai, laga akhirnya dimainkan tanpa penerapan teknologi tersebut.
Baca Juga: Liverpool Makin Dekati Bradley Barcola, PSG Resmi Datangkan Pengganti Senilai Rp1 Triliun
Begitu pertandingan berjalan, Rayo langsung mengejutkan tuan rumah.
Baru empat menit laga berlangsung, kesalahan koordinasi lini belakang Sevilla dimanfaatkan Alvaro Garcia untuk mencetak gol pembuka.
Kesalahan terjadi ketika Arouna Sangante dan kiper Odysseas Vlachodimos gagal berkomunikasi dengan baik di tepi kotak penalti. Garcia berhasil merebut bola dan dengan mudah menceploskannya ke gawang yang sudah kosong.
Sevilla, yang musim lalu nyaris terdegradasi setelah hanya unggul satu poin dari zona merah, kembali terlihat kesulitan. Sepanjang babak pertama, mereka bahkan tidak mampu menciptakan satu pun tembakan tepat sasaran.
VAR Warnai Babak Pertama
Pertandingan mulai memanas menjelang turun minum. Rayo sempat mencetak gol melalui sundulan Isi Palazon, tetapi dianulir karena pelanggaran dalam proses terciptanya gol.
Beberapa menit kemudian, giliran Sevilla yang mendapat peluang emas setelah wasit menunjuk titik putih menyusul benturan Augusto Batalla dengan Isaac Romero di kotak penalti.
Namun, keputusan tersebut berubah setelah wasit Ricardo de Burgos meninjau tayangan VAR.
Memasuki babak kedua, Sevilla tampil jauh lebih agresif. Mereka mendapatkan dua klaim penalti dalam waktu singkat, sebelum akhirnya mendapatkan hadiah tendangan 12 pas setelah Miguel Sierra dijatuhkan Alvaro Garcia di dalam kotak penalti.
Jon Guridi maju sebagai eksekutor dan menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangannya mengarah ke pojok kanan bawah gawang sekaligus menghasilkan gol pada laga debutnya bersama Sevilla.
Rayo Gagal Manfaatkan Kartu Merah
Gol penyama kedudukan membuat Sevilla semakin percaya diri. Namun, Rayo mampu meredam tekanan tuan rumah dan menjaga pertandingan tetap seimbang.
Baca Juga: Bernadus Edy Nugroho, Pegawai Pengecekan Meteran Air yang Kini Jabat Direktur PDAM Tirta Sembada
Rayo justru kesulitan mengembangkan serangan seperti yang mereka lakukan pada babak pertama. Mereka bahkan tidak mampu mencatatkan satu tembakan tepat sasaran sepanjang babak kedua.
Situasi semakin menguntungkan Rayo ketika Sevilla harus bermain dengan 10 pemain. Kike Salas menerima kartu merah langsung setelah melakukan tekel berbahaya terhadap Jorge de Frutos.
Dengan keunggulan jumlah pemain, Rayo seharusnya memiliki kesempatan mengamankan setidaknya satu poin.
Namun, Sevilla justru mampu melakukan serangan balik.
Penalti Menit ke-97 Jadi Penentu
Drama terjadi pada penghujung pertandingan. Sevilla kembali memperoleh penalti setelah Florian Lejeune menjatuhkan Robbie Ure di kotak terlarang.
Peque Fernandez dipercaya menjadi eksekutor.
Tanpa membuang kesempatan, Peque melepaskan eksekusi keras yang menggetarkan gawang Rayo. Gol pada menit ke-97 tersebut mengubah skor menjadi 2-1 sekaligus memastikan tiga poin untuk Sevilla.
Kemenangan ini menjadi awal positif bagi Sevilla sekaligus mengakhiri penantian mereka untuk meraih kemenangan pada laga pembuka LaLiga sejak musim 2021/22.
Baca Juga: Jogja Merah Putih, Bendera 481 Meter Dibentangkan di Malioboro Jelang HUT ke-81 RI
Bagi Rayo Vallecano, kekalahan tersebut terasa pahit karena mereka sempat unggul lebih dulu dan bahkan mendapatkan keuntungan jumlah pemain pada fase akhir pertandingan.
Namun, Sevilla menunjukkan mentalitas kuat untuk membalikkan keadaan dan mengamankan kemenangan dramatis di hadapan pendukungnya sendiri.
Editor : Bahana.