RADAR JOGJA - Pertemuan AC Milan dan Manchester United dalam laga uji coba pramusim 2026 menyajikan cerita menarik. Bukan hanya karena kemenangan Rossoneri dengan skor 4-2, tetapi juga kehadiran Ruben Amorim, mantan pelatih Manchester United yang kini menjadi nahkoda AC Milan.
Amorim menjadi salah satu figur yang paling mencuri perhatian dalam duel di Tarczyński Arena, Wrocław, Polandia, Sabtu (15/8) malam. Pelatih asal Portugal itu menghadapi klub yang pernah ditanganinya, tetapi kali ini berdiri di sisi berbeda.
Bersama Milan, Amorim justru mampu membawa timnya bangkit dan menundukkan Manchester United dalam pertandingan yang berlangsung sengit.
Baca Juga: Mengunjungi Desa Wisata Kebonagung, Imogiri, Bule Ameriks Minta Naik Kerbau dari Sekre ke Sawah
Pertemuan ini menjadi babak baru dalam perjalanan karier Amorim. Sebelumnya, ia sempat dipercaya menangani Setan Merah, tetapi masa baktinya bersama klub raksasa Inggris tersebut berakhir setelah pemecatan.
Kini, Amorim mendapatkan tantangan baru bersama AC Milan. Laga kontra Manchester United pun menjadi salah satu kesempatan awal untuk memperlihatkan perkembangan proyek yang sedang dibangunnya di Italia.
Hasilnya terbilang positif. Rossoneri mampu menunjukkan mentalitas kuat setelah dua kali tertinggal sebelum akhirnya membalikkan keadaan.
Baca Juga: Perjuangan Pasukan Hantu Maut Tak Bisa Dilepaskan dari Ndalem Pujokusuman Jogja
Manchester United membuka keunggulan melalui Harry Maguire pada menit kedua. Milan kemudian menyamakan kedudukan lewat Samuel Chukwueze pada menit ke-37.
Setelah Patrick Dorgu kembali membawa MU 2-1 pada menit ke-51, Rossoneri merespons dengan tiga gol beruntun.
Alphadjo Cisse menyamakan skor pada menit ke-57 sebelum Goncalo Ramos dan Ruben Loftus-Cheek masing-masing mencetak gol pada menit ke-68 dan 71. Skor 4-2 bertahan hingga pertandingan berakhir.
Baca Juga: Bantu Petani Cari Kepastian Pasar, Aji Fish Terapkan Skema Kemitraan, Bibit Ikan Paling Laris
Bagi Amorim, kemenangan tersebut tentu memiliki nilai emosional tersendiri. Ia menghadapi klub yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya di Inggris.
Namun, kemenangan ini juga menjadi sinyal bahwa Amorim mulai mendapatkan respons positif dari skuad Milan. Mengubah keadaan setelah tertinggal dua kali menunjukkan karakter yang ingin dibangun sang pelatih.
Rossoneri tidak panik ketika berada dalam posisi tertinggal. Sebaliknya, mereka mampu meningkatkan tekanan dan memanfaatkan momentum hingga mencetak tiga gol dalam waktu relatif singkat.
Baca Juga: Apresiasi Puan soal RUU Perampasan Aset, Hardjuno: Partisipasi Publik Perkuat Legitimasi
Hal tersebut menjadi modal berharga bagi Amorim untuk melanjutkan proses pembentukan tim menjelang kompetisi resmi musim 2026/27.
Editor : Satria Putra Sejati