RADAR JOGJA - Persik Kediri tidak ingin menjadikan turnamen internasional di Malaka sebagai ajang untuk menguji kemampuan tim, namun kehadiran Macan Putih di negeri jiran juga membawa misi untuk memperkenalkan identitas klub di level yang lebih luas.
Direktur Olahraga Persik Kediri, Razzi Taruna mengatakan kesempatan tampil dalam turnamen internasional memiliki arti penting, baik bagi klub maupun para pemain.
Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari proses perkembangan Persik sekaligus membuka ruang bagi klub untuk semakin dikenal di luar Indonesia.
Baca Juga: Komisi D DPRD Kota Jogja Dorong Kewajiban Penggunaan Bahasa Jawa Krama Inggil di Sekolah
Mantan manajer tim PSIM Yogyakarta itu meminta seluruh elemen Persik yang telah tiba di Malaka memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik mungkin.
Razzi menegaskan bahwa pertandingan internasional bukan hanya berkaitan dengan hasil di atas lapangan, namun juga membawa nama besar klub sehingga sikap serta perilaku selama berada di negara lain turut menjadi bagian penting dari representasi klub.
“Ini bukan hanya soal pertandingan. Tapi juga persahabatan antarnegara dan momen untuk merepresentasikan identitas serta nilai-nilai klub,” ujar Razzi.
Baca Juga: Gerebek Kampung Bahari, BNN dan Brimob Dihadang Massa, Petugas Gunakan Gas Air Mata
Razzi secara khusus mengingatkan seluruh rombongan Persik untuk menjaga nama baik klub selama mengikuti turnamen di Malaka.
Menurutnya, Macan Putih memiliki sejarah panjang dalam sepak bola Indonesia. Klub kebanggaan masyarakat Kediri tersebut tercatat sebagai pemilik dua gelar juara kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional.
Karena itu, status tersebut dinilai menjadi tanggung jawab yang harus dibawa ketika Persik tampil di luar negeri.
Baca Juga: Ayah Alexis Mac Allister Tegaskan Sang Gelandang Bertahan di Liverpool
“Bahwa Persik Kediri adalah klub pemilik dua gelar juara Liga Indonesia. Karena itu, saya minta semua menjaga martabat ini,” tegasnya.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa Persik ingin menjadikan turnamen internasional sebagai bagian dari upaya membangun citra klub, bukan semata-mata mengejar kemenangan.
Bagi para pemain, pertandingan di Malaka juga menjadi pengalaman berharga. Mereka mendapatkan kesempatan merasakan atmosfer pertandingan di luar Indonesia sekaligus berinteraksi dengan tim dari negara lain.
Baca Juga: Bobol Brankas Kampus Rp1,4 Miliar, Rp870 Juta Ludes Hanya dalam Sepekan buat Foya-foya
Razzi berharap seluruh pemain memahami arti kesempatan tersebut dan mampu menunjukkan karakter Persik sepanjang turnamen.
Persik terbang ke Malaysia dalam pertandingan pre-season Tour yang juga diikuti oleh Melaka FC, Jurong FC dan Phnom Penh Crown FC.
Editor : Satria Putra Sejati