RADAR JOGJA - Pertandingan kualifikasi Europa League antara Lech Poznan dan KI Klaksvik ditunda akibat cuaca buruk.
Poznan dijadwalkan menghadapi tim asal Kepulauan Faroe tersebut dalam laga leg kedua putaran ketiga kualifikasi Europa League pada pukul 18.30 waktu setempat.
Namun, kabut tebal menghambat keberangkatan tim asal Polandia itu untuk melakoni laga tandang tersebut.
Baca Juga: Estadio De Balaidos Terkena Wabah Jamur, Laga Pembuka LaLiga Celta Vigo Ditunda
Kabut ekstrem di Bandara Vagar menggagalkan upaya awal perjalanan Poznan ke Kepulauan Faroe pada hari Rabu.
Vagar adalah satu-satunya bandara komersial di Kepulauan Faroe, sehingga terbang ke bandara lain bukanlah pilihan.
Poznan terpaksa terbang ke Kepulauan Faroe hari ini, namun kabut tebal masih terus terjadi.
Baca Juga: Baru Mengeluarkan Sedikit Dana, Carrick Desak Manchester United Datangkan lebih Banyak Pemain
Kondisi kabut begitu parah hingga pesawat mereka terpaksa berputar-putar menunggu izin mendarat (holding pattern) di lepas pantai Norwegia.
Poznan sempat harus singgah sebentar di Bergen sebelum kembali mencoba melanjutkan perjalanan.
Akhirnya, dengan penuh rasa lega, mereka berhasil mendarat di Bandara Vagar pada pukul 15.30 waktu setempat.
Baca Juga: Enam Federasi Sepak Bola Arab Dukung Presiden FIFA Gianni Infantino
Keterlambatan kedatangan Poznan menyebabkan jadwal pertandingan diundur menjadi pukul 20.45.
Pelatih Poznan, Niels Frederiksen, sudah mengantisipasi jadwal yang sangat padat setelah rencana keberangkatan tim ke Kepulauan Faroe pada hari Rabu batal terlaksana.
"Jika kami terbang pada hari Kamis dan bertanding di hari yang sama, kami harus berangkat cukup pagi agar tetap memiliki waktu untuk beristirahat."
Baca Juga: Delapan Raperda Diusulkan, Aturan Pengelolaan Sampah Jadi Salah Satu Kebutuhan Mendesak
Poznan memasuki leg kedua putaran ketiga kualifikasi ini dengan keunggulan satu gol.
Gol di menit-menit akhir dari penyerang asal Pantai Gading, Yannick Agnero, memberikan kemenangan tipis bagi tim Polandia tersebut di Stadion Poznan.
Editor : Satria Putra Sejati